Kata Majemuk

PENGERTIAN
Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang hubungannya sangat erat sehingga menimbulkan pengertian baru. Kata majemuk dapat didefinisikan pula sebagai gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan unsur pembentuknya.

CIRI-CIRI KATA MAJEMUK
  • Komponen kata majemuk mengandung satu makna. Makna pada setiap unsurnya tidak diperhitungkan lagi. 
    • Contohnya terdapat pada kata makan hati yang mengandung arti konotatif, yaitu sedih atau susah. Jadi tidak ditafsirkan sebagai gabungan antara kata makan dan hati. Sebaliknya pada bentuk makan hati pada kalimat "Dia suka makan hati ayam." Kata makan dan hati memiliki makna yang mandiri.
  • Jika kata majemuk mendapat keterangan, keterangan tersebut harus menjelaskan keseluruhannya. 
    • Contohnya terdapat pada kalimat: "Saya sungguh naik darah." Kata keterangan sungguh memberi keterangan terhadap kata naik darah (marah) dan bukan pada kata naik atau darah saja.
  • Jika kata majemuk mendapat imbuhan, maka imbuhan tersebut harus meliputi keseluruhan unsurnya. 
    • Contohnya pada kata tanggung jawab akan ditambahkan imbuhan per-an, maka akan menjadi pertanggungjawaban buka pertanggungan jawab. 
  • Jika kata majemuk mendapat pengulangan, maka pengulangan tersebut harus meliputi keseluruhan unsurnya. 
    • Contohnya pada kata rumah sakit jika mendapat pengulangan akan menjadi rumah sakit-rumah sakit, buka rumah-rumah sakit.
  • Unsur kata majemuk tidak dapat dipisahkan dengan kata lain. 
    • Misalnya pada kata rumah sakit tidak bisa diubah menjadi rumah tempat orang sakit. Karena rumah tempat orang sakit tidak selalu dikatakan rumah sakit. Sebab bisa saja rumah itu adalah rumah pribadi. 
    • Ada juga kata terjun payung tidak bisa diubah menjadi terjun dengan payung sebab maknanya berbeda dengan terjun payung.

MACAM-MACAM KATA MAJEMUK
  • Kata Majemuk Berbeda Jenis dengan Jenis Kata Unsur Pembentuknya
    • Lalu Lintas (kata benda)
      • Lalu (predikat)
      • Lintas (predikat)
    • Jago Merah (kata benda)
      • Jago (kata sifat)
      • Merah (kata sifat)
  • Kata Majemuk Sama Jenis dengan Salah Satu Unsur Pembentuknya atau Keduanya
    • Meja Hijau (kata benda)
      • Meja (kata benda)
      • Hijau (kata sifat)
    • Kumis Kucing (kata benda)
      • Kumis (kata benda)
      • Kucing (kata benda)
  • Kata Majemuk Bertingkat
    • Pola Diterangkan-Menerangkan (DM)
      • Contoh: putra mahkota, naik daun, meja hijau, jalur hijau, bulan purnama
    • Pola Menerangkan-Diterangkan (MD)
      • Contoh: panjang tangan, besar kepala, kecil hati, patah hati, turun harga
  • Kata Majemuk Setara (kedudukan unsur-unsur sederajat)
    • Contoh: pahit getir, susah payah, riang gembira, kaki tangan, hutan rimba
  • Kata Majemuk Jadian (salah satu unsur merupakan kata jadian)
    • Contoh: lapangan terbang, angkatan darah, meninggal dunia, buku pelajaran, uang jaminan

Hakikat Sastra dan Kesusastraan

PENGERTIAN
Sastra berasal dari dua kata, yaitu "sas" dan "tra". Kata "sas" berarti memaparkan atau mengajarkan, sementara kata "tra" berarti menyatakan alat. Dengan demikian, sastra merupakan alat memaparkan atau mengajarkan (memaparkan atau mengajarkan melalui buku).

