Musik Blues (Musik Rintihan)
Musik blues lahir di kalangan orang Afrika yang dipaksa untuk menjadi budak di Amerika. Karena itu, nada-nada baitnya selalu terdengar seperti rintihan/seperti orang yang sedang berkeluh kesah. Pada zaman modern, musik yang semua menjadi milik warga kulit hitam di Amerika ini, kemudian menjadi terkenal. Saat ini, kita mengenal Eric Clapton (kulit putih) yang diakui sebagai pendekar gitar dalam musik blues.
Ciri khas musik ini terletak pada vokal yang serak serta berat yang melantunkan nada-nada seperti orang yang sedang berbicara dengan keluh kesah. Selain itu, cirinya terdapat juga pada suara gitarnya yang terdengar seperti sedang meraung-raung. Oleh karena itu sering disebut raungan gitar.
Musik Jazz (Musik Pembebasan Jiwa)
Datangnya abad jazz di tahun 1920-an juga berasal dari keturunan kulit hitam (Negro) di Amerika. Buku-buku tentang jazz sering mengatakan bahwa kita tak perlu tahu musiknya untuk memahami rasanya. Masih berkaitan dengan latar belakang perbudakan, musik jazz memiliki hakikat, yaitu pembebasan jiwa.
Hakikat jazz, pembebasan jiwa tampak dalam improvisasi yang menjadi ciri khasnya. Namun, lebih dari sekadar berimprovisasi, bila kita mendengar musik jazz, kita akan mendengarkan instrumen yang berdialog, masing-masing instrumen berimprovisasi dengan bebas, tapi mereka tidak berdiri sendiri-sendiri karena terdengar seolah-olah sedang bercakap-cakap satu sama lain.
Bila dalam musik blues kita mendengar kekhasan gitar dan vokalnya, pada musik ini kekhasan itu terletak pada piano, bass, gitar dan suara alat tiup, seperti saxophone atau terompet.
Pada saat ini, improvisasi jazz sering digabungkan dengan alat musik tradisional, misalnya gamelan Jawa yang melahirkan etno jazz, seperti yang tampat dalam permainan band Krakatau dari Indonesia. Band ini cukup dikenal oleh kalangan musisi jazz internasional karena selalu membawakan musik-musik etnik Indonesia yang khas, seperti Jawa, Sunda dan Bali dalam festival-festival jazz internasional. Improvisasi jazz sering juga digabungkan dengan bunyi-bunyian elektronik yang canggih sehingga disebut sebagai tecno jazz seperti dimainkan oleh Chick Korea.
Musik Rock (Musik Keras)
Musik rock berasal dari rock n' roll yang berakar pada musik blues. Di tahun 60-an, musik ini mendunia lewat Elvis Presley dan kelompok Beatles. Kata-kata dalam lagu rock n' roll pada waktu itu biasanya mengenai romantika remaja, seperti jatuh cinta, patah hati, menari, mode, pergi ke pesta, dll. Mulai tahun 1970-an, rock n' roll berkembang menjadi rock (musik keras) yang lebih ritmis dan lebih menghentak.
Musik rock kemudian berkembang menjadi hard rock yang lebih keras dari rock. Setelah itu berkembang lebih keras lagi menjadi metal dan heavy metal. Heavy metal pun masih dikeraskan lagi menjadi musik trash.
Musik Country (Musik Koboi)
Perkembangan musik ini seiring dengan perkembangan musik jazz, namun ia lahir dari lingkungan keluarga koboi di Amerika Selatan. Penyanyinya memiliki gaya bernyanyi yang khas, yaitu dengan suara hidung seperti suara sengau orang Amerika Selatan pada waktu berbicara. Kekhasan musik ini terletak pada instrumen pendukungnya, seperti gitar, banjo dan biola.
Musik Pop (Musik Menghibur)
Istilah pop sebetulnya berasal dari kata populer yang digunakan untuk musik yang menarik orang-orang dalam jumlah yang sangat banyak. Sejak 1945, kata tersebut digunakan terutama untuk musik yang dinikmati oleh kaum muda belasan tahun. Yang pertama kali mencapai kepopuleran di Amerika. Jadi, istilah pop bisa untuk menyebut aliarn musik apapun yang populer pada saat itu.
Namun kemudian, untuk membedakan aliran pop dengan aliran musik lain yang secara teknis juga bisa disebut populer, istilah pop digunakan untuk jenis musik yang cenderung ringan dan menghibur. Kadang berirama pelan seperti balada, kadang sangat energik, cenderung berirama disco. Pada abad ini, kita memiliki Michael Jackson sebagai tokoh legendaris yang digelari King of Pop.
Musik Reggae (Musik Pantai Orang-Orang Hitam)
Negara aslinya adalah Jamaika. Tidak heran bila orang-orang berkulit hitamlah yang mempopulerkan musik ini. kekhasan musik ini adalah suasana pantai yang santai dengan dandanan khas warga kulit hitam di daerah pantai, rambut gimbal, baju dengan warna-warna yang menyolok/warna rasta. Aksen Inggris mereka sangat khas dalam menyanyikan lagu reggae. Selain itu, musik pendukung reggae yang khas adalah terompet dan ritme gitas yang khusus pula, yaitu tekanannnya jatuh pada ketukan kedua dan keempat, tidak seperti ketukan musik lain yang lazimnya memiliki tekanan pada ketukan kesatu dan ketiga. Tokoh musik reggae yang terkenal adalah Bob Marley.
