Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Berbicara di Depan Umum (Public Speaking)

PENGERTIAN
Public speaking atau berbicara di depan umum tidaklah membutuhkan bakat khusus. Latihan yang teratur dan tekun akan menjadikan kita cakap berbicara di muka umum. Berbicara di depan umum merupakan kegiatan yang pada dasarnya dilakukan dalam rangka komunikasi.

Komunikasi adalah percakapan dua orang atau lebih, yaitu antara komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dengan komunikan (orang yang menyebarkan informasi) dalam situasi formal maupun non-formal dengan menggunakan bahasa lisan yang membentuk wacana lisan yang berkesinambungan.

HAMBATAN PUBLIC SPEAKING
Persoalan yang banyak dijumpai oleh pemula pada umumnya adalah persoalan yang datang dari diri sendiri, seperti:
  • Tipe kelinci.
  • Belum terbiasa.
  • Pemahaman yang keliru.
  • Kurang persiapan.
  • Kondisi kurang sehat.
  • Motivasi tidak kuat.
  • Menyia-nyiakan bakat khusus.

ALAT UTAMA SAAT BERBICARA
Alat utama seorang pembicara adalah mulut, wajah, dan anggota tubuhnya. Dari ketiga alat utama tersebut, yang paling penting adalah mulut. Mengingat pentingnya mulut, wajah, dan anggota tubuh sebagai alat ekspresi dalam berbicara di depan publik, maka seorang pembicara perlu memahami dan menguasai alat-alat tersebut secara optimal.
  • Mulut yang terlatih akan dapat menghasilkan kualitas suara, lafal (artikulasi), dan lagu (intonasi) yang memikat.
  • Wajah dengan ekspresinya (mimik) akan dapat mengungkapkan isi hati pembicara secara mendalam.
  • Anggota tubuh dengan gerakannya yang tepat akan dapat memperjelas memberi penekanan dan memperkuat maksud pembicara.

PERSIAPAN JANGKA PANJANG
  • Menumbuhkan pribadi yang sehat.
  • Memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
  • Melatih diri dalam setiap kesempatan yang tersedia.

PERSIAPAN JANGKA PENDEK
Menentukan Topik dan Tujuan
Topik yang tidak dikuasai lebih baik ditolak oleh pembicara. Tujuan berbicara di depan umum yaitu memberi tahu, mendorong, meyakinkan, bertindak, dan menghibur. 
Menganalisis Publik dan Situasi, meliputi:
  • Hal umum (jumlah, usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, sosial, politik, ekonomi, adat, dan budaya).
  • Hal khusus (motivasi publik, tingkat pengetahuan pendengar terhadap topik, sikap publik terhadap topik dan pribadi pembicara).
  • Situasi yaitu semacam wadah tempat kita berbicara yang meliputi jenis pertemuan, tempat, fasilitas, dan waktu. 
Mengumpulkan, Menyeleksi, dan Menyusun Bahan
Mengumpulkan bahan dari pengalaman, penelitian, imajinasi, dan pemikiran kreatif. Menyeleksi bahan sesuai topik, publik, situasi, membedakan bahan utama dengan contoh, fakta dengan opini. Seorang pembicara harus menyusun bahan-bahannya dengan baik (sistematik). 
Menentukan Metode
  • Menggunakan naskah.
  • Menghafal.
  • Ekstemporan (naskah berisi catatan garis besar saja).
  • Impromptu (serta-merta, spontanitas). 
Membahasakan Ide
Gunakan bahasa yang dikenal baik oleh publik, ragam bahasa yang tepat, gaya bicara yang tepat, kalimat tunggal, singkat, dan manfaatkan peranan lafal, intonasi, mimik, dan gestur secara optimal. 
Melatih Penyajian
  • Menurut E.C. Buechler, public speaking melukiskan wicara kita seperti bintang, yaitu tampil cemerlang muncul perlahan, tampil utuh, kemilau, gemerlap, menghalau gelap, menghangatkan dinginnya malam. Lalu secara perlahan pula meredup hingga menghilang. Secara garis besar, penyajiannya meliputi: ide, bentuk, bahasa, penyampaian, dan hubungan dengan publik.
  • Sumber daya tarik penampilan adalah pribadi, ide yang disampaikan, dan teknik penyampaian.
  • Penyajian sesuai dengan metode, yaitu ditangkap telinga, dimengerti melalui budi, dan diresapkan oleh hati (J. Waskito).
  • Kontak mata merupakan wujud nyata dari hasrat pembicara untuk berkomunikasi dengan publik. Oleh karena itu, seorang pembicara harus percaya diri. Cara menumbuhkan percaya diri di antaranya dengan melihat realitas diri sendiri, menerima kenyataan diri, dan mencintai diri sendiri.
  • Berbicara bersama publik.
  • Mimik dan gestur.
  • Umpan balik (reaksi publik).

