Selasa, 13 Maret 2012

Tolak Peluru Awalan Mundur

Tolak peluru termasuk salah satu nomor lempar dari cabang olahraga atletik, selain lempar lembing, lempar cakram, dan lontar martil. Peluru bukan dilempar, tetapi ditolak atau didorong sejauh-jauhnya dengan satu tangan yang bermula dari pangkal bahu.

Tolak peluru awalan mundur atau gaya belakang sering disebut juga gaya O'Brien sesuai dengan nama orang yang melakukan pertama kali. Disebut gaya belakang karena sikap awalan sebelum melakukan tolakan badan membelakangi arah tolakan/sasaran.

Teknik dasar yang perlu dipelajari dalam tolak peluru, antara lain:
Cara Memegang Peluru
  1. Peluru diletakan pada telapak tangan, ibu jari dan jari yang lain merenggang dan menggenggam secara rileks.
  2. Seperti cara pertama, tetapi peluru digeser ke atas sedikit sehingga titik berat peluru berada pada ujung telapak tangan.
  3. Seperti cara kedua, tetapi perlu digeser ke atas sedikit lagi sehingga titik berat peluru berada pada ruas jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
Cara Meletakan Peluru di Bahu
  1. Letakkan peluru pada pangkal leher atau di atas bahu sedikit.
  2. Peluru bagian atas menempel pada dagu.
  3. Peluru pada bagian bawah, yaitu antara ibu jari dan jari telunjuk sedikit melekat pada tulang selangka.
  4. Siku dibuka tidak lebih dari 40 derajat.
  5. Pandangan ke depan bawah dan konsentrasi untuk melakukan awalan. 
Teknik Awalan
Posisi badan membelakangi tolakan, berat badan berada di atas kaki kanan, sedangkan kaki kiri ke belakang berpijak pada ujung kaki, tangan kiri diangkat dibengkokkan di depan dada atau diangkat lurus ke atas, pandangan ke bawah. Ayunkan kaki kiri ke depan dan ke belakang, usahakan untuk tetap konsentrasi. Kemudian kaki kanan digeser (berjingkat rendah) ke belakang dengan ceat disertai ayunan kaki kiri jauh ke belakang. Setelah kaki kiri mendarat, putar badan ke kiri serong ke atas dan siap melakukan gerakan menolak. 
Teknik Menolak
Setelah gerakan awalan, dilanjutkan dengan gerakan menolak peluru. Diawali dengan memutar badan ke kiri serong ke atas, disertai dengan meluruskan lutut secara kuat dilanjutkan dengan dorongan/tolakan tangan kanan (sudut tolakan kurang lebih 45 derajat). Peluru dilepas disertai gerakan pergelangan tangan dan putaran pinggang. 
Gerakan Lanjutan
Gerakan ini sangat berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak jatuh dan melewati garis lapangan (lingkaran). Caranya adalah dengan melangkahkan kaki kanan ke depan menggantikan posisi kaki kiri. Kemudian, lutut agak ditekuk sedangkan kaki kiri terangkat rileks ke belakang.

Peraturan Perlombaan
  1. Ukuran berat peluru. Pria: 7,26 kg ; Wanita: 4 kg.
  2. Peserta boleh melakukan lemparan/tolakan percobaan maksimal 2 kali.
  3. Peluru harus jatuh pertama kali di dalam sektor tolakan.
  4. Peluru harus ditolak dengan satu tangan.
  5. Setelah menolak tidak boleh menyentuh bagian atas balok penahan dan tanah di luar lingkaran.
  6. Tidak boleh meninggalkan sebelum peluru jatuh.
  7. Jika ada 2 atau 3 peserta hasilnya sama, untuk menentukan pemenangnya dilihat prestasi (hasil terbaik) di bawahnya, begitu seterusnya.
  8. Jika peserta lomba kurang dari sama dengan 8 orang, setiap peserta diberi kesempatan menolak 6 kali (langsung final).
  9. Jika peserta lebih dari 8 orang, setiap peserta diberi kesempatan menolak 3 kali, lalu diambil 8 peserta terbaik dan diberi kesempatan menolak 3 kali lagi (final).
Lapangan