Musik Acappela (Keunggulan Harmonisasi Vokal)
Kata acappela berasal dari tradisi gereja Katolik yang berarti di kapel. Pada masa seni gereja Katolik mencapai keagungannya dengan iringan orgel-prgel raksasa di gereja-gereja katedral. Ada juga lagu-lagu rohani yang diciptakan untuk dinyanyikan di gereja-gereja kecil yang tidak memiliki alat musik. Istilah itu sekarang dipakai untuk lagu-lagu vokal yang tidak memiliki iringan. Iringan mereka adalah harmonisasi vokal mereka sendiri. Kadang vokal mereka bisa menyerupai bunyi alat musik tertentu.
Musik Rap (Musik Becakap-Cakap)
Pada awalnya musik rap berkembang bersama tarian breakdance yang melanda hampir seluruh kaum muda di dunia pada 1980-an. Lata belakang musik rap juga bersifat pembebasan. Pembebasan itu tampat dalam gaya menyanyi konfensional yang diubat menjadi seperti bercakap-cakap biasa. Namun gaya ini membuat musik rap menjadi rumit sehingga patut dinilai tinggi sebagai karya seni.
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Aliran Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
Neo-Klasisisme
Paham dalam seni lukis yang mengangkat kembali karya seni zaman Yunani dan Romawi klasik. Tokohnya adalah Jaques - Louis David dari Prancis. Karya-karyanya antara lain: Oath of Horatil dan The Death of Socrates.
Ciri-ciri aliran neo-klasisisme:
- Bertema cerita lingkungan istana yang cenderung dilebih-lebihkan.
- Bergaya naturalis baik bentuk, anatomi dan proporsinya.
- Tampilan bentuk yang simetris, seimbang dan harmonis.
- Pewarnaan terang, selaras, serasi dan seimbang.
- Tampak ada kesan ruang dan perspektif.
- Terikat dengan aturan nilai-nilai intelektual akademis.
Romantisme
Aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung kisah kehidupan manusia atau binatang. Romantisme menentang paham neo-klasik karena tidak sesuai dengan keadaan perang saat itu. Aliran ini menganggap aliran neo-klasik terkesan tenang, kaku dan membual.
Ciri-ciri aliran romantisme:
- Terkandung cerita yang dahsyat dan cenderung emosional.
- Temanya fantastis, mengenal kepahlawanan purba.
- Menggunakan warna kontras.
- Adanya kesan gerak dan dinamis.
- Lebih menyentuh perasaan.
- Penonjolan perilaku dan karakter manusia secara berlebihan.
Pelukis mancanegara yang menganut paham ini antara lain: Theodore Gericauld, Eugene Delacroix (Prancis), dan Joseph Turner (Inggris). Sedangkan pelukis-pelukis nusantara yang bergaya romantisme adalah Raden Saleh Syarif Bustaman, pelukis dan perintis seni lukis modern Indonesia. Karya-karyanya banyak dipengaruhi gaya Delacroix.
Naturalisme
Aliran yang melukiskan keadaan alam yang sebenarnya seperti pemandangan alam yang indah.
Ciri-ciri aliran naturalisme:
- Tidak ada batasan garis benda, bentuk terjadi oleh terang gelap karena penyinaran.
- Sudah menggunakan perspektif dan proporsi terutama dalam melukis model manusia dan binatang.
- Pewarnaan sesuai dengan warna alam.
Pelukis mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Theodora Rousseu, Julis Dupre, Charles Prancois Daubighy, Claude, Constable, Jean B. Camillet, Thomas Gainsborough dan John Constable. Sedangkan pelukis nusantara yang bergaya ini adalah Abdullah Suryosubroto, Basuki Abdullah, Wakidi, Prigadi, S. Sudjojono, Wahdi Sumanta dan Rustamaji.
Realisme
Aliran yang melukis keadaan sesuai dengan kenyataan. Pencetus aliran ini adalah Gustave Coubert. Objek realis selalu menampilkan figur-figur rakyat biasa dalam lukisannya. Seniman yang mendalami aliran ini lebih sensitif dan peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. beberapa seniman realisme mancanegara adalah Honored Daumier, Jean-Franscois Millet, Fransisco de Goya dan Gustave Coubert. Seniman realisme nusantara adalah Trubus, Dullah dan Dede Eri Supria.
Impresionisme
Aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan ketika objek tersebut dilukis. Dalam proses melukis, aliran ini mengutamakan pantulan cahaya pada objek. Cahaya yang terpancar dari objeklah yang dituangkan ke dalam lukisan. Tokoh-tokoh mancanegara dalam aliran ini adalah Claude Monet, Edgar Degas, Auguste Renoire dan Sisley S. Sudjojono termasuk pelukis nusantara beraliran ini.
Post-Impresionisme dan Pointilisme
Aliran ini dipengaruhi adanya penemuan teori warna (spektrum warna) oleh Issac Newton. Temuan tersebut megilhami Paul Signag dan Camille Pissaro melukis menggunakan titik-titik warna yang saling berdekatan yang akan menghasilkan warna baru. Beberapa tokoh dalam aliran ini adalah George Seurat dengan lukisan titik-titiknya (pointilisme), Vincent van Gogh dengan teknik garis warna yang pendek-pendek dan Paul Cezanne dengan objek-objek tiga dimensi yang dilukis menjadi bidang-bidang.