Pencemaran Lingkungan

PENGERTIAN
Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukannya zat organik, angorganik makhluk hidup ke suatu wilayah sehingga kualitas lingkungan tidak sesuai dengan peruntukannya. Macam-macam pencemaran akan diuraikan secara lebih lanjut pada bagian selanjutnya:

PENCEMARAN AIR
Penyebab:
  • Limbah rumah tangga. (sampah dapur, MCK)
  • Kegiatan industri. (limbah cair)
  • Kegiatan pertambangan. (lumpur, merkuri)
  • Aktivitas umum. (di pasar, di terminal)
  • Intrusi air laut.

Pencegahan:
  • Memberikan imbauan untuk tidak membuang sampah di sungai.
  • Pengerukan sampah di sungai-sungai yang tercemar.
  • Memakai biopori.
  • Menghemat air tanah.

PENCEMARAN AIR LAUT
Penyebab:
  • Kebocoran kapal.
  • Tumpahan minyak dari penambangan.
  • Sampah yang terbawa oleh air sungai.
  • Limbah rumah tangga.
  • Pencemaran metana dari sisa makhluk hidup yang membusuk.
  • Perubahan suhu akibat El Nino dan La Nina.

Pencegahan:
  • Tidak mengebor minyak di laut dalam.
  • Tidak membuang limbah di laut.

PENCEMARAN TANAH
Penyebab:
  • Pembuangan sampah non organik.
  • Kegiatan pertambangan.
  • Pembuangan bahan beracun dan limbah.
  • Limbah kegiatan pertanian (pestisida).

Pencegahan:
  • Daur ulang.
  • Menggunakan pupuk alami (misalnya pupuk kompos).
  • Reboisasi dan penghijauan.
  • Melakukan tebang pilih.
  • Membuat terasering.

PENCEMARAN SUARA
Kekuatan suara diukur dalam satuan desibel. Makin tinggi suaranya, makin tinggi desibelnya. Kebisingan dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia, terutama karena suara keras terus-menerus. 

Dampak:
  • Perubahan tekanan darah.
  • Perubahan kecepatan bernapas, denyut nadi, kontraksi perut dan tekanan mental, buta warna, hingga kematian.

PENCEMARAN RADIOAKTIF
Pencemaran yang disebabkan oleh gelombang elektromagnet. Contohnya: 
  • Sinar radiokatif (alpha, beta, gama) yang dihasilkan dari reaksi nuklir. Akibat yang ditimbulkan: terbakar hingga mati dan mutasi sel yang mengakibatkan kanker.
  • Sinar laser yang dihasilkan oleh pembangkit. Akibat yang ditimbulkan: kebutaan, terbakar, dan terpotong.
  • Sinar X yang digunakan sebagai alat kedokteran. Akibat yang ditimbulkan: mutasi sel dan kemandulan.
  • Sinar infra merah yang dapat menghasilkan panas.

PENCEMARAN CAHAYA
Dihasilkan oleh lampu yang dipasang berlebihan atau arah lampu yang tidak tepat. Akibat yang ditimbulkan, di antaranya: binatang kehilangan arah dan menimbulkan gangguan penglihatan.

PENCEMARAN UDARA
Penyebab:
  • Pembakaran minyak.
  • Pembakaran sampah non organik.
  • Pembusukan, sendawa, CFC.
  • Letusan gunung berapi.
  • Pembakaran hutan.
  • Rokok
  • Pencairan phermaforst.

