Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Lokasi Industri

PENGERTIAN INDUSTRI
Industri adalah proses produksi yang mengolah bahan mentah/setengah jadi menjadi bahan setengah jadi/jadi sehingga menjadi barang yang bernilai bagi masyarakat.

TUJUAN PEMBANGUNAN INDUSTRI


  • Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi.
  • Mengurangi angka pengangguran.
  • Memanfaatkan potensi sumber daya alam sehingga terbentuk lapangan kerja dan kesempatan kerja.
  • Meningkatkan penerimaan devisa negara.


KLASIFIKASI INDUSTRI

Berdasarkan Bahan Baku
Industri Ekstraktif
Industri yang mengambil bahan baku langsung dari alam. Dibedakan menjadi dua jenis:
Industri Reproduktif
Industri yang mengambil bahan bakunya dari hasil alam, tetapi dapat selalu memperbaiki atau menggantinya.

Industri Manufaktur

Industri yang mengolah bahan baku dan menjadikannya barang lain yang dapat digunakan sehari-hari atau digunakan oleh industri lain.

Industri Nonekstraktif

Industri yang mengambil bahan bakunya dari tempat lain atau disediakan oleh industri lain.

Industri Jasa

Industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain.

Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja


  • Industri Rumah Tangga (1 - 4 orang).
  • Industri Kecil (5 - 19 orang)
  • Industri Sedang (20 - 99 orang)
  • Industri Besar (lebih dari 100 orang)


Berdasarkan Produktivitas

Industri Primer
Industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga bentuk dari bahan baku masih tampak.

Industri Sekunder

Industri yang menghasilkan barang yang memerlukan pengolahan lebih lanjut dan bentuk bahan baku sudah tidak tampak lagi.

Industri Tersier

Industri yang bergerak di bidang jasa.

Berdasarkan Lokasi


  • Industri yang berorientasi pada pasar.
  • Industri yang berorientasi pada tenaga kerja.
  • Industri yang berorientasi pada bahan baku.
  • Industri yang berorientasi pada tempat pengolahan.
  • Industri yang tidak terikat oleh persyaratan lain.


Berdasarkan Proses Produksinya

Industri Hulu
Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi.

Industri Hilir

Industri yang mengolah barang-barang setengah jadi menjadi barang jadi atau barang yang dihasilkan siap dipakai konsumen.

Berdasarkan Sumber Modal

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Industri yang berjalan dengan modal yang sepenuhnya berasal dari dalam negeri, baik pemerintah maupun pengusaha swasta nasional.

Penanaman Modal Asing (PMA)

Industri yang berjalan dengan modal sepenuhnya berasal dari negara lain.

Joint-Venture (Patungan)

Industri yang modalnya berasal dari patungan dari dalam dan luar negeri.

Berdasarkan Produk yang Dihasilkan


  • Industri Berat (menghasilkan mesin atau alat produksi).
  • Industri Ringan (menghasilkan barang bagi konsumen).


Berdasarkan Subjek Pengelola


  • Industri Rakyat (dikelola rakyat).
  • Industri Negara (dikelola negara).


Berdasarkan Cara Pengorganisasian

Industri Kecil

  • Modal relatif kecil.
  • Teknologi sederhana.
  • Jumlah pekerja kurang dari sepuluh orang, biasanya dari kalangan keluarga.
  • Produk yang dihasilkan masih sederhana.
  • Pemasaran masih sederhana.


Industri Menengah/Sedang


  • Modal relatif besar.
  • Teknologi cukup maju, tetapi masih terbatas.
  • Jumlah pekerja antara 10 - 200 orang dan bersifat tidak tetap.
  • Lokasi pemasaran bersifat regional.


Industri Besar


  • Modal sangat besar.
  • Teknologi canggih dan modern.
  • Organisasi teratur.
  • Tenaga kerja banyak dan terampil.
  • Pemasaran berskala nasional atau internasional.

Berdasarkan Ketetapan Departemen Perindustrian dan Perdagangan

Aneka Industri
Industri yang bertujuan memenuhi keanekaragaman kebutuhan masyarakat.

Industri Kecil

Industri yang menggunakan teknologi sederhana serta modal dan tenaga kerja kecil.

Industri Logam Dasar dan Mesin

Industri yang mengolah bahan mentah logam dasar menjadi mesin-mesin untuk peralatan industri lain, dan termasuk perakitan.

Industri Kimia Dasar

Industri yang memerlukan modal besar, keahlian, dan teknologi tinggi. Yang termasuk industri ini:

  • Industri Agrokimia (pupuk urea).
  • Industri Kimia Anorganik (semen, kaca, asam sulfat).
  • Industri Selulosa dan Karet (kertas, ban, pulp).
  • Industri Kimia Organik (bahan peledak, kimia tekstil).