Ekspresionisme
Aliran yang mengutamakan pencurahan emosi pelukisnya, sehingga aspek warna, bentuk dan ruang sesuai dengan perasaan sang pelukis seperti perasaan sedih, marah dan rasa takut. Ciri khas aliran ini adalah ekspresi warna dan goresan garis yang kuat. Tujuan aliran ini adalah mengungkapkan emosi hasil pengolahan-pengolahan panca indera dan jiwa ke dalam karya lukisan. Beberapa seniman mancanegara yang menganut aliran ini adalah Vicent van Gogh (bapak ekspresionisme), Paul Gauguin, Emil Nolde, Karl Schmidt, Mondesohn, Leo Getsel, Sluyters, Henry Jonas, Franz Marc, Edvard Munch, dan Munter. Di Indonesia, tokoh-tokohnya adalah Affandi, Hendra Gunawan, Djoko Pekik dan Popo Iskandar.
Fauvisme
Aliran yang sejalan dengan ekspresionisme yang ditandai dengan warna-warna kontras dan lukisannya cenderung bersifat agresif, dengan sapuan warna ekspresif mencolok mata, tidak natural dan sapuan kuasnya kasar. Dasar aliran ini adalah kecintaan dalam membuat suatu karya lukis. Seniman yang beraliran ini akan melukis apa saja yang mereka sukai, memberi warna kesukaannya dan ada yang memberi garis pada karyanya. Fauvisme merupakan dasar seni abstrak yang meuncul di kemudian hari. Seniman yang mengikuti aliran inia dalah Henri Matisse, Andre Derain, Maurice de Vlaminck, Valtat, Friesz, Van Dongen dan Rousult.
Kubisme
Aliran yang melukiskan objek yang berada di alam berdasarkan bentuk geometris. Aliran ini dipelopori oleh Pablo Picasso (Spanyol) dan George Braque (Prancis). Aliran ini sangat memengaruhi pelukis-pelukis Indonesia, seperti: But Mochtar, Fajar Sidik, Srihadi Sudarsono, Ida Hajar dan Mochtar Apin.
Surealisme
Aliran yang melukiskan tentang alam mimpi dan khayalan. Karya yang ditampilkan merupakan hasil perpaduan dunia nyata dengan dunia maya. Aliran ini melahirkan karya yang bersifat fantasi. Tema yang diangkat adalah manusia, binatang dan alam yang dilukis secara aneh. Tokoh aliran ini dari mancanegara, antara lain: Salvador Dali, Max Ernst, Odilon Redon, Marc Cagall, Andre Masson, dan Joan Miro. Seniman Indonesia yang menganut aliran inia dalah Ivan Sugito, Gusti Putu Saderi dan Abdul Rahman.
Futurisme
Aliran yang melukiskan aspek gerak dan kecepatan menjadi konsep dasar, misalnya: pengulangan bentuk dengan warna yang terkontrol baik dan rapi sehingga terkesan gerakannya maju. Tema yang diangkat seperti kerusuhan, peperangan dan pesta. Tokoh-tokohnya antara lain: Umberto Boccioni, Carlo Carram Filippo Tommaso Marinetti, Luigi Russolo, Giacomo Balla dan Gino Severini.
Ekspresionisme Abstrak
Aliran yang berakar pada aliran abstrak. Lukisan abstrak karya Wassily Kandinsky merupakan salah satu unsur yang memengaruhi lairan ini, dengan munculnya bentuk-bentuk yang murni dan tidak terdapat di alam. Tokoh-tokoh aliran ini adalah Mark Ruthko, Willem de Kooning dan Jakson Pollock.
Konstruktivisme
Aliran yang berbentuk tiga dimensi yang abstrak dengan teknik mengkonstruksi bahan-bahan modern berbentuk geometris. Tokoh-tokoh aliran ini: Naum Gabo, Alexander Rochdenko dan Vlander Tatlin.
Dadaisme
Aliran seni yang seolah-olah menampakkan diri sebagai gerakan anti seni. Aliran ini muncul karena kekecewaan para seniman atas meletusnya Perang Dunia I. Ciri-ciri aliran ini antara lain cenderung mencerminkan kekerasan, kekasaran, serba aneh dan sering memutarbalikkan kenyataan. Contohnya adalah peniruan lukisan Mona Lisa yang dibubuhi kumis karya Marcel Duchamp. Tokoh-tokoh aliran inia dalah: Marcel Duchamp, Tristan Tzara, Hans Arp, Paul Klee, Max Ernst, Marcel janco, Francis Picabia dan Kurt Schwitters.
Pop Art
Singkatan dari Popular Art, sering disebut sebagai seni pop atau seni untuk masa kini. Aliran ini merupakan reaksi terhadap lingkungan seni, sosial dan kebudayaan pada tahun 1950-an. Seniman yang berkarya tidak terikat oleh aturan-aturan atau paham yang telah ada sebelumnya. Mereka cenderung menghadapi situasi zamannya. Media yang digunakan adalah memanfaatkan barang bekas, seperti kaleng bekas minuman yang dijadikan objek lukisan, gambar iklan di koran, potret orang terkenal, dll. Bentuk karya pop-art antara lain: berupa karya cetak, lukisan, kolase, patung, dll. Tokoh-tokoh aliran ini yang terkenal antara lain: Jasper Johns, Roy Lichtenstein, Tom Wasselman, Claes Odenburg, Richard Hamilton dan Andy Warhol.