Dampak:
  • Menimbulkan penyakit seperti asma, jantung, bahkan penurunan IQ.
  • Timbulnya efek rumah kaca yang disebabkan oleh gas karbon dioksida, nitrogen dioksida dan metana. Gas-gas rumah kaca mengakibatkan sinar matahari tidak dapat dipantulkan kembali ke luar angkasa. Akibatnya:
    • Kenaikan suhu bumi.
    • Pencairan es.
    • Air laut naik.
    • Pengurangan luas daratan.
    • Ketinggian tempat tumbuhan naik.
    • Iklim ekstrem.
    • Kerusakan habitan tumbuhan dan hewan.
  • Kerusakan lapisan ozon yang disebabkan karena gas CFC (cloro flouro carbon) yang biasa digunakan dalam pendingin dan pengisi tabung bertekanan. Akibat yang ditimbulkan CFC menyebabkan ozon menjadi pecah ikatannya berubah menjadi oksigen. Ozon berguna untuk memantulkan sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. CFC menyebabkan terjadinya lubang lapisan ozon di atas kutub. Efek yang ditimbulkan yaitu kanker kulit dan katarak.
  • Hujan asam yang memiliki tingkat keasaman kurang dari 5 ph. Disebabkan karena nitrogen dioksida, nitrogen oksida, belerang dioksida yang dihasilkan oleh proses industri dan transportasi. Zat kimia tersebut bereaksi dengan air hujan menghasilkan senyawa sulfat, nitrat dan karbonat. Dampak yang ditimbulkan:
    • Merusak tanaman.
    • Menyebabkan karat.
    • Memengaruhi ph air hingga hewan mati.

Pencegahan:
  • Tidak membakar sampah.
  • Uji emisi kendaraan bermotor.
  • Mengurangi peluncuran roket.
  • Memasang penyaring di cerobong asap.
  • Memakai bahan bakar ramah lingkungan.
  • Memakai energi ramah lingkungan.

Pengolahan Air Kotor Menjadi Air Bersih dengan Metode Penyaringan

Air merupakan komponen yang memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup di bumi ini. Sebenarnya, hampir dua per tiga bagian bumi terdiri dari air. Hanya saja sebagian besar merupakan air asin (air laut). Air tawar pun penyebarannya tidak selalu sama jumlahnya antara daerah satu dengan yang lain. Maka bukan hal yang asing bagi Anda bila di suatu daerah ketersediaan air demikian melimpah, sedangkan di daerah lain kekurangan air. Air terdapat yang di dalam bumi yang disebut air tanah dan yang terdapat di permukaan bumi yang disebut air permukaan. Air permukaan dapat dijumpai dalam bentuk sungai, laut, hujan, danau, dan lain-lain. Karena sifatnya mudah melarutkan zat lain, maka air sangat mudah tercemari oleh zat-zat yang dilewatinya. Dalam kehidupan rumah tangga, air biasa digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain-lain. Sedangkan dalam bidang industri, air digunakan sebagai proses industri, misalnya sebagai bahan utama, pelarut, pencampur, pendingin mesin, dan lain-lain.

