Langkah-Langkah Mengarang

Menentukan Topik, Tema dan Judul Karangan
Topik
Gagasan inti karangan yang dijadikan landasan penyusunan karangan. Topik dinyatakan dalam kata atau kelompok kata. Misalnya: Teknik Beternak Ayam. 
Syarat-syarat penentuan topik:
  • Menarik
  • Diketahui dan dikuasai penulis
  • Tidak menimbulkan kontroversi
  • Mengandung unsur kebaruan (aktual)
  • Cukup sempit dan terbatas 
Tema
Pesan utama yang ingin disampaikan penulis melalui karangannya. Tema dirumuskan dalam bentuk kalimat yang lengkap, disusun berdasarkan topik yang telah ditentukan. Misalnya: Beternak ayam kampung dapat menghasilkan untung besar. 
Ciri-ciri tema yang baik:
  • Dirumuskan dalam kalimat yang jelas
  • Memiliki kesatuan gagasan ; memiliki gagasan sentral
  • Terarah
  • Mengandung unsur keaslian dan kebaruan 
Judul
Nama untuk suatu karangan atau suatu pokok pembahasan. Judul seringkali dikemukakan lebih dulu. Namun, bisa juga dibuat setelah karangan selesai dibuat. 
Fungsi judul:
  • Nama bagi suatu karangan
  • Slogan promosi untuk menarik minat baca
  • Gambaran isi karangan
  • Wujud kreativitas pengarang
Ciri-ciri judul yang baik:
  • Menarik
  • Menimbulkan rasa penasaran pembaca
  • Mudah ditangkap maksudnya dan mudah diingat

Menyusun Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana kerja yang memuat garis besar suatu karangan. Manfaat kerangka karangan:
  • Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih teratur.
  • Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dengan yang kurang penting.
  • Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
  • Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan.

Mengumpulkan Data
Untuk memperkaya pemahaman dan pengetahuannya, seorang penulis harus mengumpulkan data, informasi atau pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan tema karangan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan membaca bahan acuan tertentu, mengadakan wawancara atau pengamatan lapangan.

Mengembangkan Kerangka Karangan
Sebuah karangan dapat disusun berdasarkan pola-pola tertentu:
Urutan Waktu (Kronologis)
Urutan yang didasarkan runtutan peristiwa atau tahap-tahap kejadian. Pola ini umumnya digunakan dalam novel atau cerpen. 
Urutan Ruang (Spasial)
Urutan penyajian suatu kejadian atau benda yang disusun berdasarkan urutan keruangan. Misalnya, dari yang depan ke belakang, dari yang terdekat ke yang terjauh, dsb. 
Urutan Klimaks atau Antiklimaks
Bila bagian penting ditempatkan pada bagian akhir, disebut urutan klimaks. Sebaliknya, bila bagian penting dikemukakan pada awal pembahasan disebut urutan antiklimaks. 
Urutan Kausalitas
Mencakup dua pola, yaitu urutan sebab-akibat dan urutan akibat-sebab. Pada pola yang pertama, masalah utama dianggap sebagai sebab, kemudian dilanjutkan perincian-perincian yang merupakan akibatnya. Adapun pada pola kedua, masalah yang utama dianggap sebagai akibat, kemudian dilanjutkan perincian-perincian yang berusaha mencari penyebabnya. 
Urutan Pemecahan Masalah
Penyusunan kerangka karangan dimulai dengan penyajian masalah, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah itu. 
Urutan Umum-Khusus
Pola ini terdiri atas dua cara, yaitu dari umum ke khusus dan dari khusus ke umum. Pada urutan yang bergerak dari umum ke khusus, pertama diperkenalkan sesuatu yang umum, lalu diikuti dengan uraian-uraian khusus. Adapun urutan khusus ke umum yang merupakan kebalikannya. 
Urutan Familiaritas
Dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah dikenal kemudian berangsur-angsur berpindah pada hal-hal yang kurang/belum dikenal.

