Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Raffles di Indonesia (1811 - 1816)

Tanggal 11 September 1811, Raja Muda Lord Minto yang berkedudukan di India mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai wakil gubernur di Jawa dan bawahannya (Bengkulu, Maluku, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan). Tindakan-tindakan Raffles selama memerintah di Nusantara adalah:
  • Dalam Bidang Politik
    • Membagi Pulau Jawa ke dalam 16 karesidenan (provinsi), misalnya: Karesidenan Surakarta, Karesidenan Kedu, Karesidenan Madiun, Karesidenan Banyuwangi, dll.
    • Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka secara dapatkan turun-temurun. Mereka dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung di bawah kekuasaan pemerintah pusat.
  • Dalam Bidang Ekonomi
    • Petani diberi kebebasan untuk menanam jenis tanaman.
    • Penghapusan pajak hasil bumi dan sistem penyerahan wajib yang sudah diterapkan sejak zaman VOC.
    • Menerapkan sistem sewa tanah.
  • Dalam Bidang Sosial
    • Penghapusan kerja rodi (kerja paksa).
    • Penghapusan perbudakan.
    • Peniadaan pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.
  • Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
    • Menulis buku History of Java. Dalam menulis buku tersebut, Raffles dibantu oleh juru bahasanya Raden Ario Notodiningrat dan Notokusumo II.
    • Ditemukannya bunga Rafflesia arnoldi.
    • Dirintisnya Kebun Raya Bogor.

Berakhirnya kekuasaan Thomas Stamford Raffles di Nusantara (Indonesia) ditandai dengan adanya Covention of London tahun 1814 yang isinya: Nusantara (Indonesia) dikembalikan kepada Belanda. Inggris melalui John Fendell secara resmi menyerahkan kembali Indonesia kepada Belanda pada tahun 1816.

Tanam Paksa

Ketika Indonesia jatuh ke tangan pemerintah kolonial Belanda, gubernur jenderal yang memerintah adalah Johanes van den Bosch. Ia diberi tugas untuk mencari uang sebanyak-banyaknya di tanah jajahan Indonesia untuk mengisi kekosongan kas negeri Belanda akibat perang, seperi Perang Diponegoro, Perang Padri. Untuk dapat memenuhi tugas tersebut, maka Johanes van den Bosch mencetuskan sistem tanam paksa (cultuur stelsel), di mana petani diwajibkan untuk menanam jenis tanaman yang laku di pasaran internasional, seperti kopi. Sistem tanam paksa mulai diberlakukan di Indonesia mulai tahun 1830 - 1870.

ATURAN-ATURAN DALAM SISTEM TANAM PAKSA
  • Penduduk desa diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami jenis tanaman paksa.
  • Tanah yang dipakai untuk jenis tanaman paksa dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
  • Hasil dari tanaman tersebut diserahkan kepada Pemerintah Hindia Belanda. Jika harganya ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar rakyat, maka kelebihan itu diberikan kepada penduduk.
  • Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman tersebut tidak boleh melebihi pekerjaan untuk menanam padi (60 hari).
  • Wajib tanam paksa dapat diganti dengan penyerahan tenaga kerja ke pabrik selama 65 hari dalam setahun.
  • Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan petani menjadi tanggung jawab pemerintah.

PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN TERHADAP ATURAN SISTEM TANAM PAKSA
  • Luas tanah yang disediakan penduduk lebih dari seperlima tanah mereka. Seringkali tanah tersebut sepertiga, bahkan semua tanah desa digunakan untuk tanam paksa.
  • Pengerjaan tanaman ekspor seringkali jauh melebihi pengerjaan tanaman padi.
  • Pajak tanah masih dikenakan pada tanah yang digunakan untuk proyek tanam paksa.
  • Kelebihan hasil panen setelah diperhitungkan dengan pajak tidak dikembalikan kepada petani.
  • Kegagalan panen menjadi tanggung jawab petani.

Guna menjamin agar para bupati dan kepala desa menunaikan tugasnya dengan baik, pemerintah kolonial memberikan perangsang yang disebut cultuur procenten di samping penghasilan tetap. Cultuur procenten adalah bonus dalam persentase tertentu yang diberikan kepada para pegawai Belanda, para bupati, dan kepala desa apabila hasil produksi di suatu daerah mencapai atau melampaui target yang dibebankan.