MACAM-MACAM ISTILAH AIR
Air Murni (Akuades)
Air murni adalah air yang tidak mengandung zat apapun, jadi hanya partikel air saja. Air murni diperoleh dengan cara distilasi biasa. Kegunaan air murni antara lain sebagai pelarut dalam kegiatan laboratorium, pelarut obat injeksi, dan campuran obat. Air hujan sebenarnya juga merupakan air murni, tetapi dalam perjalanan turun ke tanah, air hujan melarutkan bermacam-macam zat yang ada di udara, antara lain gas asam arang, gas belerang dioksida atau gas nitrogen.  
Air Bersih
Air bersih merupakan air yang layak untuk dikonsumsi. Air bersih tidak hanya jernih, tidak berbau, serta tidak berasa saja, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan. Syarat kesehatan ini antara lain, tidak mengandung bahan kimia beracun atau kuman bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Syarat air bersih dan layak kosumsi antara lain sebagai berikut:
  • Syarat fisik: tidak berbau, tidak berwarna, jernih, tidak berasa.
  • Syarat kimia: tidak mengandung zat-zat kimia yang dapat meracuni atau merusak tubuh, alat rumah tangga, bahan pakaian serta bebas dari garam-garam mineral.
  • Syarat biologi: air harus bebas dari bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit perut, seperti diare atau muntaber. 
Air Kotor
Air kotor adalah air yang tidak hanya sadah, tetapi juga mengandung zat padat atau cair hasil pembuangan limbah seperti sampah, bangkai, air bekas mencuci, limbah rumah tangga, dll. Air kotor ini tidak dapat digunakan secara langsung apalagi untuk dikonsumsi. Tetapi, bukan berarti air kotor tidak dapat dimanfaatkan, air ini bisa digunakan setelah mengalami pengolahan. Seperti di kota-kota besar di mana warga sulit mendapat air. Maka dengan pengolahan air sungai akan diperoleh air yang layak digunakan dan juga dikonsumsi. 
Air Sadah
Air sadah adalah jika air mengandung garam kalsium dan magnesium, seperti kalsium sulfat, magnesium sulfat, kalsium bikarbonat, magnesium bikarbonat, magnesium klorida dan kalsium karbonat. 
Air sadah ada dua macam, yaitu air sadah tetap dan air sadah sementara. Air sadah tetap adalah jika dalam air terlarut kalsium sulfat, magnesium sulfat, kalsium klorida, dan magnesium klorida. Sifat sadah tetap dapat dihilangkan dengan menambahkan natrium karbonat. Senyawa ini dapat mengendapkan garam kalsium dan magnesium. Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung garam karbonat atau bikarbonat, seperti kalsium karbonat dan magnesium karbonat. Sifat sadah sementara dapat dihilangkan dengan pemanasan atau menambah air kapur. 
Kerugian yang diakibatkan dari sifat sadah antara lain alat rumah tangga, seperti panci dan ketel mudah rusak karena mineral yang membawa sifat sadah pada air diendapkan menjadi kerak pada dasar alat rumah tangga tersebut. Akibat lain adalah bahan bakar yang digunakan makin banyak. Bila digunakan untuk mencuci menyebabkan sabun tidak berbusa dan tidak baik untuk diminum.

CARA PENGOLAHAN AIR
Tiga aspek penting yang harus dilakukan dalam pengolahan air, yaitu:
  • Membersihkan air dari kekeruhan
  • Membersihkan air dari kuman
  • Membersihkan air dari zat-zat beracun

Tahapan pengolahan air secara fisis dan kimia:
  • Air kotor diendapkan terlebih dahulu, sehingga zat-zat yang ukuran partikelnya besar dapat mengendap dengan dilewatkan pada ijuk.
  • Air yang sudah terbebas dari endapan, dialirkan ke tempat lain dan ditambahkan tawas sebanyak 30 - 100 mg tiap 1 liter air. Fungsinya untuk mengendapkan lumpur yang larut dalam air yang tidak mengendap pada langkah pertama.
  • Air yang sudah diberi tawas dan diendapkan, dialirkan ke tempat lain. Kemudian ditambahkan kapur sebanyak 15 - 50 mg tiap liter air untuk menetralkan sifat asam yang larut akibat proses pembusukan.
  • Air ditambah kaporit sebanyak 5 - 20 mg tiap liter air untuk membunuh bibit penyakit dan bakteri yang ada.
  • Air yang sudah bebas asam dan bakteri kemudian dialirkan melalui kerikil bersih, arang kayu/arang tempurung kelapa, pasir bersih, dan ijuk. Fungsi arang untuk menyerap bau dan racun yang masih tersisa. Pada tahap ini merupakan konstruksi saringan.