Industri Pariwisata

Industri yang menghasilkan nilai ekonomis dari kegiatan wisata. Yang termasuk industri ini adalah wisata seni dan budaya, wisata pendidikan, wisata alam, dan wisata kota.

FAKTOR PENENTU LOKASI INDUSTRI


  • Bahan mentah.
  • Modal.
  • Tenaga kerja.
  • Sumber energi.
  • Transportasi.
  • Pemasaran.
  • Peraturan perundang-undangan.
  • Iklim.
  • Sistem perpajakan.
  • Lingkungan yang kondusif.
  • Teknologi.


TEORI LOKASI INDUSTRI

Teori Lokasi Weber
Penetapan lokasi yang optimal adalah menetapkan lokasi industri dengan meminimalkan biaya transportasi, sehingga lokasi yang terbaik adalah tempat yang biayanya paling minimal.

Enam faktor penentu teori ini:


  • Wilayahnya seragam.
  • Sumber daya/bahan mentah yang digunakan.
  • Upah buruh.
  • Biaya transportasi yang tergantung bobot bahan mentah yang diangkut serta jaraknya antara terdapat sumber daya dengan lokasi industri.
  • Terdapat kompetisi antara industri.
  • Pikiran yang rasional.


Sedangkan tiga faktor utama yang digambarkan dalam bentuk segitiga lokasional adalah:


  • Material.
  • Konsumsi (pasar).
  • Tenaga kerja (ditentukan oleh UMR).



Gambar Segitiga Lokasional
Keterangan gambar:
M = pasar (market)
R = sumber bahan mentah
P = lokasi industri

Penjelasan gambar:

  1. Jarak industri dengan bahan baku sama dengan jarak industri dengan pasar. Hal ini disebabkan karena bobot bahan mentah = bobot bahan jadi.
  2. Jarak industri dengan bahan baku lebih dekat daripada jarak industri dengan pasar. Hal ini disebabkan karena bobot bahan mentah lebih besar daripada bobot bahan jadi.
  3. Jarak industri dengan bahan baku lebih jauh daripada jarak industri dengan pasar. Hal ini disebabkan karena bobot bahan mentah lebih kecil daripada bobot bahan jadi.


Teori Lokasi Industri Optimal

Teori ini didasarkan pada permintaan. Lokasi optimal dari suatu industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas sehingga dapat dihasilkan pendapatan lebih besar.

Penjelasan:


  • Volume penjualan akan membentuk kerucut dengan topografi datar dan homogen.
  • Semakin jauh dari pusat industri, volume penjualannya menurun karena harga semakin tinggi.
  • Setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya.
  • Tidak dikehendaki terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran lainnya.


Teori Susut dan Ongkos Transportasi

Adanya hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transportasi yang harus dikeluarkan. Lokasi akan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam pengangkutan yang paling rendah dan biaya transportasi yang paling murah.

Penjelasan:


  • Rasio susut makin besar, sumber bahan baku makin dekat.
  • Ongkos makin besar, daerah pemasaran makin dekat.


Teori Model Gravitasi atau Interaksi

Teori ini dikembangkan oleh Issac Newton dan Ullman. Teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut.

Rumus:

Keterangan:
I = interaksi
P1 = jumlah penduduk wilayah 1
P2 = jumlah penduduk wilayah 2
d = jarak antarwilayah

Syarat teori ini:


  • Kesamaan topografi wilayah.
  • Kesamaan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya.
  • Kesamaan sarana dan prasarana transportasi sebagai penghubung dua wilayah.


Teori Titik Henti (William J. Reilly)

Fungsi teori ini:

  • Memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukuran.
  • Penempatan lokasi industri/pelayanan sosial antara dua wilayah, seperti pendidikan dan kesehatan.


Rumus:

Keterangan:
TH = titik henti (diukur dari wilayah berpenduduk sedikit)
J = jarak antarwilayah
Pa = jumlah penduduk banyak
Pb = jumlah penduduk sedikit

AGLOMERASI INDUSTRI

Aglomerasi industri adalah pemusatan berbagai macam industri dalam suatu wilayah agar dapat memberikan keuntungan yang lebih besar kepada berbagai industri pada wilayah tersebut. Pemusatan industri dapat terjadi pada suatu tempat terkonsentrasinya beberapa faktor yang dibutuhkan dalam kegiatan industri.