AKIBAT-AKIBAT SISTEM TANAM PAKSA
  • Bagi Belanda
    • Belanda mendapatkan keuntungan yang besar, antara 3 sampai 18 juta golden. Hal ini disebabkan meningkatnya hasil tanaman ekspor dari negeri jajahan dan dijual Belanda di pasaran Eropa.
    • Perusahaan pelayaran Belanda yang semula kembang-kempis, tetapi pada masa tanam paksa mendapat keuntungan yang besar.
    • Pabrik-pabrik gula yang semula diusahakan oleh kaum swasta Cina, kemudian juga dikembangkan oleh pengusaha Belanda karena keuntungannya besar.
  • Bagi Indonesia
    • Kemiskinan dan penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan bahkan kematian.
    • Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru.
    • Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor.

REAKSI TERHADAP SISTEM TANAM PAKSA
Reaksi atas pelaksanaan sistem tanam paksa datang dari golongan liberalis Belanda, antara lain Baron van Hoevel, Vitalis, Eduard Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli artinya telah banyak menderita. Ia menulis buku berjudul Max Havelaar atau lelang kopi persekutuan dagang Belanda. Tulisan tersebut mengisahkan penderitaan Saijah dan Adinda akibat tanam paksa di Lebak, Banten. Karena reaksi-reaksi tersebut, secara berangsur-angsur pemerintah mulai mengurangi pemerasan lewat tanam paksa dan digantikan oleh politik ekonomi liberal. Tonggak berakhirnya tanam paksa adalah dikeluarkannya UU Pokok Agraria tahun 1870.

Berkembangnya Nasionalisme di Indonesia

PENGERTIAN
Nasionalisme adalah suatu paham yang mengajarkan kepada rakyatnya untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

PENGERTIAN MENURUT BEBERAPA TOKOH
  • Hans Kohn: nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi rakyat yang diserahkan kepada negara kebangsaan.
  • Otto Bouer: nasionalisme akan muncul apabila adanya persamaan nasib akibat penjajahan.
  • Ernest Renan: nasionalisme akan muncul apabila ada dorongan dari rakyat untuk bersatu.

FAKTOR PENDORONG MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA PADA AWAL ABAD KE-20
  • Faktor Intern
    • Adanya kenangan kejayaan masa lampau bangsa Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
    • Adanya penderitaan rakyat akibat adanya penjajahan oleh Belanda.
    • Munculnya golongan cendikiawan atau golongan terpelajar.
    • Adanya kemajuan dalam diri rakyat Indonesia dalam bidang:
      • Politik: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional.
      • Ekonomi: ditandai dengan munculnya kesadaran rakyat Indonesia untuk memajukan perdagangan kaum pribumi.
      • Sosial Budaya: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk memajukan kebudayaan pribumi dalam rangka mencegah pengaruh negatif dari budaya barat.
    • Adanya perkembangan dalam bidang media komunikasi (pers/surat kabar).
  • Faktor Ekstern
    • Adanya kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905.
    • Adanya perkembangan nasionalisme di India. Tokoh nasionalisme dari India adalah Mahatma Gandhi yang memiliki ajaran:
      • Ahimsa: anti peperangan atau anti kekerasan.
      • Hartal: mogok tau tidak berbuat apapun meskipun masuk kantor.
      • Swadeshi: menggunakan produk dalam negeri/tidak menggunakan produk dari pemerintah kolonial Inggris.
      • Satyagraha: tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Inggris.
      • Purna Swaraj: mencapai kemerdekaan sepenuhnya.

Kolonialisme dan Imperialisme

KOLONIALISME
Pengertian
Secara etimologis, istilah kolonialisme berasal dari kata colunus yaitu petani, dan colonia artinya tanah. Sistem koloni pertama kali diperkenalkan di Yunani untuk menggambarkan adanya perpindaha para petani dari daerah yang tandus ke daerah yang subur. Menurut Andre Gunder Frank, kolonialisme adalah perpindahan sumber daya alam dari daerah terkoloni ke daerah pengkoloni. Secara umum, kolonialisme dapat diartikan sebagai paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang mengakibatkan terjadinya perpindahan sumber daya alam dari negara terkoloni ke negara pengkoloni. Contoh: Belanda, Portugis, dan Spanyol. 
Bentuk-bentuk Kolonialisme
Kolonialisme Eksploitasi
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan terkuras habis sumber daya alam negara yang dijajah. Contoh: Belanda terhadap Indonesia.  
Kolonialisme Deportasi
Bentuk kolonialisme yang tujuan penguasaan suatu daerah lain untuk membuang para narapidana. Contoh: Inggris menguasai Australia.  
Kolonialisme Penduduk
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan tersingkirnya penduduk asli. Contoh: Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.  
Kolonialisme Kelebihan Penduduk
Bentuk kolonialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk menampung kepadatan penduduk. Contoh: Italia, Jepang.  
Kolonialisme Sekunder 
Bentuk kolonialisme di mana daerah yang dikuasai akan dijadikan untuk kepentingan militer atau strategi perang, misalnya untuk pangkalan militer.