Potensi Diri untuk Berprestasi Sesuai Kemampuan

IDEALIS
Idealis artinya orang yang bercita-cita tinggi. Anak muda penuh idealisme, artinya cita-citanya itu sesuai jalan hidupnya yang pada akhirnya menjadi sempurna. Pada umumnya, kaum muda memiliki sifat idealis yang tinggi. Artinya, selalu mencari sesuatu yang ideal sesuai dengan cita-citanya. Mereka memiliki banyak gagasan yang bagus untuk diwujudkan. Idealisme patut dimiliki oleh setiap orang agar hidupnya bermakna dan berguna bagi nusa, bangsa, dan negaranya.

KREATIF
Seseorang yang memiliki daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan disebut kreatif. Anak-anak muda sesuai SMP Kelas 3 dan SMA menyimpan/memiliki potensi yang besar. Potensi dapat bergerak cepat dan aktif, mengikuti perubahan/pembaruan dan penyempurnaan menuju arah kemajuan dengan menampilkan kreativitasnya.

SELALU INGIN TAHU
Masa bodoh/apatis itu biasanya tidak dimiliki anak-anak muda. Generasi muda itu selalu ingin tahu tentang sesuatu yang belum dikenal/diketahuinya. Namun, keingintahuan mereka harus diarahkan ke hal-hal positif.

BERANI
Dalam diri seorang anak muda selalu ada jiwa yang selalu bergelora. Misalnya berani menanggung risiko. Berani menanggung kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat, tapi justru menjadi tantangan dan pendorong untuk maju. Anak-anak muda itu pantang menyerah kalau menghadapi kegagalan. Mereka bersemboyan, "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Hari ini gagal, besok harus berhasil. Mereka akan melihat kegagalan itu untuk segera diperbaiki.

OBSESI TINGGI
Obsesi adalah pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan.

SIAP BERKOMPETISI
Berkompetisi itu bagus asal dilakukan dengan cara sportif karena kompetisi itu artinya persaingan, berkompetisi berarti bersaing. Setiap orang pasti ingin mendapatkan sesuatu dengan hasil yang baik. Orang itu ingin benar-benar berkualitas, maka kemampuan untuk berkompetisi harus diciptakan. Mereka harus dibiasakan untuk bersaing dalam hal-hal positif agar dapat menjadi generasi muda yang tangguh.

OPTIMIS
Orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik itulah yang disebut optimis. Tidak ada yang dapat menghalangi kalau kita selalu optimis. Peluang, tantangan dan hambatan harus disertai dengan rasa optimis. Aku mau, aku pasti bisa! Inilah optimisme. Kemauan dan kemampuan yang disertai optimisme pasti akan mendatangkan keberhasilan dan pada akhirnya diri akan didapatkannya.

Bahaya Kebakaran

BAHAYA KEBAKARAN
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang bisa disebabkan oleh faktor alam maupun faktor kelalaian manusia. Kebakaran umumnya terjadi di kawasan hutan dan perumahan. Jika hutan terbakar, akan berdampak luas terhadap lingkungan ekologis dan makhluk hidup di dalamnya. Jika terjadi kebakaran di kawasan perumahan, maka akan berdampak pada kerugian baik secara material maupun spiritual dari keluarga yang tertimpa musibah kebakaran tersebut.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kebakaran:
  • Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
  • Kecerobohan manusia, antara lain membuang puntung rokok sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.
  • Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi
  • Tindakan yang disengaja, seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.
  • Kebakaran di bawah tanah (ground life) pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada musim kemarau.