Op Art (Optik Art)
Sebuah aliran yang muncul pertama kali di New York pada 1960. Unsur yang dipakai adalah bentuk geometris yang diulang-ulang atau garis yang diatur rapi dan terperinci sehingga memberi kesan seperti teka-teki garis yang menarik pandangan dari satu sudut ke sudut lain. Tokoh-tokoh aliran ini antara lain: Victor Vasarely, Yaacov Agam, Richard Anuszkiewiez, Bridget Riley dan Yulian Stanczak.
Celup Ikat
PENGERTIAN
Celup ikat merupakan ragam hias kain yang dibentuk melalui proses celup rintang. Teknik ini membentuk corak dengan menutupi bagian kain yang tak ingin terwarnai karena pencelupan. Celup ikat menggunakan tali, benang dan karet sebagai bahan penghambat atau perintang warna. Celup ikat dikenal di beberapa daerah di Indonesia dengan nama jumputan, tritik (Jawa Tengah dan Yogyakarta), sasirangan (Banjarmasin), pelangi (Palembang).
ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan untuk membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik celup ikat antara lain tali, benang dan karet. Benda-benda ini berfungsi sebagai alat pengikat bentuk-bentuk tertentu pada latar kain yang akan merintangi dan menghambar teresapnya warna pada bagian-bagian tersebut. Umumnya, teknik celup ikat menggunakan bahan dasar tekstil dari serat alam, seperti katun, sutera atau rayon. Selain itu, juga digunakan alat pendukung pembentuk motif, seperti kerikil, kelereng, biji-bijian, kayu, plastik dan jarum jahit.
Pewarnaan tekstil untuk celup ikat menggunakan pewarna sintetik dengan pencelupan dingin. Zat pewarna sintetik ini dapat diklasifikasikan menjadi jenis pewarna langsung (rapid, procion dan rhemazol) dan pewarna tak langsung (naphtol dan indigosol). Alat yang perlu disiapkan untuk proses pewarnaan antara lain mangkuk, baskom atau ember. Ukuran dan jumlah alat-alat tersebut disesuaikan dengan jumlah dan jenis pewarna yang akan digunakan.
MEMBUAT CELUP IKAT
Pembuatan CorakTeknik pembuatan corak pada celup ikat terdiri dari teknik jumput, lipat, gulung dan jahit jelujur. Teknik jumput dilakukan dengan memegang permukaan kain dengan ujung jari. Setelah itu, permukaan kain tersebut diikat dengan kuat. Cara mengikatnya dilakukan dengan ikatan datar, miring, kombinasi. Sedangkan teknik lipat, gulung dan jelujur dilakukan dengan cara melipat, menggulung atau menjelujur/menjahit kain. Setelah itu, kain ditarik sampai terkumpul, lalu diikat dengan kencang.
Pada saat mengikat, jalinlah kain dengan kuat sehingga membentuk corak yang optimal. Untuk mendapatkan corak tertentu, bagian pada latar kain diisi dengan kerikil atau biji-bijian, selanjutnya diikat. Sebelum kain dicelup, ikatlah terlebih dahulu. Penambahan bahan pendukung ini memudahkan zat warna masuk ke dalam pori-pori kain. Setelah semua rancangan corak diikat, kain siap untuk diwarnai.
Teknik jahit yang digunakan adalah jahit jelujur dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Seluruh corak dijahit di bagian pinggirnya dengan satu jahitan atau lebih. Setelah seluruh corak dijahit, benang ditarik dengan kuat hingga permukaan kain mengerut, rapat dan padat. Kekuatan menarik benang ini perlu diperhatikan karena menentukan kualitas corak yang dihasilkan. Efek kerutan akan muncul membentuk corak yang sangatlah menarik. Penggambaran corak dilakukan terlebih dahulu di atas kertas, kemudian dibuat polanya di atas karton tebal. Corak ini kemudian digambar ulang di atas kain berdasarkan pola dari karton tebal.
PewarnaanPencelupanDilakukan dengan cara memasukan seluruh bagian kain yang telah diikat ke dalam larutan warna. Apabila jumlah warna yang diinginkan lebih dari satu, pencelupan perlu dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan jumlah warna yang diinginkan. Namun, sebelum pencelupan berikutnya, kita harus menutup bagian-bagian kain tertentu dengan bahan penutup pendukung, seperti plastik atau bahan lentur lain yang kedap cairan. Dengan teknik rintang melalui ikatan dan jahitan akan muncul corak yang beragam. Pada saat mencelup jangan lupa menggunakan sarung tangan plastik, agar racun yang terkandung dalam zat pewarna tidak meresap ke dalam tubuh melalui pori-pori tangan.
ColetColet adalah cara memberi warna pada bagian-bagian tertentu di permukaan kain. Alat yang digunakan adalah kuas. Pencoletan biasanya dilakukan untuk mewarnai bagian corak yang kecil atau yang terlalu sedikit bila harus diceluo, Pada umumnya, teknik pewarnaan pada celup ikat sering dilakukan dengan memadukan colet dan celup untuk mendapatkan kain dengan corak yang kaya warna.
Penyelesaian AkhirSetelah seluruh proses pewarnaan selesai, kain direndam dalam larutan pengikat warna agar tidak mudah luntur. Kemudian, akin dicuci dan ditiriskan. Setelah itu diangin-anginkan sampai kering. Tujuannya adalah untuk menghentikan proses perembesan zat warna ke dalam lekukan kain. Selanjutnya, ikatan dan jahitan dibuka secara hati-hati dengan menggunakan gunting atau cutter. Setelah seluruh bahan perintang dilepaskan, kain dijemur di tempat teduh dan berangin.
