Raffles di Indonesia (1811 - 1816)

Tanggal 11 September 1811, Raja Muda Lord Minto yang berkedudukan di India mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai wakil gubernur di Jawa dan bawahannya (Bengkulu, Maluku, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan). Tindakan-tindakan Raffles selama memerintah di Nusantara adalah:
  • Dalam Bidang Politik
    • Membagi Pulau Jawa ke dalam 16 karesidenan (provinsi), misalnya: Karesidenan Surakarta, Karesidenan Kedu, Karesidenan Madiun, Karesidenan Banyuwangi, dll.
    • Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka secara dapatkan turun-temurun. Mereka dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung di bawah kekuasaan pemerintah pusat.
  • Dalam Bidang Ekonomi
    • Petani diberi kebebasan untuk menanam jenis tanaman.
    • Penghapusan pajak hasil bumi dan sistem penyerahan wajib yang sudah diterapkan sejak zaman VOC.
    • Menerapkan sistem sewa tanah.
  • Dalam Bidang Sosial
    • Penghapusan kerja rodi (kerja paksa).
    • Penghapusan perbudakan.
    • Peniadaan pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.
  • Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
    • Menulis buku History of Java. Dalam menulis buku tersebut, Raffles dibantu oleh juru bahasanya Raden Ario Notodiningrat dan Notokusumo II.
    • Ditemukannya bunga Rafflesia arnoldi.
    • Dirintisnya Kebun Raya Bogor.

Berakhirnya kekuasaan Thomas Stamford Raffles di Nusantara (Indonesia) ditandai dengan adanya Covention of London tahun 1814 yang isinya: Nusantara (Indonesia) dikembalikan kepada Belanda. Inggris melalui John Fendell secara resmi menyerahkan kembali Indonesia kepada Belanda pada tahun 1816.

Tanam Paksa

Ketika Indonesia jatuh ke tangan pemerintah kolonial Belanda, gubernur jenderal yang memerintah adalah Johanes van den Bosch. Ia diberi tugas untuk mencari uang sebanyak-banyaknya di tanah jajahan Indonesia untuk mengisi kekosongan kas negeri Belanda akibat perang, seperi Perang Diponegoro, Perang Padri. Untuk dapat memenuhi tugas tersebut, maka Johanes van den Bosch mencetuskan sistem tanam paksa (cultuur stelsel), di mana petani diwajibkan untuk menanam jenis tanaman yang laku di pasaran internasional, seperti kopi. Sistem tanam paksa mulai diberlakukan di Indonesia mulai tahun 1830 - 1870.

ATURAN-ATURAN DALAM SISTEM TANAM PAKSA
  • Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami jenis tanaman paksa.
  • Tanah yang dipakai untuk jenis tanaman paksa dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
  • Hasil dari tanaman tersebut diserahkan kepada Pemerintah Hindia Belanda. Jika harganya ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar rakyat, maka kelebihan itu diberikan kepada penduduk.
  • Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman tersebut tidak boleh melebihi pekerjaan untuk menanam padi (60 hari).
  • Wajib tanam paksa dapat diganti dengan penyerahan tenaga kerja ke pabrik selama 65 hari dalam setahun.
  • Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan petani menjadi tanggung jawab pemerintah.

PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN TERHADAP ATURAN SISTEM TANAM PAKSA
  • Luas tanah yang disediakan penduduk lebih dari seperlima tanah mereka. Seringkali tanah tersebut sepertiga, bahkan semua tanah desa digunakan untuk tanam paksa.
  • Pengerjaan tanaman ekspor seringkali jauh melebihi pengerjaan tanaman padi.
  • Pajak tanah masih dikenakan pada tanah yang digunakan untuk proyek tanam paksa.
  • Kelebihan hasil panen setelah diperhitungkan dengan pajak tidak dikembalikan kepada petani.
  • Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.

Guna menjamin agar para bupati dan kepala desa menunaikan tugasnya dengan baik, pemerintah kolonial memberikan perangsang yang disebut cultuur procenten di samping penghasilan tetap. Cultuur procenten adalah bonus dalam persentase tertentu yang diberikan kepada para pegawai Belanda, para bupati, dan kepala desa apabila hasil produksi di suatu daerah mencapai atau melampaui target yang dibebankan.