Penyebab terjadinya aglomerasi industri:


  • Terkonsentrasinya beberapa faktor produksi yang dibutuhkan pada suatu lokasi.
  • Kesamaan lokasi usaha yang didasarkan pada salah satu faktor produksi tertentu.
  • Adanya wilayah pesat pertumbuhan industri yang disesuaikan dengan tata ruang dan fungsi wilayah.
  • Adanya kesamaan kebutuhan sarana, prasarana, dan bidang pelayanan industri lainnya yang lengkap.
  • Adanya kerja sama dan saling membutuhkan dalam menghasilkan suatu produk.


Secara umum, terdapat tiga macam hubungan fungsional antarindustri, yaitu:


  • Hubungan produksi
  • Hubungan pelayanan
  • Hubungan pemasaran

Sistem Informasi Geografi (SIG)

PENGERTIAN

  • Salah satu teknologi untuk menyimpan, mengolah informasi geografi berbasis komputer.
  • Sistem komputer yang digunakan untuk mengolah data.
  • Sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang dapat memasukkan, mengelola, dan memanipulasi data.
  • Sistem pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan, analisis penayangan data secara spasial terkait dengan permukaan bumi.
  • Suatu alat manajemen pada geografi yang memiliki atribut pokok, yaitu deskripsi dan atribut lokasi.


UNSUR POKOK SIG
Sistem
Berbagai hal yang saling berkaitan dan/atau saling memengaruhi dalam mengerjakan atau memproses satu atau beberapa hal untuk satu tujuan.

Manusia
Unsur yang paling utama dalam pengelolaan SIG untuk mendapatkan data.

Pengetahuan
Kemampuan manusia untuk menyelesaikan permasalahan.

Komputer
Berfungsi mengelola data secara cepat dan akurat.

Informasi
Data tentang segala yang ada di permukaan bumi berupa gejala alam, manusia, hewan, dan tumbuhan.

Geografis
Data yang diinformasikan merupakan objek yang ada di ruang geosfer, khususnya pada lokasi atau wilayah tertentu. Objeknya sendiri dalam bentuk titik, garis, atau area.

KONSEP DASAR SIG

  • Hakikat > bentuk penyampaian informasi data keruangan selain dalam bentuk peta.
  • Kelemahan peta > sajian informasi secara umum.
  • Kegiatan SIG > overlay data (menumpuk peta-peta).


SIG SEBAGAI SISTEM
Sistem Masukan (Input Data)
Mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber.

Sistem Penyimpangan Data (Bank Data)
Mengorganisasikan data, baik data spasial maupun atribut ke dalam basis data yang akan mempermudah dalam pemanggilan, pengeditan, dan pembaharuan data.

Sistem Pengolahan Data (Processing Data)
Menentukan informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG, serta menghasilkan informasi yang diharapkan.

Sistem Penyajian (Output Data)
Menampilkan data dan hasil dari pengolahannya, baik sebagian maupun keseluruhan dalam bentuk grafik, tabel, peta, bagan, dll.

KOMPONEN SIG
Perangkat Keras (Hardware)
Berupa perangkat-perangkat fisik yang digunakan dalam sistem komputer. Perangkat keras dibedakan menjadi dua:

  • Input Device: digunakan untuk memasukkan data.
  • Output Device: digunakan untuk mempresentasikan data dan informasi SIG.


Perangkat Lunak (Software)
Program yang dimanfaatkan dalam pengoperasian SIG.

Manajemen / SDM (Brainware)
Manajemen merupakan perangkat SIG yang terdiri atas sumber daya manusia. Proyek SIG akan berhasil jika dilakukan dengan manajemen yang baik. Oleh karena itu, SIG harus dikerjakan oleh orang-orang yang tepat serta memiliki keahlian di bidang SIG.

Data SIG
Data yang terdapat dalam SIG dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu:
Data Spasial
Data grafis yang mengidentifikasi kenampakan lokasi geografi berupa titik, garis, dan area. Data spasial diperoleh dari peta yang disimpan dalam bentuk digital (numerik).

Data Atribut
Data yang berupa penjelasan dari setiap fenomena yang terdapat di permukaan bumi. Data atribut berfungsi untuk menggambarkan gejala geografi karena memiliki aspek kuantitatif dan kualitatif.
Data Kuantitatif
Hasil pengamatan atau pengukuran yang dinyatakan dalam bilangan (angka).

Data Kualitatif
Data hasil pengamatan yang dinyatakan dalam bentuk deskriptif yang memperlihatkan perbedaan jenis atau rupa.

TAHAP KERJA SIG
Memasukkan Data
Sumber data meliputi:

  • Data penginderaan jarak jauh yang sudah diinterpretasikan.
  • Data terestris (data lapangan).
  • Data peta yang diubah dalam bentuk digital.