Batik
Batik merupakan gambar pola ragam hias atau lukisan ekspresif pada kain yang dibuat dari bahan lilin (malam) dan pewarna (naphtol), menggunakan aalt canting, dengan teknik rekalatar. Jadi, membatik adalah kegiatan mewarnai kain dengan membuat motif tertentu dan diproses melalui perlilinan dengan alat yang disebut canting.
Ada beberapa jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya:
Batik tulisDibuat dengan cara manual artinya seseorang menuliskan atau melukiskan cairan malam pada kain sesuai dengan motif yang diinginkan dengan tangan satu per satu. Proses pembuatannya sangat rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Mutunya pun lebih unggul dibanding jenis batik yang lain. Oleh karena itu, batik tulis harganya relatif mahal.
Batik cetakDibuat dengan teknik cetak. Terdiri atas dua jenis, yaitu:Batik stempelDibuat dengan menggunakan alat sejenis stempel atau cap yang dicelupkan ke dalam malam yang telah dicairkan. Stempel digunakan sebagai pengganti canting. Batik stempel juga dikenal sebagai batik cap.
Batik printingDibuat di pabrik dengan menggunakan mesin dalam jumlah yang besar.
Batik pradaJenis batik yang dilapisi dengan warna emas. Batik ini sangat berkembang di Palembang, Jawa Tengah dan Bali. Kain prada biasanya dipakai untuk bahan kostum tari dan pakaian adat tradisional.
Batik jumputanDibuat dengan teknik celup ikat. Pembuatan batik ini tidak membutuhkan lilin, melainkan dengan mengikat kain dengan pengikat kemudian dicelupkan ke pewarna. Dalam celup ikat, perintangnya adalah tali, karet gelang atau rafia sebagai pengikat.
Pada umumnya, batik berfungsi sebagai busana. Pada masa kini, batik tidak hanya digunakan sebagai busana, tetapi juga untuk beragam pelengkap interior, seperti tirai, taplak meja, sprei, sarung bantal, pelapis sofa dan jok kursi, tas, serta hiasan dinding.
MOTIF BATIK
Motif batik adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan kaidah-kaidah tertentu pada suatu bisang atau ruang, sehingga menghasilkan bentuk yang indah. Dapat dibedakan menjadi tiga motif, yaitu:
- Motif geometris berupa tumpal, pilin ganda, meander, swastika dan kawung.
- Motif nongeometris berupa manusia, hewan dan tumbuhan.
- Motif benda mati berupa awan, air, angin, api, gunung, matahari, batu.
Di Pulau Jawa, motif batik dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
Motif batik keratonBatik keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan masyarakat keraton, khususnya keraton di Jawa Tengah. Ragam hias batik keraton dibuat atas dasar filsafat kebudayaan Jawa yang mengacu pada nilai spiritual dan permurnian diri, Batik keraton cenderung bernuansa tertib, namun sarat dengan nilai dan makna spiritual, serta pelambangan alam semesta. Misalnya, motif sawat yang melambangkan makhota atau penguasa tertinggi, motif naga melambangkan air dan motif burung melambangkan dunia atas atau angin. Motif batik dari Yogyakarta dan Surakarta termasuk jenis baik keraton.
Motif batik pesisiranBatik pesisiran adalah kain batik yang berasal dari luar benteng keraton. Batik pesisir berkembang alami menurut kreativitas seniman di suatu daerah. Motif batik pesisiran banyak dipengaruhi oleh ragam hias yang berasal dari budaya asing, terutama China. Bentuk gambarnya lebih bersifat naturalis. Warna yang dipakai adalah biru, merah, kuning dan cokelat. Batik pesisiran yang terkenal adalah batik dari Gresik, Tuban, Madura, Lasem, Cirebon dan Sidoarjo.
BAHAN UNTUK MEMBATIK
MoriKain yang digunakan untuk membatik. Jenis kain bisa katun atau sutra. Biasanya kain masih dalam keadaan polos.
MalamSejenis lilin yang berwarna agak kekuning-kuningan dan bentuknya keras.
NaphtolPewarna yang digunakan untuk membatik. Warna yang sering digunakan untuk membatik adalah biru, cokelat, merah, hitam dan kuning.
ALAT UNTUK MEMBATIK
GawanganDigunakan untuk mempermudah membentangkan kain pada saat dibatik.
CantingAlat utama untuk membuat batik tulis. Benda yang terbuat dari tembaga digunakan untuk melukiskan cairan malam pada kain sesuai motif yang diinginkan. Canting terbuat dari tembaga karena tipis dan tembaga sifatnya ringan, muadh dilenturkan dan kuat. Canting terdiri dari mangkok kecil yang memunyai carat dengan tangkai dan bambu. Carat memunyai berbagai ukuran tergantung dari besar kecilnya titik-titik dan tebal halusnya garis yang hendak dilukis. Kegunaan mangkok kecil adalah sebagai tempat cairan malam.
WajanAda yang terbuat dari tanah liat atau logam. Wajan digunakan sebagai tempat untuk mencairkan malam selama proses membatik dilakukan. Wajan yang dipakai sebaiknya memiliki tangkai agar mudah untuk diangkat.
AngloTerbuat dari tanah liat dan digunakan sebagai alat perapian untuk mencairkan malam. Saat ini orang dapat menggunakan kompor kecil sebagai pengganti anglo.
TepasTerbuat dari anyaman bambu. Tepas biasanya digunakan untuk membesarkan api jika kita membatik menggunakan anglo.
