Tampilkan postingan dengan label Tata Busana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Busana. Tampilkan semua postingan

Pengenalan Alat dan Bahan untuk Menghias Kain

PENGENALAN BAHAN DASAR KAIN
Pengenalan bahan dasar diperlukan untuk memilih bahan utama dalam pembuatan kain-kain rumah tangga. Menghias kain yang baik perlu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan agar mendapat hasil yang memuaskan. Bahan dasar adalah bahan yang akan digunakan untuk membuat benda dalam menghias kain yang tidak selalu sama. Dalam memilih bahan dasar, terdapat tiga syarat yang harus diperhatikan:
  • Kegunaan benda yang akan dibuat.
  • Memilih ragam yang tepat.
  • Memilih teknik hiasan yang tepat.

Contoh kain yang dipakai untuk menghias kain:
  • Kain tetoron.
  • Kain belacu.
  • Kain hero.
  • Kain katun.
  • Kain bermotif bola-bola.
  • Kain bermotif kotak-kotak.

Asal serat kain ada tiga macam, yaitu:
Hewan
Contoh: domba (wol), buaya, ular, sutera.
Memiliki sifat: mudah mengisap air, nyaman dipakai, sukar dalam pemeliharaan, dan jika dibakar berbau.
Tumbuhan
Contoh: belacu, katun, mor.
Memiliki sifat: kuat, tahan panas, mudah menyerap air, dan nyaman dipakai.
Sintetis/Buatan
Contoh: nilon, krayon, korlom.
Memiliki sifat: tidak tahan panas dan tidak mudah menyerap air.

BENANG DAN ALAT-ALAT UNTUK MENGHIAS KAIN
Benang
Digolongkan menjadi dua bagian:
  • Benang jahit biasa (benang tenun, benang kasur, benang jahit).
  • Benang jahit istimewa/benang istimewa (benang sulam, benang wol, benang mutiara).  
Jarum
Terdiri dari:
Jarum Tangan
Terdiri dari berbagai macam ukuran. Makin besar nomor jarum, semakin kecil ukuran jarum. 
Jarum Mesin
Digunakan untuk menjahit pada mesin jahit. 
Jarum Sulam
Digunakan untuk menghias kain.   
Pemidangan
Digunakan untuk mengencangkan kain pada saat menyulam agar hasilnya rata dan tidak berkerut. Pemidangan biasanya dibuat dari kayu, plastik atau kain.  
Bidal
Dibuat dari logam atau plastik. Digunakan untuk melindungi jari tangan dari tusukan jarum.  
Karbon Jahit
Digunakan untuk memindahkan gambar ke atas kain dan terdiri dari bermacam-macam warna.  
Jarum Pentul
Digunakan untuk melekatkan kain perca/motif yang bersifat sementara. Terbuat dari logam dan plastik.  
Pendedel
Digunakan untuk membuka jahitan yang salah. Dibuat dari logam dan plastik atau logam dan kayu.  
Gunting
Untuk memotong benang atau kain. Dibuat dari logam seluruhnya atau juga dari logam dan plastik. Ukurannya pun bermacam-macam.  
Renda
Untuk membuat renda, ada yang dibuat dengan mesin, ada pula yang dibuat dengan tangan. Kegunaan renda pun bermacam-macam, antara lain menghias pakaian, pakaian dalam, sapu tangan, tirai jendela, taplak meja, tas kain, tutup televisi, tutup kulkas, pegangan kulkas, tepi dompet, dan lain-lain. Sementara itu, macam-macam renda yaitu tula, filet dan renda simpul. Menurut bahan, renda dapat dibedakan menjadi renda katun dan renda nilon. Menurut ukuran, ada yang mulai dari 1 cm dan yang paling besar yaitu 18 cm. Menurut pembuatannya, ada yang dibuat dari mesin dan ada pula yang dibuat dari jarum kain (hak pen). Renda umumnya berwarna putih. Namun, ada juga yang berwarna lain.  
Kancing
Fungsinya untuk penutup pakaian atau juga sebagai hiasan saja. Kancing memiliki macam-macam bentuk, di antaranya: kancing kemeja, kancing jepret, kancing hias/kaki, kancing bungkus, kancing hak, dan kancing cina. Sementara itu, kancing juga dapat dibedakan menurut:
Bahan
Plastik, logam, kayu, tempurung kelapa, bahan/kain. 
Ukuran dan Warna
Bermacam-macam. 
Pembuatan
Dengan mesin atau dengan tangan.