Manipulasi dan Analisis Data
Kegiatan yang meliputi pembuatan basis data, menghapus, membuat tabel, mengisi, dan menyisipkan data ke dalam tabel.

Penyajian Data
Mengeluarkan dan menyampaikan informasi hasil pengolahan data geografis dalam bentuk tabel, grafik, peta, bagan, dll.

MANFAAT

  • Evaluasi perencanaan dan pemantauan tata ruang wilayah.
  • Pendekatan daerah rawan bencana.
  • Kesesuaian lahan untuk tanaman, pemukiman, industri, dll.
  • Perencanaan wilayah laut dan pesisir.
  • Pengkajian perkotaan.
  • Monitoring daerah aliran sungai (DAS).

Penginderaan Jauh

PENGERTIAN
Lillesand dan Kiefer (1979)
Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang dikaji.

Lindgren (1985)
Teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi, khususnya berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.

KOMPONEN PENGINDERAAN JAUH
Sumber Tenaga

  • Sistem pasif (tenaga alamiah > matahari).
  • Sistem aktif (tenaga buatan > gelombang mikro).


Atmosfer

  • Berpengaruh terhadap besaran gelombang elektromagnetik yang diterima oleh objek. 
  • Atmosfer bersifat selektif.
  • Bagian spektrum elektromagnetik yang mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut jendela atmosfer.


Interaksi Antara Tenaga dengan Objek

  • Absorption > objek menyerap tenaga.
  • Transmission > objek meneruskan tenaga.
  • Reflection > objek memantulkan tenaga.


Sensor
Fungsi sensor adalah menyerap atau merekam gelombang elektromagnetik yang dipantulkan objek.

Cara perekaman sensor:
Distribusi Daya (Force)
Direkam dengan gravitometer, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan gaya tarik bumi.

Distribusi Gelombang Bunyi
Direkam dengan sonar yang digunakan untuk mengumpulkan data gelombang suara dalam air.

Distribusi Gelombang Elektromagnetik
Direkam dengan kamera yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan pantulan sinar.

Sensor berdasarkan proses perekamannya:
Sensor Fotografik
Menggunakan emulsi film secara kimiawi, sehingga menghasilkan foto udara dan foto satelit.

Sensor Elektronik
Menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang tersimpan dalam pita magnetik dan menghasilkan data visual atau data digital, sehingga menghasilkan citra.

Wahana
Alat yang digunakan untuk membawa sensor

Pengumpulan Data
Perolehan data berupa peta. Interpretasi dapat dilakukan secara manual dan digital.

Pengguna Data
Pengguna data dapat perorangan maupun instansi. Diterima atau tidaknya data dipengaruhi oleh kemampuan pengguna.

CITRA
Citra adalah gambaran objek atau gejala hasil rekaman sensor.

Jenis-jenis citra foto:
Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik
Foto Ultraviolet (0,29 mikrometer)

  • Tidak banyak informasi yang dapat disadap.
  • Beberapa objek foto mudah dikenali karena tingkat kontras yang besar.
  • Sangat baik mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, dan daerah batuan kapur.
  • Foto ortokromatik (warna biru sampai sebagian hijau).


Foto Pankromatik (Spektrum Tampak)

  • Warna objek sama dengan mata manusia.
  • Baik untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan banjir, penyebaran air tanah, dan air permukaan.


Foto Inframerah Asli (Spektrum Inframerah)

  • Dapat mencapai bagian dalam daun sehingga rona pada foto inframerah tidak ditentukan warna daun, tetapi oleh sifat jaringannya.
  • Baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman yang sehat maupun sakit.


Foto Inframerah Modifikasi (Inframerah, Merah-Hijau)
Foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau.

Foto Ortokromatik

  • Dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga hijau.
  • Banyak objek yang tampak jelas.
  • Bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.
  • Baik untuk survei vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras.


Berdasarkan Sumbu Kamera
Citra Foto Vertikal
Citra foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap objek di permukaan bumi.

Citra Foto Horizontal
Citra foto yang dibuat dengan sumbu kamera miring terhadap objek di permukaan bumi.

Berdasarkan Jenis Kamera
Citra Foto Tunggal
Satu daerah tergambar oleh satu lembar citra foto.

Citra Foto Jamak
Beberapa citra yang dibuat pada wilayah dan waktu yang sama.

CITRA NON-FOTO
Citra non-foto adalah gambaran objek permukaan bumi sebagai hasil penginderaan jauh dengan menggunakan sensor bukan kamera, melainkan dari penyinaran scanner.