POLA RANCANGAN BATIK
Desain batik yang kita buat adalah berdasarkan ragam hias Nusantara, yaitu menggambarkan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan alam sekitar kita. Ada dua jenis desain batik, yaitu desain konstruktif dan desain nonkonstruktif. Pada batik konstruktif, unsur garis sangatlah menonjol, sementara pada batik nonkonstruktif, cenderung bermotif dekoratif, irama garis, komposisi dan pewarnaan.
PROSES PEMBUATAN BATIK
Tahap PerancanganCorakSiapkan pola ragam hias dari corak tekstil Nusantara, kemudian salinlah pola tersebut di atas kertas. Tentukan pula warna yang akan dipakai untuk mewarnai corak tersebut.Bahan dan alatTentukan pula bahan dan alat yang diperlukan. Bahan dasar tekstil harus sesuai dengan teknik yang akan digunakan. Untuk teknik pencelupan dingin diperlukan kain yang terbuat dari serat alam seperti katun, aryon atau sutra. Pencelupan dingin menggunakan pewarna sintetis, seperti naphtol, rapid dan indigosol. Sebagai bahan perintang digunakan malam atau parafin. Alat utama yang diperlukan untuk teknik batik tulis adalah canting atau kuas. Selain itu, perlu disiapkan wajan dan anglo untuk mencairkan malam, wadah untuk pewarnaan kain, panci dan kompor untuk menghilangkan malam dan gawangan untuk membentangkan kain saat membatik.Tahap PembatikanSebelum pola batik diterapkan, kain yang akan dibatik dicuci terlebih dahulu dengan sabun. Tujuannya untuk melepaskan zat kimia yang menempel pada kain, sehingga kain dapat menyerap warna dengan baik. Kemudian, siapkan anglo dan wajan yang berisi malam. Kain yang akan dibatik harus kering dan permukaannya licin. Untuk mempermudah membatik, kain digantung pada gawangan.Penerapan pola batikCorak dapat ditempatkan pada seluruh permukaan kain atau pada pinggir kain saja. Corak yang sudah digambar di atas kertas dipindahkan ke atas kain dengan cara menjiplak. Penjiplakan dimulai dari kiri ke kanan dengan mengulang corak satu per satu ke samping dan ke bawah.
PembatikanSetelah seluruh pola dipindahkan ke kain, kita bisa membatik dengan canting. Mula-mula bagian garis luar corak ditutup dengan malam. Kemudian dilanjutkan pada seluruh kerangka dan tekstur pola (isen-isen). Setelah kerangka dan isen-isen selesai diberi malam, kain dibatik, kemudia dibatik sesuai garis dan isen yang terdapat di muka. Hal ini dilakukan untuk mempertebal dan memperjelas corak pertama.
PewarnaanSetelah kain diberi malam, bagian yang kecil dari kalin dicolet/dikuas dengan warna yang diinginkan. Kemudian ditutup kembali dengan malam. Selanjutnya, kain dicelupkan ke larutan naphtol dan zat pewarna. Pencelupan dimulai dengan warna yang paling muda dulu. Corak yang sudah diberi warna ini lalu ditutup kembali dengan malam. Penutupan juga dilakukan pada kedua permukaan kain pada saat kain sudah kering setelah pencelupan pertama. Setelah proses penembokan, proses pewarnaan berikutnya dapat dilakukan dengan menggunakan warna yang lebih gelap. Untuk proses pencoletan sebaiknya digunakan zat pewarna jenis indigosol dan rapid, sedangkan untuk proses pencelupan digunakan zat pewarna jenis naphtol, indigosol dan rapid.
Tahap Penyelesaian AkhirPelepasan malamPelepasan malam dilakukan setelah proses pewarnaan selesai. Caranya dengan merebus kain dalam air mendidih. Kain digerak-gerakkan dengan bantuan dua buah tongkat kayu agar malam mudah lepas dari kain. Proses ini dikenal dengan nglorod.
Proses penguatan warnaDilakukan agar warna tidak mudah luntur. Caranya adalah dengan merendam kain ke dalam larutan soda abu dan sodium sulfat yang dicampurkan dengan air. Setelah itu, kain dicuci sampai bersih. Lalu, kain dikeringkan dan diangin-anginkan. Setelah kering, kain disetrika untuk menghaluskan permukaan kain.
Gambar Ilustrasi
PENGERTIAN
Gambar ilustrasi adalah gambar yang sifatnya menerangkan atau visualisasi dari suatu uraian, baik berupa berita, cerita, karangan atau naskah. Dengan kata lain, gambar ilustrasi adalah lukisan yang digunakan untuk menjelaskan suatu tulisan. Ilustrasi sangat membantu seseorang untuk lebih cepat memahami apa yang dimaksud dalam tulisan tersebut.
Gambar ilustrasi ada yang bergungsi sebagai pelengkap cerita (naskah) dan ada juga yang berfungsi untuk menghidupkan atau mengkritik sebuah cerita. Untuk membuat gambar ilustrasi, seseorang perlu menguasai gambar bentuk (tumbuhan dan alam benda), gambar anatomi (manusia dan hewan), serta teknik desain tata letak dengan baik. Orang yang ahli menggambar ilustrasi disebut ilustrator.
UNSUR GAMBAR ILUSTRASI
Unsur yang membentuk gambar ilustrasi terdiri dari:
Gambar makhluk hidupContoh: manusia, hewan dan tumbuhan.
Gambar benda matiContoh: gambar bangunan, benda pakai, benda hias.