AKIBAT-AKIBAT SISTEM TANAM PAKSA
  • Bagi Belanda
    • Belanda mendapatkan keuntungan yang besar, antara 3 sampai 18 juta golden. Hal ini disebabkan meningkatnya hasil tanaman ekspor dari negeri jajahan dan dijual Belanda di pasaran Eropa.
    • Perusahaan pelayaran Belanda yang semula kembang-kempis, tetapi pada masa tanam paksa mendapat keuntungan yang besar.
    • Pabrik-pabrik gula yang semula diusahakan oleh kaum swasta Cina, kemudian juga dikembangkan oleh pengusaha Belanda karena keuntungannya besar.
  • Bagi Indonesia
    • Kemiskinan dan penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan bahkan kematian.
    • Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru.
    • Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor.

REAKSI TERHADAP SISTEM TANAM PAKSA
Reaksi atas pelaksanaan sistem tanam paksa datang dari golongan liberalis Belanda, antara lain Baron van Hoevel, Vitalis, Eduard Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli artinya telah banyak menderita. Ia menulis buku berjudul Max Havelaar atau lelang kopi persekutuan dagang Belanda. Tulisan tersebut mengisahkan penderitaan Saijah dan Adinda akibat tanam paksa di Lebak, Banten. Karena reaksi-reaksi tersebut, secara berangsur-angsur pemerintah mulai mengurangi pemerasan lewat tanam paksa dan digantikan oleh politik ekonomi liberal. Tonggak berakhirnya tanam paksa adalah dikeluarkannya UU Pokok Agraria tahun 1870.

Berkembangnya Nasionalisme di Indonesia

PENGERTIAN
Nasionalisme adalah suatu paham yang mengajarkan kepada rakyatnya untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

PENGERTIAN MENURUT BEBERAPA TOKOH
  • Hans Kohn: nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi rakyat yang diserahkan kepada negara kebangsaan.
  • Otto Bouer: nasionalisme akan muncul apabila adanya persamaan nasib akibat penjajahan.
  • Ernest Renan: nasionalisme akan muncul apabila ada dorongan dari rakyat untuk bersatu.

FAKTOR PENDORONG MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA PADA AWAL ABAD KE-20
  • Faktor Intern
    • Adanya kenangan kejayaan masa lampau bangsa Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
    • Adanya penderitaan rakyat akibat adanya penjajahan oleh Belanda.
    • Munculnya golongan cendikiawan atau golongan terpelajar.
    • Adanya kemajuan dalam diri rakyat Indonesia dalam bidang:
      • Politik: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional.
      • Ekonomi: ditandai dengan munculnya kesadaran rakyat Indonesia untuk memajukan perdagangan kaum pribumi.
      • Sosial Budaya: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk memajukan kebudayaan pribumi dalam rangka mencegah pengaruh negatif dari budaya barat.
    • Adanya perkembangan dalam bidang media komunikasi (pers/surat kabar).
  • Faktor Ekstern
    • Adanya kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905.
    • Adanya perkembangan nasionalisme di India. Tokoh nasionalisme dari India adalah Mahatma Gandhi yang memiliki ajaran:
      • Ahimsa: anti peperangan atau anti kekerasan.
      • Hartal: mogok tau tidak berbuat apapun meskipun masuk kantor.
      • Swadeshi: menggunakan produk dalam negeri/tidak menggunakan produk dari pemerintah kolonial Inggris.
      • Satyagraha: tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Inggris.
      • Purna Swaraj: mencapai kemerdekaan sepenuhnya.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan (HPP) didapatkan dari penjumlahan persediaan barang dagangan (awal) dengan nilai pembelian bersih dan dikurangi dengan persediaan barang (akhir).

Pembelian bersih adalah jumlah pembelian (baik secara tunai maupun kredit) ditambah dengna beban angkut pembelian, kemudian dikurangi dengan retur pembelian dan potongan pembelian. 

Barang tersedia untuk dijual adalah persediaan barang dagang (awal) ditambah dengan pembelian bersih.

Berdasarkan uraian di atas, contoh perhitungan HPP adalah sebagai berikut:

Persediaan barang dagang (awal)                                               xxx

Pembelian                                                     xxx
Beban angkut pembelian                                xxx
Retur pembelian                                           ( xxx )
Potongan pembelian                                    ( xxx )
                                                                    --------- +
Pembelian bersih                                                                    xxx
                                                                                          ------------ +
Barang tersedia untuk dijual                                                     xxx
Persediaan barang dagang (akhir)                                          ( xxx )
                                                                                          ------------- +
Harga pokok penjualan                                                            xxx

Keterangan:

  • Untuk yang di dalam kurung sebagai pengurang.
  • Mohon maaf, apabila tata letaknya kurang rapi karena adanya kesulitan dalam tata letak. Yang pasti, akun pembelian sampai potongan pembelian berada pada lajur satu, sedangkan sisanya berada di lajur sampingnya.