Jenis-jenis citra non-foto:
Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik

  • Citra inframerah.
  • Citra gelombang radio.
  • Citra radar.


Berdasarkan Jenis Sensor

  • Citra tunggal (menggunakan sensor tunggal).
  • Citra multispektral (menggunakan sensor jamak).


Berdasarkan Wahana yang Digunakan
Citra Dirgantara
Citra yang dibuat dengan wahana yang berada di udara atau atmosfer.

Citra Satelit
Citra yang dibuat dengan wahana yang berada di antariksa atau luar angkasa. Citra satelit sendiri digunakan untuk penginderaan planet, cuaca, sumber daya bumi, dan laut.

INTERPRETASI CITRA
Interpretasi citra adalah suatu upaya untuk mengenali ciri-ciri suatu objek atau gejala pada citra.

Tahapan interpretasi citra:
Deteksi
Pengamatan suatu objek.

Identifikasi
Upaya mengenali ciri-ciri objek yang meliputi:
Ciri Spektral
Ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek. Unsur interpretasi citra yang termasuk ciri ini adalah rona dan warna.

Ciri Spasial
Ciri yang terkait dengan ruang permukaan bumi. Unsur interpretasi citra yang termasuk ciri ini meliputi pola, bentuk, ukuran, bayangan, asosiasi, situs, dan tekstur.

Ciri Temporal
Ciri yang terkait dengan benda pada waktu perekaman.

Analisis
Kegiatan penelaahan dan penguraian data hasil interpretasi sehingga dapat dihasilkan dalam bentuk tabel, grafik, atau peta tematik.

Deduksi
Menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Unsur-unsur interpretasi citra:
Rona dan Warna
Rona adalah tingkat kecerahan objek pada citra dalam wujud hitam-putih.
Warna adalah wujud yang tampak oleh mata pada citra berwarna. 

Contoh:

  • Air tampak rona gelap pada citra pankromatik. Namun, air tampak cerah pada sungai dangkal dan deras.


Bentuk
Konfigurasi atau kerangka suatu objek.

Contoh:
  • Sungai dan jalan bentuknya memanjang.
  • Rumah bentuknya segi empat.
  • Gedung bentuknya seperti huruf I, L, U, atau kotak.
  • Pohon palem, kelapa, dan sagu bentuknya bintang.
  • Pohon pinus bentuknya kerucut.


Ukuran
Atribut objek dalam bentuk jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Ukuran dapat diketahui dari skalanya.

Contoh:

  • Ukuran rumah menentukan status rumah tersebut, pabrik, rumah mukim, kantor, dsb.
  • Lapangan dicirikan dari bentuk dan ukuran. Lapangan bola berukuran besar, dsb.


Pola
Susunan atau kumpulan dari beberapa objek dalam ruang.

Contoh:

  • Pola aliran sungai menandai struktur geologi, jenis tanah, dan litologi. Pola aliran sungai trelis menandai struktur lipatan.
  • Pemukiman penduduk transmigrasi yang dikenali dengan pola yang teratur. Ukuran rumah, jarak antarrumah, dan arah menghadap ke jalan.


Tekstur
Frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan rona. Biasanya, gambaran dari kumpulan objek yang homogen atau heterogen. Tekstur sering dinyatakan dalam kasar, halus, dan belang-belang.

Contoh:

  • Hutan heterogen bertekstur kasar.
  • Belukar bertekstur sedang.
  • Padi dan rumput bertekstur halus.
  • Permukaan air tenang bertekstur halus.


Bayangan
Efek yang dibentuk dari pengaruh pencahayaan sinar matahari. Posisi bayangan dapat digunakan untuk mengetahui waktu pemotretan, juga dapat digunakan untuk menentukan orientasi foto.

Contoh:

  • Cerobong asap, menara, tangki minyak, dan penampungan air yang dipasang tinggi lebih tampak dari bayangannya.
  • Tembok stadion, gawang sepak bola, dan pagar keliling lapangan tenis lebih tampak dari bayangannya.


Situs
Letak objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs tidak mencirikan objek secara langsung tapi lebih menekankan pada hubungannya dengan objek lain dan lingkungan sekitar.

Contoh:

  • Pemukiman penduduk dikenali dengan polanya yang memanjang mengikuti sungai atau jalan raya.
  • Mangrove terletak di pinggir pantai.


Asosiasi
Hubungan keterkaitan antara objek yang satu dengan yang lainnya.

Contoh:

  • Stasiun kereta api berasosiasi dengan rel kereta api.
  • Gedung sekolah berasosiasi dengan ukuran, bentuk, lapangan, dan tiang bendera.