Di antara unsur yang ada, gambar manusia menjadi unsur yang paling sering ditampilkan. Berita, cerita, fiksi, ilmu pengetahuan, atau reklame selalu memuat hal yang berkaitan dengan kepentingan manusia dan lingkungannya. Agar bisa menggambar ilustrasi dengan baik, maka kita harus mengetahui bentuk-bentuk dasar dari tiap jenis gambar tersebut.
Gambar manusiaUntuk menggambar manusia, kita perlu mengetahui dan menguasai proporsi dan anatomi tubuh manusia. Proporsi menyangkut perbandingan bagian-bagian tubuh manusia (kepala, wajah, tangan, dan kaki) sedangkan anatomi menyangkut kedudukan (bentuk, ukuran dan letak) bagian-bagian tubuh manusia tersebut dalam kerangka tubuh manusia secara keseluruhan.
Proporsi manusia untuk orang Barat berbeda dengan orang Timur. Perbedaannya terletak pada tinggi badan, raut muka dan bentuk tubuh. Tinggi tubuh manusia diukur berdasarkan ukuran kepala. Tinggi tubuh orang Indonesia sekitar 7,5 kali ukuran kepalanya, sedangkan tubuh manusia yang ideal (orang Eropa) sekitar 8 kali ukuran kepalanya. Demikian juga dari ukuran 1 kepala biasanya panjang telinga adalah seperempat dari ukuran kepalanya.Untuk memudahkan menggambar manusia, gunakan proporsi atau ukuran perbandingan berbentuk garis pertolongan untuk membagi gambar tubuh manusia dalam ukuran perbandingan tertentu. Ukuran perbandingan ini tidak mutlak, tetapi hanya perkiraan untuk mendapatkan gambar manusia yang mendekati baik dan benar.
Gambar hewanAnatomi hewan memiliki perbandingan dan ciri khusus pada bagian tubuhnya, bahkan jenis binatang yang satu dengan yang lainnya memiliki ukuran dan bentuk yang sangat berbeda. Teknik menggambar binatang bisa dimulai dengan membuat garis pertolongan berupa bulatan, elips, kotak atau persegi.
Gambar tumbuhanMenggambar bentuk pohon sesuai dengan bentuk sebenarnya memang sulit dilakukan. Sebaiknya, sebelum mulai menggambar kita perlu mengamati bentuk pohon tersebut dengan cermat. Setelah mengamati bentuk pohon, batang, dahan, ranting dan daun, kita mulai membuat goresan bentuk berupa garis tipis. Selanjutnya, bila sketsa tersebut sudah seusai dengan bentuk pohon yang dimaksud, barulah garis itu ditebalkan.
Media yang biasa digunakan untuk menggambar bentuk pohon adalah pensil. Namun, ada pula yang menggunakan tinta atau pena. Untuk melengkapi teknik menggambar bentuk pohon ini dipergunakan juga kuas dan tinta hitam. Ada juga yang menggunakan teknik arsir dan siluet.
RAGAM GAMBAR ILUSTRASI
Ilustrasi KeredaksianIlustrasi yang digunakan untuk melengkapi perwajahan buku, koran atau majalah. Contoh:
- Ilustrasi sampul buku atau majalah
- Ilustrasi naskah
- Komik, yaitu cerita bergambar yang umumnya mudah dicerna dan lucu.
- Karikatur, yaitu gambar lucu yang mengandung pesan, sindiran atau kritikan.
- Kartun, yaitu gambar dengan penampilan lucu, berkaitan dengan keadaan yang sedang berlaku.
Ilustrasi BusanaIlustrasi yang menggambarkan ide atau rancangan busana.
Ilustrasi PeriklananIlustrasi yang digunakan untuk iklan atau reklame.
Ilustrasi Ilmu PengetahuanIlustrasi yang digunakan untuk menerangkan informasi tertentu dalam ilmu pengetahuan.
MEDIA MENGGAMBAR ILUSTRASI
Bahan KeringContohnya adalah arang gambar, potlot/pensil hitam, konte, pensil warna, krayon, spidol. Cara menggunakannya adalah dengan mengarsir dan menggosok.
Bahan BasahContohnya adalah cat air, cat minyak dan cat plakat. Caranya adalah dengan mencapurkan cat air dengan air kemudian warna dioleskan pada kertas gambar dan mencampur cat minyak dengan minyak kemudian warna dioleskan pada kanvas.
TEKNIK MENGGAMBAR ILUSTRASI
Teknik Ilustrasi GarisBentuk gambar yang mengandalkan kemampuan menyusun irama garis untuk mencapai tujuan. Teknik ini dapat dilaksanakan dengan bahan basah maupun kering.
Teknik PointilistisGambar ilustrasi yang bentuknya berupa titik-titik untuk mencapai bagian gelap-terang.
Teknik Ilustrasi Sapuan PenuhCara penyelesaian gambar untuk mencapai bentuk yang sempurna. Perpindahan bagian gelap ke bagian terang mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Hal ini dilaksanakan dengan sapuan kuas yang sangat halus, sehingga menghasilkan bentuk gambar yang naturalis. Teknik terswbut dapat dilakukan dengan bahan cat air, cat plakat, krayon atau konte.
Teknik DuselCara menggambar dengan bahan kering. Untuk mencapai warna keabuan dari bagian yang gelap ke bagian yang terang disapu dengan alat gosok dusel. Tujuan dusel dapat mencapai gambar yang naturalis.