IMPERIALISME
Pengertian
Secara etimologis, imperialisme berasal dari bahasa Latin, yaitu imperare yang artinya memerintah. Dengan demikian, salah satu ciri imperialisme adalah adanya pemerintahan jajahan. Secara umum, pengertian imperialisme adalah paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang dilakukan dengan membentuk pemerintahan jajahan dengan tujuan untuk menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer. Istilah imperialisme muncul pertama kali di Inggris pada abad ke-19, ketika Disraell menjadi Perdana Menteri Inggris. 
Macam-macam Imperialisme
Berdasarkan Waktu Munculnya
Imperialisme Kuno
Waktu: sebelum terjadinya Revolusi Industri di Inggris tahun 1760.
Tujuan: 3G, yaitu:
  • Gold (mencari emas atau sumber daya alam)
  • Gospel (menyebarkan agama)
  • Glory (mencari kejayaan bangsa)
Contoh: Portugis, Spanyol, Belanda.   
Imperialisme Modern
Waktu: setelah Revolusi Industri sampai Perang Dunia II.
Tujuan: menguasai suatu negara atau daerah untuk dijadikan sebagai:
  • Tempat mencari sumber bahan baku industri
  • Tempat penanaman modal
  • Tempat menampung kepadatan penduduk
  • Tempat pemasaran hasil industri
Contoh: Inggris, Jepang.  
Imperialisme Ultra Modern
Waktu: setelah Perang Dunia II sampai sekarang.
Tujuan: menguasai aspek kepribadian, mentalitas, ideologi masyarakat dari negara yang dikuasai.
Contoh: perang dingin, terorisme, narkoba. 
Berdasarkan Tujuan Penguasaannya
Imperialisme Politik
Bentuk imperialisme di mana penjajah menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain. Imperialisme jenis ini dilakukan dalam bentuk proktektorat. Contoh: Inggris menguasai Singapura, India, Australia, Malaysia, dan negara tersebut dijadikan negara proktektorat Inggris.   
Imperialisme Ekonomi
Imperialisme yang bertujuan untuk menguasai aspek perekonomian dari negara yang dikuasai. Contoh: Jepang menguasai perekonomian Indonesia dengan menerapkan sistem dumping.   
Imperialisme Kebudayaan
Imperialisme yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan ke negara yang dijajah, misalnya pemaksaan tradisi seikerei oleh Jepang, penggunaan bahasa Inggris di negara yang dijajah seperti di Amerika Serikat, Australia, dan lain-lain.   
Imperialisme Militer
Suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk kepentingan perang, misalnya untuk pangkalan militer.

Mendefinisikan Sejarah

ESENSI DEFINISI SEJARAH
  • Peristiwa atau kejadian yang berupa pengalaman manusia.
  • Kehidupan manusia
  • Pada masa lampau, yaitu mulai dari detik yang lalu.

Dengan masa lampau, jumlah peristiwa yang terjadi sangat banyak. Tidak mungkin semua peristiwa yang telah terjadi dijadikan sejarah. Perlu diadakan seleksi atas peristiwa sejarah. Alat yang digunakan untuk menyeleksi peristiwa sejarah adalah kepentingan dan kebermaknaan bagi orang banyak.

UNSUR-UNSUR POKOK SEJARAH
  • Manusia
  • Ruang atau tempat
  • Waktu

SIFAT-SIFAT PERISTIWA SEJARAH
  • Unik, hanya terjadi sekali saja.
  • Abadi, peristiwa tidak berubah.
  • Penting, penentu jalan sejarah selanjutnya.

WAKTU - SEJARAH - PERUBAHAN - KEBUDAYAAN
Menurut Galbraith, jika waktu berhenti, sejarah juga berhenti, dan akhirnya kebudayaan pun akan berhenti.
  • Waktu, sebagai peristiwa atau kejadian sejarah.
  • Sejarah, terbentuk dari peristiwa tang terjadi.
  • Perubahan, setiap ada sejarah pasti akan ada perubahan sebagai akibatnya.

