Rabu, 05 Januari 2011

Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Ada 2 macam mobilitas penduduk, yaitu mobilitas penduduk non permanen (sirkuler) dan mobilitas penduduk permanen (migrasi)

Mobilitas penduduk non permanen adalah perpindahan yang bersifat tidak tetap/sementara. Ada mobilitas harian yang dilakukan setiap hari. Ada juga mobilitas musiman yang dilakukan secara musiman.

Sedangkan mobilitas penduduk permanen adalah perpindahan penduduk dengan tujuan menetap. Ada migrasi internasional dan migrasi nasional. Migrasi internasional terdiri dari emigrasi, imigrasi dan remigrasi. Sedangkan migrasi nasional terdiri dari evakuasi, ruralisasi, urbanisasi dan transmigrasi.

Emigrasi adalah perpindahan penduduk keluar negara dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Sedangkan imigrasi adalah perpindahan dari negara lain masuk ke suatu negara dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigrasi. Dan remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali ke negara asalnya. Remigrasi sering disebut juga pulang kampung. 

Evakuasi adalah perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya yang mengancam. Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa. Untuk urbanisasi dan transmigrasi akan dibahas lebih lanjut di alinea selanjutnya.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau kota yang lebih besar. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya urbanisasi adalah:

Faktor pendorong dari desa:

  • Lahan makin sempit.
  • Lapangan kerja terbatas.
  • Upah rendah.
  • Fasilitas kurang.
  • Kebudayaan yang tidak sesuai lagi.

Faktor penarik dari kota:

  • Lapangan kerja banyak.
  • Fasilitas lengkap.
  • Upahnya lebih tinggi.
  • Kota sebagai pusat pemerintah, perdagangan, iptek.
  • Pengaruh perantau yang sukses di kota.

Dampak negatif urbanisasi bagi desa:

  • Kekurangan tenaga kerja muda.
  • Tenaga terdidik jumlahnya sedikit.
  • Terhambatnya pembangunan di desa.
  • Produktivitas pertanian berkurang.

Dampak negatif urbanisasi bagi kota:

  • Kepadatan penduduk bertambah.
  • Lapangan kerja menyempit, pengangguran bertambah.
  • Muncul slum area (permukiman kumuh, tuna wisma, lingkungan kotor).
  • Sering terjadi kemacetan dan kecelakaan.
  • Kejahatan makin meningkat.

Dampak positif urbanisasi bagi desa:

  • Mengurangi pengangguran.
  • Mengurangi kepadatan penduduk desa.
  • Menunjang pembangunan desa.

Dampak positif urbanisasi bagi kota:

  • Mendapat tenaga kerja murah.

Usaha yang dilakukan untuk mengurangi urbanisasi:

  • Meratakan pembangunan.
  • Modernisasi desa.
  • Menambah fasilitas di desa.
  • Mengadakan program KB.
  • Mendirikan KUD
  • Meningkatkan keamanan.
  • Membuat peraturan urbanisasi.

Usaha yang dilakukan untuk mengatasi urbanisasi:

  • Menertibkan permukiman kumuh dan sampah.
  • Penghijauan kota.
  • Membangun kota satelit.
  • Membangun rumah murah.

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya. Orang yang melakukan transmigrasi disebut transmigran. Pertama kali dilaksanakan oleh Belanda tahun 1905 dari Kedu, Jawa Tengah menuju Lampung. Tujuannya agar mendapat tenaga kerja perkebunan.

Penyebab terjadinya transmigrasi:

  • Kependudukan.
  • Ekonomi.
  • Faktor bencana alam dan pembangunan.

Daerah asal transmigrasi adalah Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Daerah tujuan transmigrasi meliputi wilayah I (NAD, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan) ; wilayah II (Kalimantan) dan wilayah III (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua).

Tujuan transmigrasi:

  • Meratakan penduduk.
  • Mengurangi kepadatan penduduk.
  • Mempertinggi kesejahteraan penduduk.
  • Menambah lapangan pekerjaan.
  • Menambah tenaga kerja di daerah jarang penduduk.
  • Meningkatkan produksi pertanian.
  • Memperkukuh persatuan dan kesatuan.
  • Meningkatkan keamanan nasional.

Macam-macam transmigrasi adalah: 

  • Transmigrasi umum yang dibiayai oleh pemerintah.
  • Transmigrasi bedol desa yang memindahkan seluruh penduduk beserta perangkat desanya.
  • Transmigrasi swakarsa berbantuan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan badan usaha.
  • Transmigrasi swakarsa mandiri yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat dengan bantuan pemerintah.
  • Transmigrasi swakarya yang biayanya ditanggung oleh pemerintah, pembukaan lahan oleh transmigran.
  • Transmigrasi khusus dengan tujuan tertentu.