Konvergensi Bukti
Suatu usaha untuk memperbanyak dan mengumpulkan bukti-bukti tentang objek yang mengarah pada sebuah kesimpulan atas objek yang bersangkutan.

MANFAAT

  • Membantu dalam perencanaan pembangunan.
  • Membantu menganalisis perairan darat dan laut.
  • Membantu menganalisis keadaan cuaca dan iklim beserta prediksinya.
  • Menyajikan model, relief, dan kemiringan lereng suatu lahan.
  • Memberikan gambaran atau pemetaan daerah bencana alam sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pencegahan dan evakuasi.

Perhitungan Skala Peta (Latihan Soal)

  1. Jarak kota A – B pada peta berskala 1 : 450.000 adalah 9 cm. Sedangkan jarak kota tersebut pada peta tanpa skala adalah 15 cm. Hitunglah skala peta tersebut!
  2. Jarak kota Bandung – Surabaya pada peta berskala 1 : 420.000 adalah 7 cm. Hitunglah jarak kota Bandung – Surabaya pada peta berskala 1 : 700.000!
  3. Sebuah mobil berkendara dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam selama 30 menit. Jika pada peta tanpa skala, jarak kota A – B adalah 4 cm, hitunglah skala peta tersebut!
  4. Jarak kota Medan – Palembang pada peta tanpa skala 7 cm. Jika jarak kedua kota sebenarnya 490 km, berapakah skala peta tersebut?
  5. Diketahui skala peta Pulau Sulawesi adalah 1 : 1.200.000. Sebuah pesawat terbang dari kota Makassar menuju kota Manado dengan kecepatan rata-rata 150 km/jam dan menempuh perjalanan selama 90 menit. Berapakah jarak kota Makassar – Manado menurut peta tersebut?
  6. Pada peta tanpa skala, kota X terletak pada 4o30’BT 45’LS dan kota Y terletak pada 2o15’BT 45’LS. Jarak kedua kota tersebut 6 cm. Berapakah skala peta tersebut?
  7. Pada peta tanpa skala, kota P terletak pada 177o30’BT 45’LU dan kota Q terletak pada 178o15’BB 45’LU. Jarak kedua kota tersebut 8 cm. Berapakah skala peta tersebut?
  8. Pada peta kutub tanpa skala, kota P terletak pada 177oBT 89o15’LU dan kota Q terletak pada 3oBB 87o15’LU. Jarak kedua kota tersebut 5 cm. Berapakah skala peta tersebut?
  9. Pada peta tanpa skala, kota A terletak pada 14oBT 1o40’LU dan kota B terletak pada 14oBT 3o20’LS. Jarak kedua kota tersebut 10 cm. Berapakah skala peta tersebut?
  10. Pada peta tanpa skala, kota P terletak pada 5o15’BB  2o45’LU dan kota Q terletak pada 15’BT 2o45’LU. Jarak kedua kota tersebut 5 cm. Berapakah skala peta tersebut?

Untuk melihat cara mengerjakan soal di atas, silakan klik di sini.

Mengubah dan Menentukan Skala Peta

Cara mengubah peta dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
  • Pantograf, yaitu alat yang digunakan untuk memperbesar dan memperkecil peta.
  • Grid square, yaitu cara konvensional dengan membuat kotak-kotak pada peta dan kotak-kotak di kertas hasil dengan ukuran yang sudah disesuaikan pembesarannya.
  • Kamera fotografi
  • Map o graph

MENENTUKAN SKALA PETA

Membandingkan Dua Peta
Yang satu memiliki skala dengan tanpa skala peta.

Rumus: 
P2 = (d1 : d2) P1
 
Keterangan:
d1 = jarak pada peta yang diketahui skalanya
d2 = jarak pada peta tanpa skala
P1 = skala peta yang diketahui
P2 = skala peta yang belum diketahui
 
Membandingkan Peta dengan Keadaan Sebenarnya
 
Rumus:
jarak pada peta : jarak sebenarnya
 
Menggunakan Garis Astronomis Pada Peta
Ketentuan yang harus diketahui:
1 derajat = 60 menit = kurang lebih 111 km pada daerah ekuator (khatulistiwa).
 