KONSEP-KONSEP SEJARAH
Sebab - Akibat
Tidak pernah akan ada akibat tanpa sebab. Sebab dan akibat dalam suatu peristiwa tidak pernah bersifat tunggal. 
Kontinuitas - Diskontinuitas
Suatu peristiwa bisa ditinjau dari aspek kontinuitas maupun diskontinuitas (kesinambungan dan ketidaksinambungan). 
Pengulangan
Pengulangan sebagai suatu peristiwa dalam sejarah tidak dikenal, tetapi hanya dikenal pengulangan makna. 
Kronik - Anakronisme
Sejarah disusun secara kronologis (kronik), dan yang tidak kronologis (anakronisme). 
Perubahan - Perkembangan
Perubahan dan perkembangan sama-sama memiliki gerak atau dinamika. Sedangkan perbedaan perubahan dan perkembangan yaitu:
  • Perubahan bisa dari faktor intern dan ekstern. Perkembangan hanya dari faktor intern saja.
  • Perubahan bisa positif dan negatif. Perkembangan berakibat positif.

SEJARAH SEBAGAI ILMU
  • Memiliki objek.
  • Sistematis.
  • Rasional - objektif.
  • Memiliki metode.

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA
  • Bersifat fakta.
  • Memenuhi tiga unsur utama sejarah.
  • Objektif.

SEJARAH SEBAGAI KISAH
  • Ada peristiwa di masa lampau yang dikisahkan kembali oleh orang pada zaman atau generasi berikutnya.
  • Bersifat argumentatif atau naratif.
  • Memenuhi tiga unsur utama sejarah.
  • Subjektif.

HISTORIOGRAFI
Historiografi adalah suatu cara atau bentuk penulisan sejarah. Macam-macam historiografi:
Istanasentris
Saat Indonesia di bawah kerajaan-kerajaan nasional, mulai abad ke-5 Masehi yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Pada zaman ini, seorang penulis historiografi disebut sebagai pujangga. Contoh: Mpu Tantular, Mpu Prapanca, Jayabaya, dan lain-lain. 
Politik
Sejak Indonesia dijajah bangsa asing dan sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945. 
Multidimensional
Multi-aspek dan multi-subjek. 

Persamaan historiografi istanasentris dengan politik dapat dilihat dari aspek yang dituliskan paling banyak berbau politik. Selain itu, subjek yang ditampilkan paling banyak kaum elite atau bangsawan. Sedangkan, perbedaan historiografi istanasentris dengan politik dapat dilihat dari isinya. Kalau istanasentris umumnya berisi seperti perluasan daerah kekuasaan kerajaan. Sedangkan politik umumnya berisi seperti perluasan daerah penjajahan, gubernur jenderal, dan lain-lain.

METODE DALAM SEJARAH
Metode Komparasi (Perbandingan)
Membandingkan dua atau lebih peristiwa sejarahnya. Bertujuan untuk menemukan hal-hal yang sama dan yang berbeda. 
Metode Tipologi
Menentukan umur relatif benda peninggalan sejarah dengan melihat bentuk atau tipe benda itu. Umumnya, benda yang sederhananya umurnya tua, sedangkan benda yang rumit/kompleks umurnya lebih muda. 
Metode Stratigrafi
Menentukan umur relatif benda peninggalan sejarah dengan melihat letak benda di dalam lapisan tanah. Benda yang di lapisan tanah bawah umumnya tua, benda yang di lapisan tanah atas umurnya lebih muda.

Perjuangan Membebaskan Irian Barat

Salah satu isi KMB, yaitu status Irian Barat ditunda setahun sesudah pengakuan kedaulatan. Menurut Indonesia, Irian Barat akan diserahkan. Sedangkan menurut Belanda, Irian Barat akan dibicarakan terlebih dahulu. Hal ini menimbulkan perdebatan di antara Indonesia dan Belanda mengenai status kepemilikan Irian Barat. 


PERJUANGAN MELALUI JALUR DIPLOMASI
  • Bilateral
    • Maret 1950 diadakan Konferensi Uni-Indonesia di Jakarta. Membahas Irian Barat dan ketatanegaraan. Hasilnya gagal. Kemudian dibentuk komite dengan anggota Muhammad Yamin, Latuharhary, dan Makaliwy dari Indonesia, serta G.H. Vander Kolff, R. van Dijk, dan J.M. Pieters dari Belanda.
    • Desember 1950 diadakan Konferensi di Den Haag, Belanda. Hasilnya juga gagal.
    • Setahun kemudian (Desember 1951), diadakan kembali Konferensi Uni-Indonesia. Karena Belanda mengajukan agar masalah Irian Barat dibicarakan di Mahkamah Internasional, sedangkan Indonesia menginginkan di Majelis Umum PBB, maka hasil konferensi tersebut gagal juga.
  • Multilateral (Melalui Forum PBB)
    • Pada tanggal 21 September 1954, masalah Irian Barat dibicarakan dalam sidang PBB. Hasilnya gagal.
    • Pada tanggal 10 Desember 1954, Resolusi Irian Barat yang disponsori India gagal, sehingga Irian Barat bukan urusan PBB lagi.