Aspek-aspek yang teridentifikasi sebagai dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan:
Dampak terhadap Sosial, Budaya, dan Ekonomi
Di antaranya: (1) hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat di dan sekitar hutan; (2) terganggunya aktivitas sehari-hari; (3) peningkatan jumlah hama; (4) terganggunya kesehatan; dan (5) produktivitas menurun. 
Dampak terhadap Ekologis dan Kerusakan Lingkungan
Di antaranya: (1) hilangnya sejumlah spesies; (2) ancaman erosi; (3) perubahan fungsi pemanfaatan dan peruntukan lahan; (4) penurunan kualitas air; (5) terganggunya ekosistem terumbu karang; (6) menurunnya devisa negara; dan (7) sedimentasi di aliran sungai.
Dampak terhadap Hubungan Antarnegara
Asap yang timbul dari kebakaran tersebut sayangnya tidak mengenal batas administratif. Asap tersebut justru terbawa angin ke negara tetangga sehingga sebagian negara tetangga ikut mengirup asap yang ditimbulkan dari kebakaran di negara Indonesia. Akibatnya adalah, hubungan antara negara menjadi terganggu dengan munculnya protes keras dari Malaysia dan Singapura kepada Indonesia agar kita bisa secepatnya melokalisasi kebakaran hutan agar asap yang ditimbulkan tidak semakin tebal. 
Dampak terhadap Perhubungan dan Pariwisata
Tebalnya asap juga mengganggu transportasi udara. Seringkali kita mendengar sebuah pesawat tidak bisa turun di satu tempat karena tebalnya asap yang melingkungi tempat tersebut. Sudah tentu hal ini akan mengganggu bisnis pariwisata karena keengganan orang untuk berada di tempat yang dipenuhi asap.

UPAYA MENCEGAH KEBAKARAN
Kebakaran sebenarnya dapat dicegah, yakni dengan mengantisipasi agar hal-hal yang dapat menimbulkan potensi kebakaran dapat diminimalisir. Upaya pencegahan kebakaran yang dapat dilakukan di lingkungan rumah antara lain sebagai berikut:
  • Jangan mengisi minyak ke dalam kompor terlalu luber atau jangan biarkan minyak di dalam kompor kosong
  • Usahakan sumbu kompor tidak ada yang panjang sebelah (ompong), karena bisa menyulut kebakaran
  • Jangan menaruh kompor terlalu dekat ke dinding
  • Jangan menyimpan barang yang mudah terbakar, seperti bensin atau minyak tanah di kolong meja kompor atau dekat dengan sumber api
  • Bila menggunakan kompor gas, taruhlah kompor dan tabung gas di tempat yang ventilasinya bagus atau mencukupi agar udara mudah keluar masuk. Sehingga, bila terjadi kebocoran, gas akan keluar langsung terbawa angin. Hindari menempatkan kompor gas di dekar barang yang mudah terbakar. Jangan menaruh kompor gas di sebelah kompor minyak. Apabila terpaksa, taruhlah kompor gas sekitar 1-2 meter dari kompor minyak.
  • Periksa saluran gas dari tabung ke kompor
  • Untuk listrik, jangan memasang lampu berlebihan dan jangan menempelkan stopkontak bertumpuk-tumpuk. Pasalnya, kabel akan panas dan meleleh, dan dapat menyebabkan percikan api yang lama-lama bisa menyulut kebakaran.
  • Jangan merokok di tempat tidur
  • Jangan menaruh pembasmi nyamuk bakar terlalu dekat dengan barang-barang yang mudah terbakar
  • Jangan biarkan anak kecil bermain korek api
  • Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau deraan angin kencang

Adapun yang dimaksud dengan pencegahan kebakaran hutan adalah semua usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, berikut ini kegiatan pemadaman kebakaran hutan di Indonesia berdasarkan Permenhut No: P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan. 

Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat nasional sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, meliputi kegiatan:
  • Membuat peta kerawanan kebakaran hutan
  • Mengembangkan sistem informasi kebakaran hutan
  • Kemitraan dengan masyarakat
  • Menyusun standar peralatan pengendalian kebakaran hutan
  • Menyusun program penyuluhan dan kampanye pengendalian kebakaran hutan
  • Menyusun pola pelatihan pencegahan kebakaran hutan

Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat provinsi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4 huruf b, meliputi kegiatan:
  • Pembuatan peta kerawanan kebakaran hutan provinsi
  • Pembuatan model penyuluhan
  • Pelatihan pencegahan kebakaran hutan
  • Pembuatan petunjuk pelaksanaan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan
  • Pengadaan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran hutan
  • Melaksanakan pembinaan
  • Melaksanakan pengawasan

Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat kabupaten/kota sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, meliputi kegiatan:
  • Evaluasi lokasi rawan kebakaran hutan
  • Penyuluhan
  • Pembuatan petunjuk teknis pelaksanaan pemadaman kebakaran hutan
  • Pengadaan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan
  • Pelaksanaan pembinaan
  • Pengawasan

