Senin, 14 Februari 2011

Asam, Basa dan Garam

Asam
Kata asam berasal dari Bahasa Latin, acidus yang berarti masam. Zat bersifat asam ada banyak di sekitar kita, seperti rasa asam pada jeruk ditimbulkan oleh asam sitrat, rasa asam pada acar ditimbulkan dari asam cuka, rasa asam segar pada minuman tingan ditimbulkan oleh asam karbonat, dalam lambung kita terdapat asam klorida, pada abdomen semut terdapat asam formiat, dsb. Meskipun asam berarti masam, tetapi kita tidak boleh sembarangan mencicipi zat yang bersifat asam sebelum kita mengenalinya dengan baik tentang zat asam tersebut.

Asam dibagi menjadi dua kelompok, yaitu asam lemah dan asam kuat. Asam lemah kebanyakan terdapat pada makanan, minuman tingan dan buah-buahan. Sedangkan asam kuat tidak demikian, karena lebih berbahaya dan beracun jika dicicipi dan bersifat korosif (merusak) bila mengenai anggota tubuh atau benda yang lain. 

Asam lemah disebut juga asam organik karena diperoleh dari tumbuhan atau hewan. Sedangkan asam kuat disebut juga asam mineral karena dibuat dari zat-zat mineral. Contoh asam kuat adalah asam sulfat, asam nitrat dan asam klorida.

Sifat asam:
1) Rasanya masam
2) Dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
3) Dapat menghantarkan arus listrik
4) Melepaskan ion hidrogen jika dilarutkan dalam air
5) Bersifat korosif (merusak)

Basa
Basa yang larut dalam air disebut juga alkali. Banyak zat di sekitar kita yang memunyai sifat basa, terutama produk bahan pembersih seperti sabun, pembersih lantai, pasta gigi dan pembersih oven. Zat yang bersifat basa ini juga dapat digunakan untuk obat maag. Obat maag mengandung basa magnesium hidroksida yang berfungsi menetralisir asam lambung yang berlebihan. Dalam bidang pertanian pun zat yang bersifat basa dapat kita temuka, misalnya amonia digunakan pada pembuatan pupuk, kalsium hidroksida dapat menetralkan tanah atau memberi kondisi tertentu pada tanah pertanian. 

Basa ada yang lemah dan ada yang kuat. Contoh basa lemah adalah amonia dan contoh basa kuat adalah natrium hidroksida dan kalium hidroksida.

Sifat basa:
1) Berasa pahit
2) Terasa licin di tangan
3) Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
4) Dapat menghantarkan arus listrik
5) Melepaskan ion hidroksil jika dilarutkan dalam air

Garam
Garam adalah zat yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Salah satu contohnya adalah garam dapur. Meskipun garam dapur berasa asin tetapi bukan berarti semua zat yang termasuk garam berarti asin pula. Reaksi asam dengan basa disebut reaksi netralisasi. Hasil reaksi tersebut antara lain garam dan air.
Sifat garam:
1) Dapat menghantarkan arus listrik
2) Tidak mengubah warna indikator kertas lakmus biru, maupun merah.