Wacana

Wacana adalah rangkaian tuturan atau kalimat yang mengungkapkan suatu hal yang disajikan secara teratur, sistematis dan padu. Wacana merupakan satuan bahasa yang terluas/terlengkap. Dalam wacana tercakup kalimat dan paragraf. Dengan kata lain, kalimat dan paragraf adalah bagian dari wacana. Namun demikian, ada pula wacana yang dibentuk oleh satu paragraf, bahkan ada pula yang hanya terdiri dari satu kalimat. Wacana tidak selalu dalam bentuk tulisan, melainkan mencakup pula ragam lisan. Dalam bentuk tulisan, wacana sering disebut karangan.

Bentuk-Bentuk Karangan
Bentuk-bentuk karangan dikelompokan menjadi tiga bentuk, yaitu:
Prosa
Jenis karangan yang disusun dalam bentuk bebas dan terperinci. Prosa ada dua macam, yaitu:
Fiksi
Bentuk karangan yang disusun dalam bentuk alur yang menekankan aturan sistematika penceritaan. Contoh: novel dan cerpen. 
Non Fiksi
Bentuk karangan yang menekankan pada aturan sistematika ilmiah dan aturan-aturan kelogisan. Contoh: resep, laporan kegiatan.
Puisi
Karangan yang mengutamakan irama, rima dan kepaduan makna. 
Drama
Karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.

Jenis-Jenis Karangan
Berdasarkan tujuan, ada karangan argumentasi, persuasi, eksposisi, dekskripsi dan narasi. Adapun karangan narasi dan dekskripsi yang sifatnya fiksi, dan karangan argumentasi, persuasi dan eksposisi yang sifatnya non-fiksi. Kelima jenis karangan tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
Narasi
Menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan. Contoh: novel, drama, cerpen. Lihat di sini untuk lebih jelasnya.
Dekskripsi
Menceritakan suatu objek sedemikian rupa seolah-olah pembaca melihat sendiri objek yang dilihat itu. Contoh: cerita tentang kesibukan di pasar. Lihat di sini untuk lebih jelasnya.
Eksposisi
Memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Bertujuan agar pembaca mendapat informasi dan pengetahuan sejelas-jelasnya. Dikemukakan data dan fakta-fakta lain untuk memperjelas pemaparannya. Contoh: resep, laporan kegiatan, notulen rapat. Lihat di sini untuk lebih jelasnya.
Argumentasi
Bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian perlu data dan fakta yang meyakinkan. Contoh: karya ilmiah, laporan penelitian. Lihat di sini untuk lebih jelasnya.
Persuasi
Bersifat non-fiksi dengan pendekatan psikologis. Bertujuan untuk memengaruhi pembaca. Membutuhkan fakta sebagai penunjang. Contoh: iklan. Lihat di sini untuk lebih jelasnya.

Pengolahan Air Kotor Menjadi Air Bersih dengan Metode Penyaringan

Air merupakan komponen yang memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup di bumi ini. Sebenarnya, hampir dua per tiga bagian bumi terdiri dari air. Hanya saja sebagian besar merupakan air asin (air laut). Air tawar pun penyebarannya tidak selalu sama jumlahnya antara daerah satu dengan yang lain. Maka bukan hal yang asing bagi Anda bila di suatu daerah ketersediaan air demikian melimpah, sedangkan di daerah lain kekurangan air. Air terdapat yang di dalam bumi yang disebut air tanah dan yang terdapat di permukaan bumi yang disebut air permukaan. Air permukaan dapat dijumpai dalam bentuk sungai, laut, hujan, danau, dan lain-lain. Karena sifatnya mudah melarutkan zat lain, maka air sangat mudah tercemari oleh zat-zat yang dilewatinya. Dalam kehidupan rumah tangga, air biasa digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain-lain. Sedangkan dalam bidang industri, air digunakan sebagai proses industri, misalnya sebagai bahan utama, pelarut, pencampur, pendingin mesin, dan lain-lain.