LATIHAN SOAL
  • Pada peta X yang berskala 1 : 800.000, jarak kota A - B pada peta 6 cm. Pada peta Y yang tidak memiliki skala, jarak kota A - B adalah 8 cm. Hitunglah skala pada peta Y!
  • Pada peta X yang berskala 1 : 1.2000.000, jarak kota A - B pada peta 20 cm. Pada peta Y yang tidak memiliki skala, jarak kota A - B adalah 120 cm. Hitunglah skala pada peta Y!
  • Jarak antara A - B pada peta tanpa skala 8 cm. Sedangkan jaraknya setelah diukur di permukaan bumi 48 km. Hitunglah skala peta tersebut!
  • Pada peta berskala 1 : 3.000.000, jarak kota X - Y pada peta tersebut 6 cm. Hitunglah jarak kota X - Y sebenarnya!
  • Sebuah mobil bergerak dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Waktu tempuh perjalanan tersebut adalah 1,5 jam. Jika pada sebuah peta tanpa skala jarak kota A - B adalah 4,5 cm, hitunglah skala peta tersebut!
  • Jarak kota A - B pada peta tanpa skala 5 cm. Secara astronomis, kota A berada pada 8 derajat 30 menit BT 3 derajat LS, dan kota B berada pada 7 derajat BT 3 derajat LS. Hitunglah skala peta tersebut!
  • Pada peta tanpa skala, kota X terletak pada 70 derajat BT 2 derajat 20 menit LS dan kota Y 70 derajat BT 3 derajat 20 menit LU. Jika jarak kota tersebut pada peta 5 cm, hitunglah skala peta tersebut!


Interaksi Antara Desa dengan Kota

DESA

DEFINISI DESA

Wiliam Ogburn (1953)
Keseluruhan organisasi kehidupan sosial pada suatu wilayah dengan batas-batas tertentu.

Sutardjo Kartohadikusumo (1953)
Kesatuan hukum yang menjadi tempat tinggal masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemerintahan sendiri.

Bintarto (1989)
Hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya (fisiografi, sosial, ekonomi, politik, kultur yang saling berinteraksi).

Misra (1962)
Desa bukan hanya kumpulan tempat tinggal, tetapi juga merupakan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu.

Definisi Desa menurut UU No. 32 Thn. 2004:
Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

CIRI-CIRI DESA

Menurut Paul H. Landis:
  • Penduduk kurang dari 2.500 jiwa.
  • Memiliki sifat pergaulan hidup yang saling mengenal antarpenduduk.
  • Memiliki ikatan perasaan yang sama terhadap kebiasaan.
  • Kegiatan sehari-hari bersifat agraris.

Menurut Daldjoeni:

  • Perbandingan antara luas lahan dengan penduduk cukup besar.
  • Lapangan pekerjaan yang paling dominan adalah agraris.
  • Hubungan antarwarga desa sangat akrab.
  • Penduduk masih mempertahankan tradisi lama.

Ciri-ciri desa secara universal:
  • Umumnya terletak sangat dekat dengan wilayah tani.
  • Kegiatan ekonomi didominasi bidang pertanian.
  • Corak kehidupan masyarakat ditentukan oleh faktor penguasaan tanah.
  • Populasi penduduk desa tidak dipengaruhi oleh penduduk datang, tetapi berdasarkan keturunan.
  • Terjadi kontrol sosial yang bersifat personal/pribadi dalam bentuk tatap muka.
  • Memiliki ikatan yang kuat sebagai satu paguyuban (gemeinschaft).

 UNSUR-UNSUR DESA
Wilayah
Meliputi lahan yang produktif dan tidak, termasuk unsur lokasi.

Penduduk
Berkaitan dengan jumlah, pertumbuhan, kepadatan, persebaran, dan mata pencahariannya.

Tata Kehidupan
Meliputi tata pergaulan, ikatan-ikatan pergaulan.

POTENSI DESA
Segala sumber daya yang dimiliki desa yang berupa:
  • Fisik (tanah, air, iklim, ternak, manusia).
  • Nonfisik (gotong royong, lembaga sosial, aparat desa).

Potensi desa kaitannya dengan perkembangan desa dan kota:

Unsur Lokasi Geografis
Faktor geografis menjadi potensi perkembangan desa.

Unsur Keadaan dan Kekayaan Alam
Lahan sebagai faktor utama dalam proses produksi.

Unsur Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Usia produktif sebagai potensi tenaga kerja.

Unsur Ideologi dan Politik
Penduduk desa memiliki ketaatan dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan ketentuan dan peraturan pemerintah.

Unsur Ekonomi
Interaksi dengan masyarakat luar terbentuk melalui proses ekonomi (pertukaran dan distribusi barang hasil pertanian dan perkebunan).

Unsur Sosial Budaya
Memiliki kekerabatan yang cukup kuat dan memegang norma adat dan agama cukup kuat.

Unsur Pertahanan dan Keamanan
Ketentraman dan ketertiban terjamin dengan rendahnya tingkat kriminalitas.

