Kamis, 05 April 2012

Lompat Tinggi Gaya Straddle (Guling Perut)

Lompat tinggi gaya straddle atau guling perut merupakan salah satu gaya yang sampai saat ini masih digunakan dan diajarkan di sekolah-sekolah, walaupun popularitasnya mulai menurun sejak munculnya gaya flop.

Gaya guling perut (belly roll) atau kangkang (straddle) mulai diperkenalkan pada tahun 1930, yaitu sejak Jim Steawrt dari Amerika memakai gaya ini dalam suatu perlombaan. Namun, saat itu belum diakui sebagai gaya yang sah karena saat melewati mistar, posisi kepala lebih rendah dari pinggul (tidak sesuai peraturan). Pada tahun 1934 gaya ini mulai tersebar ke berbagai negara dan sudah diakui sebagai gaya sah.

Rangkaian gerakan lompat tinggi terdiri dari 4 unsur teknik dasar yang harus dikuasai, yaitu awalan, tolakan, sikap badan di atas mistar dan pendaratan.
Awalan
  1. Bila bertumpu dengan kaki kiri, awalan dari samping kiri, begitu sebaliknya.
  2. Sudut awalan dengan matras kurang lebih 35 - 40 derajat.
  3. Pada tiga langkah terakhir harus panjang dan cepat. 
Tolakan
Tolakan merupakan gerak perpindahan dari kecepatan horizontal ke arah vertikal. Yang perlu diperhatikan pada tolakan antara lain:
  1. Menolak dengan kaki yang terdekat dengan mistar.
  2. Sikap badan sedikit condong ke belakang.
  3. Kedua tangan diayun ke aatas untuk membantu mengangkat titik berat beban. 
Sikap Badan Saat di Atas Mistar
Pada saat mencapai titik tertinggi, putar badan ke kiri, perut dan dada menghadap ke bawah (mistar) dan kaki tumpu segera ditarik dalam sikap kangkang. Dengan kata lain sikap badan di atas mistar telungkup. 
Pendaratan
Mendarat merupakan akhir dari gerakan melompat. Untuk menghindari terjadinya cidera, maka pelompat harus dapat mendarat sebaik mungkin. Teknik mendarat dapat dilakukan dengan dua cara:
  1. Jika tempat pendaratan berupa pasir, maka pendaratan dilakukan dengan kaki kanan (kaki ayun) terlebih dahulu dan dibantu dengan kedua tangan.
  2. Jika tempat pendaratan berupa busa/matras, maka pendaratan menggunakan bahu terlebih dahulu atau langsung jatuh pada punggung.

Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi
  1. Urutan melompat diatur dengan diundi.
  2. Sebelum dimulai peserta boleh melakukan lompatan percobaan.
  3. Peserta diberi kesempatan tiga kali pada setiap ketinggian.
  4. Jika tiga kali gagal pada ketinggian yang sama dinyatakan gugur.
  5. Peserta boleh tidak melompat pada suatu ketinggian (pas).
  6. Pemenang lomba adalah peserta yang berhasil melompati mistar paling tinggi.
  7. Lompatan dinyatakan gagal apabila:
    1. Pada saat melompat bertumpu dengan dua kaki.
    2. Mistar terjatuh.
    3. Tidak jadi melompat tetapi telah menyentuh tanah/daerah pendaratan.
  8. Bila terjadi hasil sama, maka pemecahannya:
    1. Yang jumlah lompatannya paling sedikit pada ketinggian yang menyebabkan hasil sama dinyatakan sebagai pemenang.
    2. Bila masih sama, maka yang jumlah gagalnya paling sedikit selama perlombaan dinyatakan sebagai pemenangnya.
    3. Bila masih sama, dan untuk menentukan juara satu harus diadu sekali lagi.