MACAM-MACAM ISTILAH AIR
Air Murni (Akuades)
Air murni adalah air yang tidak mengandung zat apapun, jadi hanya partikel air saja. Air murni diperoleh dengan cara distilasi biasa. Kegunaan air murni antara lain sebagai pelarut dalam kegiatan laboratorium, pelarut obat injeksi, dan campuran obat. Air hujan sebenarnya juga merupakan air murni, tetapi dalam perjalanan turun ke tanah, air hujan melarutkan bermacam-macam zat yang ada di udara, antara lain gas asam arang, gas belerang dioksida atau gas nitrogen.  
Air Bersih
Air bersih merupakan air yang layak untuk dikonsumsi. Air bersih tidak hanya jernih, tidak berbau, serta tidak berasa saja, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan. Syarat kesehatan ini antara lain, tidak mengandung bahan kimia beracun atau kuman bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Syarat air bersih dan layak kosumsi antara lain sebagai berikut:
  • Syarat fisik: tidak berbau, tidak berwarna, jernih, tidak berasa.
  • Syarat kimia: tidak mengandung zat-zat kimia yang dapat meracuni atau merusak tubuh, alat rumah tangga, bahan pakaian serta bebas dari garam-garam mineral.
  • Syarat biologi: air harus bebas dari bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit perut, seperti diare atau muntaber. 
Air Kotor
Air kotor adalah air yang tidak hanya sadah, tetapi juga mengandung zat padat atau cair hasil pembuangan limbah seperti sampah, bangkai, air bekas mencuci, limbah rumah tangga, dll. Air kotor ini tidak dapat digunakan secara langsung apalagi untuk dikonsumsi. Tetapi, bukan berarti air kotor tidak dapat dimanfaatkan, air ini bisa digunakan setelah mengalami pengolahan. Seperti di kota-kota besar di mana warga sulit mendapat air. Maka dengan pengolahan air sungai akan diperoleh air yang layak digunakan dan juga dikonsumsi. 
Air Sadah
Air sadah adalah jika air mengandung garam kalsium dan magnesium, seperti kalsium sulfat, magnesium sulfat, kalsium bikarbonat, magnesium bikarbonat, magnesium klorida dan kalsium karbonat. 
Air sadah ada dua macam, yaitu air sadah tetap dan air sadah sementara. Air sadah tetap adalah jika dalam air terlarut kalsium sulfat, magnesium sulfat, kalsium klorida, dan magnesium klorida. Sifat sadah tetap dapat dihilangkan dengan menambahkan natrium karbonat. Senyawa ini dapat mengendapkan garam kalsium dan magnesium. Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung garam karbonat atau bikarbonat, seperti kalsium karbonat dan magnesium karbonat. Sifat sadah sementara dapat dihilangkan dengan pemanasan atau menambah air kapur. 
Kerugian yang diakibatkan dari sifat sadah antara lain alat rumah tangga, seperti panci dan ketel mudah rusak karena mineral yang membawa sifat sadah pada air diendapkan menjadi kerak pada dasar alat rumah tangga tersebut. Akibat lain adalah bahan bakar yang digunakan makin banyak. Bila digunakan untuk mencuci menyebabkan sabun tidak berbusa dan tidak baik untuk diminum.

CARA PENGOLAHAN AIR
Tiga aspek penting yang harus dilakukan dalam pengolahan air, yaitu:
  • Membersihkan air dari kekeruhan
  • Membersihkan air dari kuman
  • Membersihkan air dari zat-zat beracun

Tahapan pengolahan air secara fisis dan kimia:
  • Air kotor diendapkan terlebih dahulu, sehingga zat-zat yang ukuran partikelnya besar dapat mengendap dengan dilewatkan pada ijuk.
  • Air yang sudah terbebas dari endapan, dialirkan ke tempat lain dan ditambahkan tawas sebanyak 30 - 100 mg tiap 1 liter air. Fungsinya untuk mengendapkan lumpur yang larut dalam air yang tidak mengendap pada langkah pertama.
  • Air yang sudah diberi tawas dan diendapkan, dialirkan ke tempat lain. Kemudian ditambahkan kapur sebanyak 15 - 50 mg tiap liter air untuk menetralkan sifat asam yang larut akibat proses pembusukan.
  • Air ditambah kaporit sebanyak 5 - 20 mg tiap liter air untuk membunuh bibit penyakit dan bakteri yang ada.
  • Air yang sudah bebas asam dan bakteri kemudian dialirkan melalui kerikil bersih, arang kayu/arang tempurung kelapa, pasir bersih, dan ijuk. Fungsi arang untuk menyerap bau dan racun yang masih tersisa. Pada tahap ini merupakan konstruksi saringan.