PERJUANGAN MELALUI JALUR KONFRONTASI
10 Agustus 1954
Pembubaran Uni Indonesia-Belanda. 
3 Mei 1956
Indonesia membatalkan perjanjian KMB. 
4 Agustus 1956
Menolak utang Belanda. 
18 November 1957
Rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta.

Tindak lanjut rapat pembebasan Irian Barat:
  • Aksi mogok para buruh terhadap perusahaan Belanda.
  • Melarang semua terbitan bahasa Belanda.
  • Melarang KLM (pesawat Belanda) terbang.
  • Menutup semua konsuler Belanda di Indonesia.
  • Nasionalisasi perusahaan Belanda.
  • Pembentukan Provinsi Irian Barat dengan Sultan Abidin Syah sebagai gubernur.


TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA)
17 Agustus 1960
Pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda. 
30 September 1960
Soekarno berpidato di sidang Majelis Umum PBB dengan judul "Membangun Dunia Kembali". 
5 April 1961
Belanda membentuk Dewan Papua.
September 1961
Belanda mengumumkan berdirinya negara Papua Barat. 
19 Desember 1961
Soekarno mengumandangkan Trikora di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Isi Trikora:
  • Gagalkan pembentukan Negara Papua buatan Belanda.
  • Kibarkan bendera merah-putih di Irian Barat.
  • Mempersiapkan mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.


PEMBENTUKAN KOMANDO BARAT PEMBEBASAN IRIAN BARAT
Dengan dipimpin oleh Mayjen Soeharto di Makassar, dibentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dengan tujuan merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan operasi militer, serta mengembangkan situasi militer di Irian Barat. Pahlawan perang Trikora adalah Yos Sudarso, Komandan KRI Macan Tutul yang gugur di Laut Arafuru. Tahapan Operasi Mandala:
Infiltrasi (1962)
Menyusup ke Papua. 
Eksploitasi (1963)
Serangan untuk menduduki pos militer musuh. 
Konsilidasi (1964)
Menegakkan kekuasaan Indonesia di Irian Barat.


PROSES KEMBALINYA IRIAN BARAT KE DALAM WILAYAH NKRI 
6 Maret 1962
Sekjen PBB, U Thant mengirim Elsworth Bunker untuk menengahi perselisihan Indonesia dengan Belanda dalam bentuk Proposal Bunker yang berisi:
  • Belanda harus menyerahkan Irian Barat melalui PBB.
  • Rakyat Irian Barat diberi kesempatan menentukan pendapat setelah beberapa tahun di bawah kekuasaan RI. 
15 Agustus 1962
Persetujuan New York ditandatangani di Markas Besar PBB yang berisi:
  • Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada UNTEA paling lambat 1 Oktober 1962.
  • Pasukan Indonesia yang ada di Irian Barat berada di bawah UNTEA. Pasukan Belanda dipulangkan.
  • Bendera RI mulai dikibarkan di samping bendera PBB sejak 31 Desember 1962.
  • Pemerintah RI secara resmi akan menerima pemerintahan Irian Barat dari UNTEA selambat-lambatnya 1 Mei 1963.
  • Pemerintah RI mengadakan perpera (penentuan pendapat rakyat) pada akhir 1969. 
1 Mei 1963
Serah terima Irian Barat kepada RI di Hollandia (sekarang Jayapura).  
24 Maret - 4 Agustus 1969
Diadakan perpera.  
November 1969
Hasil perpera di bawa ke sidang umum PBB ke-24 oleh Ortis Sanz. 

Kehidupan Manusia Purba di Indonesia

MASA BERBURU DAN MERAMU
Kehidupan manusia pada masa berburu dan meramu selalu berpindah-pindah, atau nomaden karena selalu semncari binatang buruan dan bahan makanan yang disediakan oleh alam. Alat-alat yang digunakan manusia purba pada saat itu antara lain kapak perimbas, alat serpih dan kapak genggam. Kehidupan manusia purba pada masa ini disebut sebagai food gathering, karena sifatnya masih mengumpulkan makanan yang disediakan oleh alam tanpa harus menanam atau mengolah tanah terlebih dahulu.

MASA BERCOCOK TANAM
Kehidupan manusia terus berkembang yang kemudian mengenal bercocok tanam. Namun, kegiatan berburu dan meramu tidak sepenuhnya ditinggalkan. Upaya manusia masa ini dalam memperoleh lahan untuk bercocok tanam adalah dengan membuka hutan, yaitu dengan menebang tumbuhan di tempat tersebut. Sistem kehidupan manusia pada masa ini sudah mulai tinggal menetap pada suatu perkampungan dan rumahnya berbentuk panggung. Tujuan dibentuknya rumah berbentuk panggung adalah:
  • Menghindari bahaya banjir.
  • Menghindari serangan binatang buas.
  • Menghindari serangan musuh dari kelompok lain.