Sementara itu, kesusastraan berasal dari dua kata, yaitu "su" dan "sastra". Kata "su" berarti indah, dan bagus, sementara kata "sastra" berarti buku yang indah bahasa dan baik isinya. Dengan demikian, kesusastraan merupakan karya yang di dalamnya menggunakan bahasa yang indah dan baik ditelaah dari segi isinya.

Sastra secara umum adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan dengan gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sastra Indonesia adalah suatu kesusastraan yang berupa karya sastra dan hasil budaya seseorang atau suatu bangsa dengan menggunakan bahasa yang indah dan baik isinya sebagai alat komunikasi dalam angkatan dan periodisasi sastra. Kesusastraan adalah karya sastra yang di dalamnya menggunakan bahasa yang indah dan baik ditelaah dari segi estetika.

MANFAAT KARYA SASTRA
  • Memberi kesadaran pada pembacanya tentang kebenaran-kebenaran hidup.
  • Memberi kegembiraan dan kepuasan batin.
  • Menyampaikan kegembiraan hakiki yang abadi.
  • Menampilkan hakikat kebenaran manusia dan kehidupannya tanpa mengenal batas-batas kebangsaan, ras, suku, status, dan agama.
  • Memenuhi kebutuhan manusia akan naluri keindahannya.
  • Memberikan penghayatan yang mendalam terhadap hal-hal yang kita ketahui.
  • Menolong pembacanya menjadi manusia yang berbudaya, yaitu manusia yang agung namun tetap sederhana, bebas, tetapi mengendalikan diri, kuat perkasa namun penuh kelembutan.

UKURAN SASTRA YANG BAIK
  • Karya sastra adalah usaha merekam isi jiwa sastrawannya.
  • Sastra adalah komunikasi.
  • Sastra adalah sebuah keteraturan bahasa dan logika.
  • Sastra adalah penghiburan.
  • Sastra adalah sebuah integrasi atau kesatuan yang harmonis antarunsur-unsurnya.

UKURAN SASTRA YANG ISTIMEWA
  • Sebuah karya sastra yang bermutu merupakan ide dari sastrawannya.
  • Sebuah karya sastra yang bermutu merupakan penemuan.

MUTU KARYA SASTRA YANG MEMBERI WAWASAN
  • Karya sastra yang bermutu merupakan karya yang pekat.
  • Karya sastra yang bermutu merupakan penafsiran kehidupan.
  • Karya sastra yang bermutu merupakan sebuah pembaharuan.

PEMBAGIAN ILMU SASTRA
Teori Sastra
Ilmu yang membahas tentang definisi sastra, hakikat sastra, dan dasar-dasar sastra sebagai landasan atau dasar-dasar dalam membuat karya sastra. 
Sejarah Sastra
Bertugas menyusun perkembangan sastra dari mulai timbulnya, hingga perkembangan akhirnya. 
Kritik Sastra
Ilmu sastra yang berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung menganalisis hasil-hasil sastra dan memberikan penilaian atau pertimbangan baik-buruknya sastra dan bernilai seni atau tidaknya karya seni tersebut.

Berbicara di Depan Umum (Public Speaking)

PENGERTIAN
Public speaking atau berbicara di depan umum tidaklah membutuhkan bakat khusus. Latihan yang teratur dan tekun akan menjadikan kita cakap berbicara di muka umum. Berbicara di depan umum merupakan kegiatan yang pada dasarnya dilakukan dalam rangka komunikasi.

Komunikasi adalah percakapan dua orang atau lebih, yaitu antara komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dengan komunikan (orang yang menyebarkan informasi) dalam situasi formal maupun non-formal dengan menggunakan bahasa lisan yang membentuk wacana lisan yang berkesinambungan.

HAMBATAN PUBLIC SPEAKING
Persoalan yang banyak dijumpai oleh pemula pada umumnya adalah persoalan yang datang dari diri sendiri, seperti:
  • Tipe kelinci.
  • Belum terbiasa.
  • Pemahaman yang keliru.
  • Kurang persiapan.
  • Kondisi kurang sehat.
  • Motivasi tidak kuat.
  • Menyia-nyiakan bakat khusus.