FUNGSI DESA

Sumber Pangan
Sebagai hinterland yang menyuplai kebutuhan kota.

Sumber Ekonomi
Sebagai sumber bahan mentah, tenaga kerja untuk kebutuhan kota.

Mitra Pembangunan Wilayah Kota
Sebagai sumber pangan dan ekonomi membuktikan adanya hubungan timbal-balik.

PERKEMBANGAN DESA
Potensi desa berpengaruh terhadap perkembangannya.
Perkembangan dan kemajuan desa merupakan wujud dari aktivitas penduduk dalam mengelola potensi desa.

Desa Swadaya (Desa Tradisional)
Desa yang pola kehidupannya masih bersifat tradisional.


Ciri-ciri:
  • Jenis mata pencaharian sejenis dan hasilnya untuk kebutuhan rumah tangga sendiri.
  • Adat istiadat masih bersifat mengikat terhadap kehidupan.
  • Hubungan antarmasyarakat terjalin sangat erat dan pengawasan sosial menjadi tanggung jawab keluarga.
  • Peralatan produksi masih sederhana.
  • Sarana dan prasaran masih sederhana. 
Desa Swakarya (Desa Transisi)
Desa yang sedang mengalami transisi dari desa swadaya ke swasembada.


Ciri-ciri:
  • Jenis mata pencaharian mulai beragam sehingga bertambahnya lapangan pekerjaan.
  • Adat istiadat mulai terpengaruh dari luar sehingga memengaruhi pola pikir.
  • Sudah ada teknologi sederhana untuk proses produksi.
  • Sarana dan prasarana mulai meningkat.
  • Tidak terisolasi. 
Desa Swasembada (Desa Berkembang)
Desa yang sudah banyak mengalami perkembangan.


Ciri-ciri:
  • Adat istiadat sudah tidak mengikat lagi terhadap kegiatan masyarakat.
  • Hubungan antarmasyarakat bersifat rasional.
  • Mata pencaharian sangat beragam.
  • Produktivitas sudah menggunakan teknologi modern.
  • Sarana dan prasarana sudah mulai lengkap.
KOTA

PENGERTIAN

Bintarto
Suatu jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis.

Louis Wirth
Permukiman yang besar, padat, dan permanen dengan penduduk yang heterogen kedudukan sosialnya.

Max Weber
Suatu tempat dapat disebut kota jika sebagian besar penduduknya telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dari pasar setempat dan barang yang didapat di pasar juga dibuat di daerah setempat dan hanya sebagian kecil saja yang dibawa dari desa.

Christaller
Pusat pelayanan yang berfungsi sebagai penyelenggaran dan penyedia jasa bagi wilayah sekitarnya.


CIRI-CIRI KOTA

           Ciri Fisik
  • Ada tempat khusus untuk pasar dan pertokoan. Jika dulu pasar daerah terbuka, kini berada di dalam gedung yang menyediakan beraneka ragam barang dikenal dengan pusat perbelanjaan. Pasar memiliki beberapa macam, yaitu:
    • Neighborhood centeres (melayani 7.500 – 20.000)
    • Comunnity centeres (melayani 20.000 – 100.000)
    • Regional centeres (melayani 100.000 – 250.000)
  • Ada tempat parkir.
  • Ada tempat rekreasi dan olahraga, yang terdiri atas:
    • Halaman bermain (playout)
    • Halaman bermain kelompok tetangga (neighborhood playground)
    • Lapangan bermain (playfield) disediakan untuk orang dewasa


Ciri Sosial
  • Terjadi pelapisan sosial ekonomi, seperti heterogenitas dalam pendidikan, status sosial dapat memicu adanya persaingan.
  • Munculnya sifat individualisme, seperti sifat gotong royong yang sudah sulit dijumpai.
  • Toleransi sosial. Aktivitas yang cukup tinggi mengurangi perhatian pada sesama.
  • Jarak sosial. Aktivitas yang cukup tinggi menyebabkan interaksi sosial dalam bentuk tatap muka berkurang.
  • Penilaian sosial, seperti latar belakang, status sosial, dan kondisi kehidupan kota memengaruhi perbedaan penilaian terhadap setiap gejala di kota.


JENIS-JENIS KOTA BERDASARKAN FUNGSI

  • Kota pusat produksi, dibedakan menjadi 2, yaitu:
    • Kota penghasil bahan mentah.
    • Kota industri
  • Kota pusat perdagangan
  • Kota pusat pemerintahan
  • Kota pusat kebudayaan
  • Kota pusat pendidikan
  • Kota pusat rekreasi dan kesehatan