Alat-alat yang digunakan manusia purba pada masa ini adalah mata panah, gerabah, beliung persegi dan kapak lonjong besar. Kehidupan manusia purba pada masa ini disebut food producing karena manusia pada saat itu telah mampu menghasilkan atau memproduksi makanan sendiri dengan bercocok tanam.

MASA PERTUKANGAN (PERUNDAGIAN)
Alat-alat yang dihasilkan pada masa pertukangan antara lain:
Nekara 
Benda yang dibuat menyerupai tambur atau berbentuk seperti dandang terbalik. Nekara digunakan sebagai salah satu alat upacara adat dan dipandang sebagai benda pusaka suci.
Kapak Perunggu
Dibuat dari perunggu dan pada umumnya di bagian atasnya bercabang dua dan bentuknya menyerupai corong, sedangkan di bagian depan bentuknya oval seperti ujung sepatu.
Moko/Mako
Neara berukuran agak kecil dan lebih ramping. Moko banyak dijumpai di daerah Flores, Nusa Tenggara.
Benda Lainnya 
Benda lain yang ditemukan antara lain bejana perunggu, patung perunggu, gelang, cincin perunggu, manik-manik, gerabah dan mata tombak.

MASA MENGENAL SISTEM KEPERCAYAAN
Sistem kepercayaan yang paling tua dan berkembang sejak zaman pra-aksara:
  • Animisme (roh nenek moyang)
  • Dinamisme (benda-benda gaib)
  • Totemisme (binatang yang dianggap suci)
  • Shamanisme (pemujaan terhadap pelaksana upacara ritual)

Manusia purba dalam upaya melaksanakan upacara ritual membutuhkan sarana. Untuk itu, manusia purba membuat bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran yang sama. Benda-benda yang sudah dibuat oleh manusia purba pada masa ini, antara lain: menhir, dolmen, peti kubur batu, sarkofagus, waruga, patung nenek moyang, dan punden berundak.

Pembentukan Alat Kelengkapan Negara Indonesia

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia belum siap untuk menjadi sebuah negara yang utuh karena belum memiliki alat kelengkapan negara, seperti presiden, konstitusi, menteri, gubernur, tentara kebangsaan, dan sebagainya. Untuk itu, PPKI sebagai organisasi bentukan Jepang diharapkan dapat membentuk aparatur negara Indonesia. PPKI sudah mengadakan sidang sebanyak tiga kali yang bertugas membentuk aparatur negara. Ketiga sidang tersebut akan dibahas secara rinci pada alinea selanjutnya.

SIDANG PERTAMA PPKI (18 Agustus 1945)
Hasil yang didapat:
  • Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945.
  • Memilih presiden dan wakil presiden.
  • Sebelum terbentuknya MPR, pekerjaan presiden untuk sementara dibantu oleh Komite Nasional.

Pemilihan presiden dan wakil presiden ditunjuk secara aklamasi oleh Otto Iskandar Dinata. Beliau memilih Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama. Sementara itu, sebelum UUD 1945 disahkan, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam UUD 1945, yaitu:
  • Kalimat pembukaan UUD 1945. "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya" diubah menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa".
  • Bab 2 Pasal 6. "Presiden adalah orang Indonesia asli beragama Islam" diubah menjadi "Presiden adalah orang Indonesia asli".

SIDANG KEDUA PPKI (19 Agustus 1945)
Hasil yang didapat:
  • Menetapkan 12 kementerian.
  • Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi.

Kabinet pertama dipimpin oleh Presiden Soekarno dan diumumkan pada tanggal 2 September 1945. Sementara itu, berikut adalah daftar 8 provinsi pertama yang dibentuk pada awal kemerdekaan Indonesia beserta gubernurnya:
  • Sumatra. Teuku Mohammad Hassan.
  • Jawa Barat. Sutardjo Kartohadikusumo.
  • Jawa Tengah. Pandji Soeroso.
  • Jawa Timur. R.A. Soeryo.
  • Kalimantan. Pangeran Mohammad Noor.
  • Sulawesi. dr. Ratulangie.
  • Sunda Kecil. I Gusti Ketut Pudja.
  • Maluku. Mr. Latuharhary.