ALAT UTAMA SAAT BERBICARA
Alat utama seorang pembicara adalah mulut, wajah, dan anggota tubuhnya. Dari ketiga alat utama tersebut, yang paling penting adalah mulut. Mengingat pentingnya mulut, wajah, dan anggota tubuh sebagai alat ekspresi dalam berbicara di depan publik, maka seorang pembicara perlu memahami dan menguasai alat-alat tersebut secara optimal.
  • Mulut yang terlatih akan dapat menghasilkan kualitas suara, lafal (artikulasi), dan lagu (intonasi) yang memikat.
  • Wajah dengan ekspresinya (mimik) akan dapat mengungkapkan isi hati pembicara secara mendalam.
  • Anggota tubuh dengan gerakannya yang tepat akan dapat memperjelas memberi penekanan dan memperkuat maksud pembicara.

PERSIAPAN JANGKA PANJANG
  • Menumbuhkan pribadi yang sehat.
  • Memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
  • Melatih diri dalam setiap kesempatan yang tersedia.

PERSIAPAN JANGKA PENDEK
Menentukan Topik dan Tujuan
Topik yang tidak dikuasai lebih baik ditolak oleh pembicara. Tujuan berbicara di depan umum yaitu memberi tahu, mendorong, meyakinkan, bertindak, dan menghibur. 
Menganalisis Publik dan Situasi, meliputi:
  • Hal umum (jumlah, usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, sosial, politik, ekonomi, adat, dan budaya).
  • Hal khusus (motivasi publik, tingkat pengetahuan pendengar terhadap topik, sikap publik terhadap topik dan pribadi pembicara).
  • Situasi yaitu semacam wadah tempat kita berbicara yang meliputi jenis pertemuan, tempat, fasilitas, dan waktu. 
Mengumpulkan, Menyeleksi, dan Menyusun Bahan
Mengumpulkan bahan dari pengalaman, penelitian, imajinasi, dan pemikiran kreatif. Menyeleksi bahan sesuai topik, publik, situasi, membedakan bahan utama dengan contoh, fakta dengan opini. Seorang pembicara harus menyusun bahan-bahannya dengan baik (sistematik). 
Menentukan Metode
  • Menggunakan naskah.
  • Menghafal.
  • Ekstemporan (naskah berisi catatan garis besar saja).
  • Impromptu (serta-merta, spontanitas). 
Membahasakan Ide
Gunakan bahasa yang dikenal baik oleh publik, ragam bahasa yang tepat, gaya bicara yang tepat, kalimat tunggal, singkat, dan manfaatkan peranan lafal, intonasi, mimik, dan gestur secara optimal. 
Melatih Penyajian
  • Menurut E.C. Buechler, public speaking melukiskan wicara kita seperti bintang, yaitu tampil cemerlang muncul perlahan, tampil utuh, kemilau, gemerlap, menghalau gelap, menghangatkan dinginnya malam. Lalu secara perlahan pula meredup hingga menghilang. Secara garis besar, penyajiannya meliputi: ide, bentuk, bahasa, penyampaian, dan hubungan dengan publik.
  • Sumber daya tarik penampilan adalah pribadi, ide yang disampaikan, dan teknik penyampaian.
  • Penyajian sesuai dengan metode, yaitu ditangkap telinga, dimengerti melalui budi, dan diresapkan oleh hati (J. Waskito).
  • Kontak mata merupakan wujud nyata dari hasrat pembicara untuk berkomunikasi dengan publik. Oleh karena itu, seorang pembicara harus percaya diri. Cara menumbuhkan percaya diri di antaranya dengan melihat realitas diri sendiri, menerima kenyataan diri, dan mencintai diri sendiri.
  • Berbicara bersama publik.
  • Mimik dan gestur.
  • Umpan balik (reaksi publik).