Pencegahan kebakaran hutan pada tingkat unit pengelolaan hutan konservasi, kesatuan pengelolaan hutan produksi, kesatuan pengelolaan hutan lindung, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 4 huruf d, meliputi kegiatan:
  • Inventarisasi lokasi rawan kebakaran hutan
  • Inventarisasi faktor penyebab kebakaran
  • Penyiapan regu pemadam kebakaran
  • Pembuatan prosedur tetap
  • Pengadaan sarana dan prasarana
  • Pembuatan sekat bakar

Bagian-Bagian Buku

SAMPUL DEPAN
Tertera judul buku, juga gambar atau foto yang menjelaskan isi buku tersebut. Di samping itu, cover depan juga berguna untuk melindungi buku itu sendiri. Sampul depan ada yang tipis (soft), ada pula yang tebal (hard).

HALAMAN JUDUL
Berisi pengulangan dari judul buku dan nama pengarangnya yang telah ada di sampul depan. Biasanya dicantumkan pula nama penerbit dan tahun terbit buku tersebut.

IMPRESIUM
Berisi berbagai data atau keterangan tentang jumlah halaman, ilustrasi, ukuran buku, nama penerbit, nama editor, nama penerjemah, tahun penerbitan, cetakan yang ke berapa, siapa pencetaknya, dan sebagainya.

DAFTAR ISI
Berisi susunan bab-bab yang ada di dalam buku secara keseluruhan.

KATA PENDAHULUAN
Sering pula disebut prakata atau foreword. Kata pendahuluan berisi garis besar isi buku dan diletakkan setelah kata pengantar. Kata pendahuluan ditulis agak mendalam, tetapi tidak sampai membocorkan isinya. Kata pendahuluan biasanya ditulis oleh si pengarang atau penulis buku.

KATA PENGANTAR
Sering sulit dibedakan dengan kata pendahuluan. Biasanya kata pengantar atau preface lebih berisi sapaan dari penulis ke pembaca, juga kadang tertera ucapan terima kasih kepada orang-orang atau pihak-pihak yang telah membantu si penulis dalam pembuatan buku. Kata pengantar juga bisa diisi oleh penerbit atau ahli untuk menerangkan isi buku.

PROLOG
Semacam kata pengantar yang dibuat oleh seseorang yang memahami hal tertentu.

PAGINA
Lembaran-lembaran atau halaman yang ada di dalam buku.

EPILOG
Semacam kata penutup yang ditulis untuk memberi kesan pada isi buku.

GLOSARIUM
Di dalam sebuah buku, sering terdapat istilah tertentu yang tidak kita pahami maksudnya. Istilah-istilah tersebut disatukan oleh penulis di dalam Glossary. Oleh karena itu, Glossary biasanya berisi daftar istilah dan penjelasannya.

DAFTAR INDEKS
Daftar indeks berisi daftar nama-nama orang atau nama-nama tempat yang terdapat dalam buku tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Berisi daftar referensi yang digunakan penulis atau pengarang dalam menulis sebuah buku. Hal ini sebagai bentuk dari tanggung jawab si penulis. Kalau tidak dicantumkan, bisa-bisa si penulis dituduh sebagai plagiat, menyontek tanpa menyebutkan sumbernya.

BIODATA PENULIS
Berisi riwayat singkat atau biodata si penulis atau pengarang agar pembaca dapat mengetahui secara ringkas tentang perjalanan hidup si penulis atau pengarang buku tersebut.

SAMPUL BELAKANG
Memuat cuplikan isi buku. Bisa juga berisi pendapat atau kesan orang-orang tertentu terhadap buku itu. Sampul belakang juga harus dibuat menarik agar calon pembaca mau membeli buku itu.