SIDANG KETIGA PPKI (22 Agustus 1945)
Hasil yang didapat:
Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah (KNIP dan KNID)
KNI bertujuan melaksanakan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan pemerintahan yang berkedudukan rakyat dan berfungsi sebagai DPR sebelum DPR terbentuk. KNIP berkedudukan di Jakarta, sedangkan KNID berkedudukan di tiap-tiap provinsi. Para anggota KNIP dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945. Berikut daftar kepengurusan KNIP:
  • Ketua: Kasman Singodimejo.
  • Wakil I: Sutardjo Kartohadikusumo.
  • Wakil II: Latuharhary.
  • Wakil III: Adam Malik.  
Pembentukan Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Palang Merah Indonesia (PMI)
PNI yang diketuai Ir. Soekarno pembentukannya ditunda hingga tanggal 31 Agustus 1945. Adapun PMI dibentuk pada tanggal 17 September 1946 yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta. 
Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR)
BKR bertugas memelihara keselamatan rakyat. Pembentukan BKR secara resmi diumumkan pemerintah pada tanggal 23 Agustus 1945. Pada tanggal 5 Oktober 1945, Soekarno mengeluarkan maklumat membentuk berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bermarkas di kota Yogyakarta dengan kepala staf TKR Oerip Soemohardjo dan Panglima TKR Supriyadi. Namun, Supriyadi digantikan oleh Jend. Soedirman. Berikut perkembangan Tentara Kebangsaan Indonesia:
  • Badan Keamanan Rakyat (22 Agustus 1945).
  • Tentara Keamanan Rakyat (5 Oktober 1945).
  • Tentara Republik Indonesia (24 Januari 1946).
  • Tentara Nasional Indonesia (3 Juli 1947).

Tindakan Heroik Melawan Jepang di Indonesia

YOGYAKARTA
Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945. Mereka memaksa pihak Jepang untuk menyerahkan semua kantor mereka kepada orang Indonesia. Akhirnya, kantor tersebut berhasil dikuasai pada tanggal 7 Oktober 1945.

SEMARANG
Tanggal 15 - 20 Oktober 1945 terjadi pertempuran di Semarang yang kemudian dikenal sebagai "Pertempuran Lima Hari". Insiden ini bermula dari wafatnya dr. Kariadi yang sedang memeriksa keadaan air minum di Candi yang diisukan telah diracuni oleh Jepang.

MAKASSAR
Bersama dr. Ratulangie, rakyat merebut studio radio dan markas polisi Jepang pada tanggal 28 Oktober 1945.

GORONTALO
Pada tanggal 13 September 1945, para pemuda Gorontalo merebut markas Jepang.

PULAU SUMBAWA
Pada bulan Desember 1945, para pemuda merebut senjata dari Jepang. Terjadi bentrokan di wilayah Gempe, Sape, dan Raba.

BALI
Pada tanggal 13 Desember 1945, secara serentak melakukan penyerangan terhadap Jepang, tetapi mengalami kegagalan karena persenjataan Jepang yang lebih kuat dari persenjataan rakyat Bali.

BANDA ACEH
Tanggal 6 Oktober 1945, masyarakat Aceh membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Enam hari kemudian, pihak Jepang melarang berdirinya organisasi itu. Akhirnya, terjadi peluncutan senjata di Langsa, Lho Nga, dan Ulee Lheue.

PALEMBANG
Dibawah pimpinan dr. A.K. Gani, Residen Sumatra Selatan, rakyat melakukan upacara pengibaran bendera merah putih pada tanggal 8 Oktober 1945. Pada saat itu, tidak terjadi insiden karena orang Jepang telah menghindar ketika terjadi demonstrasi.

BALIKPAPAN
Pada tanggal 14 November 1945, sekitar 8.000 orang berkumpul di depan markas sekutu sambil membawa bendera merah putih.

LAMPUNG
BKR (Badan Keamanan Rakyat) dan para pemuda berhasil meluncuti senjata Jepang di Teluk Betung, Kalianda, dan Manggala.

BANDUNG
Para pemuda berhasil merampas panser Jepang, senjata di gudang dan pabrik senjata di Lapangan Terbang Andir (sekarang bernama Bandara Husein Sastranegara).

SURABAYA
Bulan September 1945, rakyat Surabaya merebut senjata di gudang Don Bosco dan pemancar radio di Embong, Malang, Jawa Timur. Pada tanggal 1 Oktober 1945, rakyat merebut Markas Kempetai (polisi rahasia) di Surabaya.

JAKARTA
BKR dan para pemuda menyerbu gudang senjata Jepang di Cilandak.

SURAKARTA
Terjadi pertempuran rakyat Surakarta dengan Jepang di Markas Kempetai Surakarta, Jawa Tengah.