Keserasian dan Keindahan Berbusana

Berbusana meliputi pakaian perlengkapan, tata rias wajah dan rambut serta keperluan lain yang dipakai manusia dari ujung kepala hingga ujung kaki. Busana adalah pakaian yang dipakai pada tubuh seseorang. Berbusana serasi artinya segala sesuatu yang dipakai dalam satu kesatuan penampilan, bentuk tubuh, kesempatan dan waktu, adat istiadat yang seimbang dengan lingkungan. Kegunaan pakaian:
  • Menutupi tubuh.
  • Menutupi aurat.
  • Kesehatan.
  • Kesopanan.
  • Keindahan.
  • Kecantikan.
  • Gaya (fashion).
  • Menambah wibawa.
  • Membedakan.
  • Membuat diri menjadi anggun/cantik/tampan.

Agar dapat berbusana yang serasi dan indah, kita perlu mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam berbusana, antara lain:
Bentuk Tubuh
Meliputi gemuk tinggi, gemuk rendah, kurus tinggi, kurus rendah dan ideal. 
Siluet
Siluet adalah bentuk luar dari suatu pakaian. Siluet terdiri dari:
Siluet A
Menunjukan garis sempit dan melebar pada bagian bawah. 
Siluet H
Menunjukan garis sisi lurus dari atas ke bawah. 
Siluet S
Menujukan bagian pinggang mengecil dan mengembang pada bagian bawah.
Warna
Warna dapat dipakai untuk menghias kekurangan yang ada pada tubuh dan dapat memberi penampilan menarik. Terdiri dari:
  • Warna Primer: merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder: jingga (merah + kuning), hijau (kuning + biru), ungu (biru + merah).
  • Warna Tersier: campuran ketiga warna sekunder.
  • Warna Netral: warna yang dapat dikombinasikan dengan berbagai macam warna (putih dan hitam).  
Garis
  • Garis vertikal memberi kesan kelihatan tinggi dan langsing. Cocok dipakai untuk orang berbadan gemuk.
  • Garis horizontal memberi kesan terlihat menggemukan bentuk tubuh. Cocok dipakai untuk orang berbadan kurus.
  • Garis diagonal cocok digunakan untuk semua bentuk tubuh.   
Corak atau Motif
Corak kain menentukan keindahan pakaian. Corak dapat dibedakan menurut:
  • Ukuran: besar sekali, besar, sedang, kecil, kecil sekali.
  • Bentuk: tumbuhan, hewan, pemandangan alam, abstrak.  
Bersih
Pakaian yang dipakai tidak ada noda, tidak bau. 
Rapi
Modelnya bagus, tidak kusut, tidak terlalu besar atau kecil dan semua kancing berfungsi penuh.
Harmonis
Corak dan warna bahan sesuai dengan si pemakai. Waktu pemakaian pun sesuai.

Untuk melengkapi pakaian agar lebih indah, perlu diberi aksesoris. Ada dua macam aksesoris:
Aksesoris Busana
Contoh: bros, kancing, retsleting, pita, dasi, dsb. 
Aksesoris Tubuh
Contoh: gelang, kalung, anting, cincin, dsb.

Macam-Macam Tusuk Hias

TUSUK JELUJUR
Sebagai jahitan sementara, sebelum dijahit dengan mesin jahit dan digunakan untuk menghias kain. Cara membuat tusuk ini adalah: tusukan jarum dan benang dari kanan ke kiri. Sekali tusuk, sekali tarik atau beberapa kali tusuk baru ditarik.

TUSUK TIKAM JEJAK
Berfungsi untuk menghias kain/menjahit pakaian bila tidak mempunyai mesin jahit. Cara membuat tusuk ini adalah: dari sebelah kanan, tusukan jarum mundur ke belakang, lalu keluarkan ke arah depan dengan memberi jarak, lakukan hal yang sama sampai jahitan sudah selesai.

TUSUK FESTON
Berfungsi untuk menghias kain dan merapikan tepi kain. Cara membuat tusuk ini adalah: dapat dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya, benang harus berada di bawah jarum, lalu ditarik.

TUSUK RANTAI
Berfungsi untuk menghias kain dan menjahit kantung terigu/beras. Cara membuat tusuk ini adalah: dengan melingkarkan benang pada tusukan berikutnya, arahnya dari kanan ke kiri.

TUSUK PIPIH
Berfungsi untuk menghias kain pada motif daun, bunga dan tangkai yang agak besar. Cara membuat tusuk ini adalah: jarum ditusukan rapat-rapat sejajar mengikuti motif.

TUSUK SILANG
Berfungsi untuk menghias kain dan membuat hiasan kruistiek. Cara membuat tusuk ini adalah: dapat dikerjakan sekaligus/searah dahulu baru arah yang lainnya dikerjakan di atas kain strimin/kain motif kotak-kotak.