Sumber: Majalah Bobo No. 06 Thn. XXXVIII 20 Mei 2010 

Modal Menjadi Wartawan

MENJUNJUNG KEBENARAN
Wartawan, sebagai ujung tombak media massa, harus mengumpulkan bahan tulisan berdasarkan fakta yang benar. Bukan hasil rekayasa atau selera sendiri. Kadangkala, kebenaran antara satu pihak dengan pihak lain berbeda. Pertumbuhan media yang pesat menyimpulkan persaingan ketat di antara pekerja pers. Tiap media bersaing untuk menjadi yang terdepan dengan cara menghalalkan segala cara. Wartawan mengabaikan kejujuran demi mengejar sensasi.

RASA INGIN TAHU YANG KUAT
Sebuah berita terlahir dari rasa ingin tahu. Wartawan harus memiliki rasa ingin tahu yang besar seperti balita. Balita biasanya mengajukan berbagai pertanyaan dan mengamati lingkungan dengan seksama. Mereka lapar akan pengetahuan. Rasa ingin tahu yang kuat mengantar wartawan pada informasi menarik. Bila modal ini tidak dimiliki, niscaya berita yang menarik sulit dituai. Meski berbekal informasi sepotong, wartawan dapat menelusuri berbagai sumber sehingga berita tersebut menjadi menarik.

SKEPTIS
Skeptis sama artinya dengan kurang percaya/ragu-ragu. Menurut Luwi Iswara, skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah ditipu. Informasi perlu dicek kebenarannya karena bisa saja narasumber memiliki maksud tertentu sehingga tidak sesuai dengan faktanya. Skeptis berbeda dengan sinis. Sinis menurut Luwi Iswara, adalah sebuah sikap ketidakpercayaan.

KEBERANIAN
Dunia jurnalistik bukan seperti ruang kelas, duduk manis, narasumber berbicara, mencatat lalu menjadi sebuah tulisan. Bukan seperti itu, Pernak-pernik mencari berita banyak sekali wujudnya. Keberanian menghadapi risiko adalah kewajiban bagi seorang wartawan untuk meliput di medan-medan yang keras seperti tawuran, perang, demonstrasi atau kerusuhan di wilayah-wilayah konflik. Keberanian tentu tetap harus disertai dengan perhitungan.

INDEPENDEN
Seorang wartawan harus memiliki sikap independen, bebas atau tidak berpihak. Wartawan adalah wakil masyarakat atau pembacanya, bukan wakil narasumber. Kedekatan seorang wartawan terhadap narasumbernya akan memberi pengaruh di dalam laporannya.

KREATIF
Seringkali kita melihat keseragaman dalam sajian di media massa. Satu media dengan media lain menyajikan informasi yang sama. Hal ini disebabkan karena kurangnya kreativitas yang dimiliki oleh seorang wartawan. Kreativitas sangat diperlukan untuk menuliskan berita.

GAUL
Dengan bergaul, seorang wartawan mendapatkan informasi baru dan penting. Seorang wartawan dapat pula mendekati sumber informasi yang eksklusif. Pergaulan seorang wartawan terbentang luas, tak hanya satu golongan atau kelompok tertentu saja.

ULET
Seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya dapat saja menyamar untuk mendekati narasumber. Penyamaran yang baik akan menghasilkan kedalaman sebuah informasi. Wartawan harus ulet, tidak mudah putus asa, dan terus berusaha untuk mencapai tujuan. Keuletan menjadi modal penting juga untuk bekerja secara profesional menjadi penggali berita.

TELITI
Kepercayaan masyarakat dapat dibangun bila wartawan teliti menyajikan informasi yang disampaikan. Ketelitian dibangun dari hal-hal kecil, seperti nama narasumber, nama tempat, tanggal, usia, kata-kata dalam bahasa asing, dll. Ketelitian dalam menulis jangan diabaikan pula.

BANYAK MEMBACA
Dunia tidak pernah tidur, terus bergerak. Adalah kata kunci lain yang tidak dapat dikesampingkan kalau mau menjadi wartawan. Seandainya kepala sang jurnalistik itu kosong, bagaimana mungkin dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat. Di sinilah pentingnya membaca. Jangan pernah berhenti membaca! Dengan membaca, seorang wartawan dapat menambah pengetahuan dan mengikuti perkembangan yang ada.