Sejarah Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober itu tidak muncul dengan sendirinya. Bila dilihat dari sejarahnya, Sumpah Pemuda dimulai ketika sekelompok pemuda merasa perlu ada sebuah perekat dan pemersatu agar bangsa kita lebih kuat untuk merebut kemerdekaan Indonesia. 

KONGRES PEMUDA INDONESIA
Sumpah pemuda merupakan sumpah setia dari hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Pemuda l dan Kongres Pemuda II. Nah, melalui kongres itulah kita bisa mengenal Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta, pada 30 April—2 Mei 1926. Di kongres itu, mereka membicarakan pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan. Kemudian, pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia kembali mengadakan Kongres Pemuda II. Pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh peserta membacakan Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. 

RUMUSAN SUMPAH PEMUDA
Rumusan itu ditulis Mohammad Yamin di sebuah kertas saat mendengarkan pidato dari Mr. Sunario pada hari terakhir kongres. Inti dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia.

SUMPAH PEMUDA
Pertama: Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. 
Ketiga : Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

TOKOH YANG TERLIBAT
Banyak tokoh yang menjadi peserta dalam Kongres Pemuda I dan II. Mereka datang mewakili berbagai organisasi pemuda yang ada saat itu. Di antaranya ada yang menjadi pengurus, seperti Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) sebagi ketua dan wakilnya, R.M. Djoko Marsaid (Jong Java). 

Sementara Mohammad Yamin dari Jong Sumateranen Bond sebagai sekretaris dan bendaharanya Amin Sjarifuddin (Jong Bataks Bond). Mereka juga dibantu oleh Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R. Katja Soengkana (Pemuda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johanes Leimena (Jong Ambon), dan Rochjani Soe’oed (Pemuda Kaum Betawi). Sumpah Pemuda dan kemerdekaan kelahiran Sumpah Pemuda menjadi senjata yang ampuh untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kesadaran para pemuda Indonesia saat itu pun semakin kuat karena mereka tidak berjuang sendiri. Jadi, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Koran Berani Edisi 27 Oktober 2009

Wali Songo

MAULANA MALIK IBRAHIM (SUNAN GRESIK)
Berasal dari Persia. Datang ke Pulau Jawa sebelumnya singgah di Campa, Kamboja. Beliau memperkenalkan budi pekerti Islam pada masyarakat Majapahit. Wafat pada tahun 1419 M dan dimakamkan di Gresik.

RADEB RAKHMAT (SUNAN AMPEL)
Datang ke Majapahit dan Campa. Menikah dengan Nyi Ageng Manila, putri bupati Tuban. Mendirikan Pesantren Ampeldenta dan dimakamkan di sana juga. Ajarannya yang terkenal yaitu Mo Limo, isinya sebagai berikut:
  • Emoh main (tidak berjudi)
  • Emoh ngumbih (tidak minum minuman keras)
  • Emoh madat (tidak makan ganja)
  • Emoh maling (tidak mencuri)
  • Emoh madon (tidak berzinah)

MAKHDUM IRAMIN (SUNAN BONANG)
Berkarya di Bonang, Tuban, Jawa Timur. Anak dari Sunan Ampel. Mendirikan Pesantren Watu Layar. Menciptakan "Gending Sekaten" dan "Tembang Mocopat".

MASIH MUNAT (SUNAN DRAJAT)
Anak dari Sunan Ampel. Berkarya di daerah Sedayu, Jawa Timur. Menciptakan "Gending Pangkor" dan menyantuni orang yatim dan orang sakit.

RADEN PAKU (SUNAN GIRI)
Berasal dari Blambangan, Jawa Timur. Merupakan sahabat Sunan Ampel. Mendirikan pesantren di Giri. Mengirim mubalig di daerah Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Beliau dimakamkan di Giri.

RADEN JAKA SAID (SUNAN KALIJAGA)
Berkarya keliling dan tidak menetap. Menciptakan "Dandang Gulo" dan "Semarangan". Memprakarsai Grebek Maulid. Menciptakan gong sekaten dan bedung masjid.

JAFAR SADIQ (SUNAN KUDUS)
Panglima Demak. Mendirikan pusat dakwah al-quds. Menciptakan "Gending Amarandana".

RADEN PRAWOTO/RADEN UMAR SAID (SUNAN MURIA)
Pusat dakwa di Gunung Muria, Jawa Tengah. Menggunakan gamelan. Menciptakan "Gending Sinom" dan "Kinanti".

SYARIEF HIDAYATULLAH (SUNAN GUNUNG JATI)
Berasal dari Pasai (Aceh). Beliau merupakan satu-satunya Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, yaitu di sekitar Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.