LANGKAH-LANGKAH MENGGAMBAR ILUSTRASI
Sebelum kita mulai membuat gambar ilustrasi, kita harus mengetahui tema cerita untuk memberi bayangan gambar apa yang akan dibuat. Biasanya gambar dimulai dengan membuat sket ide berupa goresan garis tipis dengan pensil. Dalam membuat sketsa, kita perlu mengatur komposisi berupa objek gambar, sehingga didaptkan susunan yang seimbang, proporsional dan harmonis. Tampilkan suatu suasana dalam gambar berdasarkan tema cerita. Setelah komposisi benda disusun dengan baik, goresan sket ditebalkan kemudian diwarnai dengan pensil warna, cat air atau media yang lain.
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KOMIK
Buatlah naskah komik yang disusun berdasarkan urutan kejadiannya. Kemudian buatlah layout yang terdiri dari beberapa frame pada selembar kertas A4 sesuai dengan naskah komik tersebut. Fungsi layout adalah untuk mengatur komposisi gambar komik yang dituangkan dalam frame. Setelah itu, buatlah sket sesuai dengan layoutnya pada kertas A4 yang lain. Kemudian pertegas atau perjelas sket tersebut dengan pensil. Selanjutnya, jiplaklah sket yang sudah diperjelas tadi dengan drawing pen. Kegiatan ini dilakukan di atas meja tressing. Meja tressing adalah meja yang terbuat dari kaca yang dibawahnya diberi lampu. Warnailah sket gambar tersebut dengan media yang dikehendaki. Setelah diwarnai, isilah balon dengan dialog yang sesuai dengan naskahnya.
Bagian-Bagian Lagu
Secara umum, lagu terdiri atas 3 bagian, yaitu:
Pendahuluan (Prelude).Berbentuk melodi yang dimainkan pada awal sebelum memasuki lagu. Biasanya terdiri atas 3 sampai 4 birama. Fase terakhir dari melodi lagu dan adpat juga melodi lain yang dirasa lebih harmonis.
Isi atau tema.Berupa lagu yang akan disajikan baik menggunakan instrumen ataupun vokal. Lagu ini ditulis oleh komponis untuk menyampaikan rasa / tema tertentu mengenai pengalaman estetisnya.
Penutup (Pastlude).Berupa melodi yang dimainkan setelah isi melodi. Melodi ini bisa sama dengan melodi prelude, bisa juga melodi lain yang dirasa lebih enak didengar panjang. Panjang pastlude antara 4 sampai 8 birama atau 1 flase.
Dalam menyajikan, seorang penata musik (arranger) tidak hanya menampilkan komposisi yang tersusun atas prelude, lagu dan pastlude. Terkadang perlu pengulangan tema agar pendengar lebih mengetahui dan merasakan musik yang ditampilkan sehingga terdapat susunan musik ansambel yang terbentuk atas prelude, tema, interlude, pengulangan tema dan pastlude.
Interlude adalah melodi yang terdapat di antara tema dan pengulangnya. Ketentuan interlude sama dengan prelude dan pastlude. Prelude merupakan melodi selingan dalam musik.
Musik Ansambel
Ansambel adalah kelompok musik / orkes yang digolongkan ke dalam jenis musik kamar, yaitu jenis penyajian musik yang ditampilkan di dalam ruangan tertutup dengan jumlah penikmat yang terbatas.
Berdasarkan sumber yang mengeluarkan bunyi musik ada 4 macam, yaitu:
Kelompok musik membraphone.Kelompok alat musik yang menggunakan selaput sebagai sumber bunyi dalam musik. Selaput ini ada yang mengeluarkan nada tertentu serta ada pula yang tidak mengeluarkan nada. Misalnya gendang, tifa, timpani, dll.
Kelompok musik aerophone.Kelompok alat musik yang menggunakan getaran udara sebagai sumber bunyi dalam musik. Cara pemunculan bunyi pada kelompok alat musik ini dilakukan dengan mengembuskan udara pada alat musik, sehingga udara yang diembuskan mengeluarkan getaran keras dan berbunyi sesuai dengan nada yang diatur. Yang tergolong alat musik ini adalah semua alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.
Kelompok musik idiophone.Kelompok alat musik yang menggunakan bilah logam, bambu atau kayu yang dijadikan sumber bunyi dalam musik. Bilah-bilah ini hanya dapat mengeluarkan nada jika berbenturan dengan benda lain / dengan cara dipukul atau digerakan. Contoh: angklung, gamelan, xylophone, kolintang, arumba.
Kelompok musik chordophone.Kelompok alat musik yang menggunakan beberapa sumber nada secara bersamaan sehingga membentuk paduan nada yang harmonis. Alat musik yang dapat digolongkan ke dalam kelompok ini adalah gitar, organ, piano, harpa, dll. Sumber bunyi yang digunakan dapat berupa dawai, bilahan nada, atau komponen elektronik yang diatur sedemikian rupa seperti pada keyboard elektrik / synthesizer.
Jenis-jenis musik ansambel ada 2 macam, yaitu:
Musik ansambel sejenis.Terdapat satu jenis alat musik dalam jumlah banyak. Biasanya nama musik ansambel sejenis disebutkan menurut alat musik yang digunakan.Musik ansambel campuran.Menggunakan alat musik melodis, harmonis dan ritmis yang dimainkan secara bersamaan. Kebersamaan ini sangatlah penting untuk menghasilkan sajian musik terpadu dan enak didengar. Selain itu, tempo yang digunakan harus stabil untuk memberikan kedisiplinan dan ketenangan jiwa, terutama bagi pemain musik.
Langganan:
Postingan (Atom)