Berkembangnya Nasionalisme di Indonesia

PENGERTIAN
Nasionalisme adalah suatu paham yang mengajarkan kepada rakyatnya untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

PENGERTIAN MENURUT BEBERAPA TOKOH
  • Hans Kohn: nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi rakyat yang diserahkan kepada negara kebangsaan.
  • Otto Bouer: nasionalisme akan muncul apabila adanya persamaan nasib akibat penjajahan.
  • Ernest Renan: nasionalisme akan muncul apabila ada dorongan dari rakyat untuk bersatu.

FAKTOR PENDORONG MUNCULNYA NASIONALISME DI INDONESIA PADA AWAL ABAD KE-20
  • Faktor Intern
    • Adanya kenangan kejayaan masa lampau bangsa Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
    • Adanya penderitaan rakyat akibat adanya penjajahan oleh Belanda.
    • Munculnya golongan cendikiawan atau golongan terpelajar.
    • Adanya kemajuan dalam diri rakyat Indonesia dalam bidang:
      • Politik: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional.
      • Ekonomi: ditandai dengan munculnya kesadaran rakyat Indonesia untuk memajukan perdagangan kaum pribumi.
      • Sosial Budaya: ditandai dengan munculnya kesadaran dari rakyat Indonesia untuk memajukan kebudayaan pribumi dalam rangka mencegah pengaruh negatif dari budaya barat.
    • Adanya perkembangan dalam bidang media komunikasi (pers/surat kabar).
  • Faktor Ekstern
    • Adanya kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905.
    • Adanya perkembangan nasionalisme di India. Tokoh nasionalisme dari India adalah Mahatma Gandhi yang memiliki ajaran:
      • Ahimsa: anti peperangan atau anti kekerasan.
      • Hartal: mogok tau tidak berbuat apapun meskipun masuk kantor.
      • Swadeshi: menggunakan produk dalam negeri/tidak menggunakan produk dari pemerintah kolonial Inggris.
      • Satyagraha: tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Inggris.
      • Purna Swaraj: mencapai kemerdekaan sepenuhnya.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan (HPP) didapatkan dari penjumlahan persediaan barang dagangan (awal) dengan nilai pembelian bersih dan dikurangi dengan persediaan barang (akhir).

Pembelian bersih adalah jumlah pembelian (baik secara tunai maupun kredit) ditambah dengna beban angkut pembelian, kemudian dikurangi dengan retur pembelian dan potongan pembelian. 

Barang tersedia untuk dijual adalah persediaan barang dagang (awal) ditambah dengan pembelian bersih.

Berdasarkan uraian di atas, contoh perhitungan HPP adalah sebagai berikut:

Persediaan barang dagang (awal)                                               xxx

Pembelian                                                     xxx
Beban angkut pembelian                                xxx
Retur pembelian                                           ( xxx )
Potongan pembelian                                    ( xxx )
                                                                    --------- +
Pembelian bersih                                                                    xxx
                                                                                          ------------ +
Barang tersedia untuk dijual                                                     xxx
Persediaan barang dagang (akhir)                                          ( xxx )
                                                                                          ------------- +
Harga pokok penjualan                                                            xxx

Keterangan:

  • Untuk yang di dalam kurung sebagai pengurang.
  • Mohon maaf, apabila tata letaknya kurang rapi karena adanya kesulitan dalam tata letak. Yang pasti, akun pembelian sampai potongan pembelian berada pada lajur satu, sedangkan sisanya berada di lajur sampingnya.