Kolonialisme dan Imperialisme

KOLONIALISME
Pengertian
Secara etimologis, istilah kolonialisme berasal dari kata colunus yaitu petani, dan colonia artinya tanah. Sistem koloni pertama kali diperkenalkan di Yunani untuk menggambarkan adanya perpindaha para petani dari daerah yang tandus ke daerah yang subur. Menurut Andre Gunder Frank, kolonialisme adalah perpindahan sumber daya alam dari daerah terkoloni ke daerah pengkoloni. Secara umum, kolonialisme dapat diartikan sebagai paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang mengakibatkan terjadinya perpindahan sumber daya alam dari negara terkoloni ke negara pengkoloni. Contoh: Belanda, Portugis, dan Spanyol. 
Bentuk-bentuk Kolonialisme
Kolonialisme Eksploitasi
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan terkuras habis sumber daya alam negara yang dijajah. Contoh: Belanda terhadap Indonesia.  
Kolonialisme Deportasi
Bentuk kolonialisme yang tujuan penguasaan suatu daerah lain untuk membuang para narapidana. Contoh: Inggris menguasai Australia.  
Kolonialisme Penduduk
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan tersingkirnya penduduk asli. Contoh: Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.  
Kolonialisme Kelebihan Penduduk
Bentuk kolonialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk menampung kepadatan penduduk. Contoh: Italia, Jepang.  
Kolonialisme Sekunder 
Bentuk kolonialisme di mana daerah yang dikuasai akan dijadikan untuk kepentingan militer atau strategi perang, misalnya untuk pangkalan militer.

IMPERIALISME
Pengertian
Secara etimologis, imperialisme berasal dari bahasa Latin, yaitu imperare yang artinya memerintah. Dengan demikian, salah satu ciri imperialisme adalah adanya pemerintahan jajahan. Secara umum, pengertian imperialisme adalah paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang dilakukan dengan membentuk pemerintahan jajahan dengan tujuan untuk menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer. Istilah imperialisme muncul pertama kali di Inggris pada abad ke-19, ketika Disraell menjadi Perdana Menteri Inggris. 
Macam-macam Imperialisme
Berdasarkan Waktu Munculnya
Imperialisme Kuno
Waktu: sebelum terjadinya Revolusi Industri di Inggris tahun 1760.
Tujuan: 3G, yaitu:
  • Gold (mencari emas atau sumber daya alam)
  • Gospel (menyebarkan agama)
  • Glory (mencari kejayaan bangsa)
Contoh: Portugis, Spanyol, Belanda.   
Imperialisme Modern
Waktu: setelah Revolusi Industri sampai Perang Dunia II.
Tujuan: menguasai suatu negara atau daerah untuk dijadikan sebagai:
  • Tempat mencari sumber bahan baku industri
  • Tempat penanaman modal
  • Tempat menampung kepadatan penduduk
  • Tempat pemasaran hasil industri
Contoh: Inggris, Jepang.  
Imperialisme Ultra Modern
Waktu: setelah Perang Dunia II sampai sekarang.
Tujuan: menguasai aspek kepribadian, mentalitas, ideologi masyarakat dari negara yang dikuasai.
Contoh: perang dingin, terorisme, narkoba. 
Berdasarkan Tujuan Penguasaannya
Imperialisme Politik
Bentuk imperialisme di mana penjajah menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain. Imperialisme jenis ini dilakukan dalam bentuk proktektorat. Contoh: Inggris menguasai Singapura, India, Australia, Malaysia, dan negara tersebut dijadikan negara proktektorat Inggris.   
Imperialisme Ekonomi
Imperialisme yang bertujuan untuk menguasai aspek perekonomian dari negara yang dikuasai. Contoh: Jepang menguasai perekonomian Indonesia dengan menerapkan sistem dumping.   
Imperialisme Kebudayaan
Imperialisme yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan ke negara yang dijajah, misalnya pemaksaan tradisi seikerei oleh Jepang, penggunaan bahasa Inggris di negara yang dijajah seperti di Amerika Serikat, Australia, dan lain-lain.   
Imperialisme Militer
Suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk kepentingan perang, misalnya untuk pangkalan militer.