Kolonialisme dan Imperialisme

KOLONIALISME
Pengertian
Secara etimologis, istilah kolonialisme berasal dari kata colunus yaitu petani, dan colonia artinya tanah. Sistem koloni pertama kali diperkenalkan di Yunani untuk menggambarkan adanya perpindaha para petani dari daerah yang tandus ke daerah yang subur. Menurut Andre Gunder Frank, kolonialisme adalah perpindahan sumber daya alam dari daerah terkoloni ke daerah pengkoloni. Secara umum, kolonialisme dapat diartikan sebagai paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang mengakibatkan terjadinya perpindahan sumber daya alam dari negara terkoloni ke negara pengkoloni. Contoh: Belanda, Portugis, dan Spanyol. 
Bentuk-bentuk Kolonialisme
Kolonialisme Eksploitasi
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan terkuras habis sumber daya alam negara yang dijajah. Contoh: Belanda terhadap Indonesia.  
Kolonialisme Deportasi
Bentuk kolonialisme yang tujuan penguasaan suatu daerah lain untuk membuang para narapidana. Contoh: Inggris menguasai Australia.  
Kolonialisme Penduduk
Bentuk kolonialisme yang menyebabkan tersingkirnya penduduk asli. Contoh: Inggris menguasai Australia yang menyebabkan Suku Aborigin tersingkir.  
Kolonialisme Kelebihan Penduduk
Bentuk kolonialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk menampung kepadatan penduduk. Contoh: Italia, Jepang.  
Kolonialisme Sekunder 
Bentuk kolonialisme di mana daerah yang dikuasai akan dijadikan untuk kepentingan militer atau strategi perang, misalnya untuk pangkalan militer.

IMPERIALISME
Pengertian
Secara etimologis, imperialisme berasal dari bahasa Latin, yaitu imperare yang artinya memerintah. Dengan demikian, salah satu ciri imperialisme adalah adanya pemerintahan jajahan. Secara umum, pengertian imperialisme adalah paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang dilakukan dengan membentuk pemerintahan jajahan dengan tujuan untuk menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer. Istilah imperialisme muncul pertama kali di Inggris pada abad ke-19, ketika Disraell menjadi Perdana Menteri Inggris. 
Macam-macam Imperialisme
Berdasarkan Waktu Munculnya
Imperialisme Kuno
Waktu: sebelum terjadinya Revolusi Industri di Inggris tahun 1760.
Tujuan: 3G, yaitu:
  • Gold (mencari emas atau sumber daya alam)
  • Gospel (menyebarkan agama)
  • Glory (mencari kejayaan bangsa)
Contoh: Portugis, Spanyol, Belanda.   
Imperialisme Modern
Waktu: setelah Revolusi Industri sampai Perang Dunia II.
Tujuan: menguasai suatu negara atau daerah untuk dijadikan sebagai:
  • Tempat mencari sumber bahan baku industri
  • Tempat penanaman modal
  • Tempat menampung kepadatan penduduk
  • Tempat pemasaran hasil industri
Contoh: Inggris, Jepang.  
Imperialisme Ultra Modern
Waktu: setelah Perang Dunia II sampai sekarang.
Tujuan: menguasai aspek kepribadian, mentalitas, ideologi masyarakat dari negara yang dikuasai.
Contoh: perang dingin, terorisme, narkoba. 
Berdasarkan Tujuan Penguasaannya
Imperialisme Politik
Bentuk imperialisme di mana penjajah menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain. Imperialisme jenis ini dilakukan dalam bentuk proktektorat. Contoh: Inggris menguasai Singapura, India, Australia, Malaysia, dan negara tersebut dijadikan negara proktektorat Inggris.   
Imperialisme Ekonomi
Imperialisme yang bertujuan untuk menguasai aspek perekonomian dari negara yang dikuasai. Contoh: Jepang menguasai perekonomian Indonesia dengan menerapkan sistem dumping.   
Imperialisme Kebudayaan
Imperialisme yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan ke negara yang dijajah, misalnya pemaksaan tradisi seikerei oleh Jepang, penggunaan bahasa Inggris di negara yang dijajah seperti di Amerika Serikat, Australia, dan lain-lain.   
Imperialisme Militer
Suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan untuk kepentingan perang, misalnya untuk pangkalan militer.